## AWAS **Salabisasi:** A-WAS **Kelas kata:** Nomina, Verba **Makna:** 1. **Nomina**: - **Umum**: Bumbu atau rempah-rempah, khususnya yang digunakan dalam memasak nasi atau lauk (*awas n jantar*). - **Jenis**: - *Awas Acéh*: Rempah dari Aceh dan Pulau Pinang, seperti *lede pedih* (merica), *ketumbar*, *buah pala*, *jire* (pala hitam, manis, putih), *kayu manis*. - *Awas mpus*: Bumbu lokal yang dibudidayakan di kebun, seperti *kuning* (kunyit), *lasun* (bawang putih), *lede* (cabai), *lĕngkues* (lengkuas), *being* (jahe), *bănglé* (bangle), *halie*, *lĕmpujang* (temulawak), *sĕré* (serai), *rĕruku* (kencur), *kĕmangi* (kemangi), *gegarang*. - *Awas n mangas*: Bahan yang digunakan dalam sirih, seperti *bakō*, *pinang*, *kònyèl* (cengkeh), dll. 2. **Verba**: - *Awasi* (menyeduh/membumbui): Memberi bumbu pada masakan (*iawasié jantar* = ia membumbui lauk). - *Pĕrawasen*: Keranjang anyaman dari daun *bĕngkuang* untuk menyimpan bumbu (*awas-awas*). **Fungsi Utama:** - **Nomina**: Merujuk pada bahan bumbu atau alat penyimpanan bumbu. - **Verba**: Menyatakan tindakan membumbui makanan atau membuat campuran sirih. **Catatan Tambahan:** - **Variasi penggunaan**: - *Awas-awas* (bentuk jamak) lebih umum digunakan dalam konteks kuliner. - *Awas n mangas* terkait perlengkapan bersirih. - **Konteks budaya**: - Bumbu seperti *awas mpus* mencerminkan kearifan lokal Gayo dalam penggunaan tanaman kebun untuk kebutuhan sehari-hari. - *Pĕrawasen* sebagai alat penyimpanan bumbu tradisional menunjukkan praktik ekologis dan efisiensi sumber daya alam. - **Aspek linguistik**: - Kata ini memiliki bentuk turunan: - *Awasi* (verba), *pĕrawasen* (nomina kolektif). - Penggunaan awalan *pe-* pada *pĕrawasen* menunjukkan alat atau wadah. - **Sinonim**: - Dalam bahasa Indonesia: *bumbu*, *rempah*, tetapi *awas* lebih spesifik pada konteks lokal Gayo.