## ***awak*** **Salabisasi**: a-wak **Kelas kata**: Nomina **Makna**: Pinggang; bagian tengah yang ramping; bagian yang menyempit pada suatu benda. **Fungsi Utama**: Menunjuk pada bagian pinggang tubuh atau bagian tengah yang lebih sempit dari suatu benda, seperti bilah senjata, alat penumbuk, atau tangkai alat. **Contoh Penggunaan**: - ***Awak n ama(n)rĕmu (parang, gĕdubang).*** (Bagian sempit dan tebal dari bilah *amanrĕmu* [parang, pedang] yang dekat dengan gagangnya.) - ***Awak n jingki.*** (Bagian yang lebih sempit dari *jingki*, dekat dengan *awan*.) - ***Awak ni u.*** (Bagian yang menyempit dan tipis dari sebuah *u* [alat perangkap ikan, bubu].) - ***Awak n sen(d)uk.*** (Bagian yang lebih tipis di tengah-tengah tangkai [*ger*] dari sendok nasi.) **Catatan**: - Kata ini adalah istilah teknis yang dipakai untuk menyebut bagian yang menyempit atau bagian pinggang dari berbagai alat dan senjata. Penggunaannya menunjukkan pengamatan yang teliti terhadap bentuk benda-benda fungsional. --- ## ***pawak*** **Salabisasi**: pa-wak **Kelas kata**: Nomina **Makna**: Kain pinggang; kain penutup tubuh bagian bawah, terutama untuk perempuan. Untuk laki-laki lebih sering disebut ***upuh pinggang***. **Fungsi Utama**: Menyebut jenis kain yang dililitkan di pinggang sebagai pakaian. **Contoh Penggunaan**: - ***Upuh pawak [ni benen].*** (Kain pinggang perempuan.) [Lihat ***upuh***.] **Catatan**: - Kata ini sering muncul dalam frasa ***upuh pawak***, yang merujuk pada kain pinggang perempuan. Untuk informasi lebih lengkap tentang kain dan jenis-jenisnya, lihat entri ***upuh***.