## ***Bangsu*** *(varian: **[Bengsu](./Bengsu.md)**)* **Salabisasi**: beng·su / bang·su **Kelas kata**: nomina (dalam frasa kekerabatan) **Makna**: anak bungsu—yaitu anak terakhir yang lahir dalam suatu keluarga dari ayah yang sama; bisa laki-laki maupun perempuan. **Fungsi Utama**: Menunjukkan **posisi kelahiran terakhir** dalam sistem kekerabatan patrilineal Gayo, yang sering dikaitkan dengan hak waris khusus dan peran sosial tertentu. **Contoh Penggunaan**: - ***Anak běngsu/bengsu*** → Anak bungsu (laki-laki atau perempuan). - ***Anak-běngsungku (anakku si bangsu)*** → Anak bungsuku. - ***Těnaring n ama si pudělé ku si běngsu*** → Sebagian besar warisan ayah diberikan kepada anak bungsu laki-laki. - ***Si membagi tenaring n ama, si bangsu*** → Anak bungsu laki-laki yang membagikan warisan ayah. - ***Abang běngsu (-ncu)*** → Kakak laki-laki yang merupakan anak bungsu orang tuanya. - ***Ama bēngsu (ncu)*** → Paman bungsu (saudara laki-laki termuda ayah). **Spesialisasi Gender dalam Keluarga Campuran**: Jika keluarga memiliki anak perempuan dan laki-laki sebagai dua anak terakhir: - ***Bangsu ni benen*** → Anak perempuan bungsu (bungsu di antara perempuan). - ***Bangsu ni rawan*** → Anak laki-laki bungsu (bungsu di antara laki-laki). **Catatan Tambahan**: - **Hak Waris Adat**: Dalam tradisi Gayo, **anak bungsu laki-laki** (*bangsu/rawan*) sering menerima **bagian warisan terbesar** dan bertindak sebagai **pembagi warisan** (*si membagi*), mencerminkan prinsip *ultimogenitur* (warisan utama jatuh pada anak bungsu)—berbeda dari sistem primogenitur yang umum di banyak budaya. - **Relasi dengan *ncu***: *Bengsu/bangsu* adalah bentuk penuh; dalam percakapan sehari-hari, digantikan oleh bentuk pendek ***ncu*** (lihat entri *ncu*). - **Pola Frasa Kekerabatan**: - *Ngi bengsu* = adik laki-laki bungsu - *Ine bengsu* = bibi bungsu (saudara perempuan termuda ayah) - *Aka bengsu* = kakak perempuan bungsu - **Dalam Sapaan**: Bentuk vokatifnya adalah ***ncu***, bukan *bengsu* (misalnya: “Ncu, kemana?”). - Penting untuk mengenali bahwa *bengsu* tidak selalu berarti “anak terakhir mutlak”, tetapi bisa relatif menurut gender (*bangsu ni benen/rawan*). - Frasa seperti *si bangsu* dalam konteks waris harus dikaitkan dengan **peran adat**, bukan sekadar urutan kelahiran. - Disambiguasi antara *bengsu* (bentuk penuh, formal/naratif) dan *ncu* (bentuk lisan, interaktif) penting dalam analisis ragam bahasa.