## **_BECARA_** (atau **_BICARA_** / **_PĔCARA_**) **Salabisasi:** be-ca-ra **Kelas kata:** Nomina (Kata Benda), Verba (Kata Kerja). **Makna:** 1. (Nomina) Musyawarah, perundingan, pertimbangan, atau pemikiran matang. 2. (Verba) Mempertimbangkan, bermusyawarah, atau bertindak dengan kebijaksanaan. 3. (Verba - Perluasan Makna) Mengurus, menyediakan, mencarikan, atau mengusahakan (kesejahteraan/kebutuhan seseorang). **Fungsi Utama:** Digunakan sebagai kata benda untuk merujuk pada proses deliberasi atau pengambilan keputusan bersama. Sebagai kata kerja, ia mendeskripsikan tindakan berpikir secara mendalam, bertindak dengan bijak, atau secara pragmatis **mengurus dan menyediakan** kebutuhan hidup orang lain (seperti nafkah keluarga atau pelunasan utang). **Contoh Penggunaan:** **_A. Konteks Musyawarah dan Pencarian Nasihat:_** * ***Kune bĕcara reje***, bagaimana pendapat reje **_B. Konteks Tanggung Jawab Sosial dan Nafkah (Pengurusan):_** * ***Gere ibĕcaraié krō n anaké***, ia tidak mengurus/menyediakan nafkah (makan) untuk anaknya. **_C. Konteks Penyelesaian Utang dan Kewajiban Finansial:_** * ***ibĕcarankō tir pĕmbèr n utangmu ku aku***, carilah/uruskan segera uang untuk membayar utangmu kepadaku. **_D. Konteks Ekonomi dan Bekal Perjalanan:_** * ***bĕcarankō pé bakō kĕn nĕmbahku, bĕrtulu-ringgit e***, cari/uruskan untukku tembakau seharga 3 ringgit untuk bekal perjalananku. **_E. Konteks Kepemimpinan dan Kebijaksanaan:_** * ***Reje Lingge mubĕcara***, Reje Lingge bertindak dengan pertimbangan matang (bermusyawarah). **Bentuk Turunan dan Penggunaannya:** * ***bĕcara***: Nomina/Verba dasar (musyawarah / mengurus). * ***mubĕcara***: Verba aktif (bertindak dengan pertimbangan / bermusyawarah). * ***ibĕcaraié***: Verba pasif + sufiks *-i* dan *-é* (diuruskan / dicarikan untuknya). * ***ibĕcaranko***: Verba pasif + sufiks *-ko* (diuruskan / dicarikan untukmu). * ***bĕcarankō***: Verba pasif + sufiks *-kō* (diuruskan / dicarikan untukku). **Catatan:** * **Etimologi dan Perluasan Semantik (Arab → Melayu/Aceh → Gayo)**: Kata ini diserap dari bahasa Arab بِقَارَة *biqārah* (biqārah) dalam bahasa Arab berasal dari akar kata ب-ق-ر (b-q-r) yang bermakna "membuka", "menjelaskan", atau "menguraikan". Kata ini diserap ke dalam bahasa Melayu/Indonesia menjadi bicara yang berarti percakapan, pembicaraan, atau urusan (percakapan, diskusi, urusan) yang masuk melalui bahasa Melayu/Aceh. Namun, dalam bahasa Gayo, kata ini mengalami **perluasan makna yang sangat signifikan**. Dari makna dasar "berbicara/berdiskusi", *bĕcara* meluas menjadi "mengurus/menyediakan". Ini menunjukkan bahwa dalam kosmologi Gayo, **berbicara tentang masalah seseorang secara otomatis mewajibkan tindakan nyata untuk mengurus dan menyelesaikannya**. "Memikirkan" (*bĕcara*) dan "Mengurus" adalah satu kesatuan tindakan yang tak terpisahkan. * **Konteks Budaya (Kepemimpinan Deliberatif)**: Frasa ***Reje Lingge mubĕcara*** memberikan wawasan tentang idealisme kepemimpinan Gayo. Seorang *Reje* (kepala negeri/pemimpin) yang dihormati bukanlah otokrat, melainkan sosok yang ***mubĕcara*** (selalu bertindak berdasarkan pertimbangan, musyawarah, dan akal sehat). Penyebutan spesifik "Reje Lingge" menunjukkan bahwa tokoh ini (baik historis maupun folkloris) dijadikan teladan atau standar kebijaksanaan politik di Gayo. * **Konteks Pragmatik dan Penyelesaian Masalah**: Penggunaan kata *bĕcara* dalam konteks utang piutang (*ibĕcaranko tir pĕmbèr*) menunjukkan bahwa kata ini memiliki dimensi imperatif yang kuat. Ketika seseorang disuruh *bĕcara* untuk melunasi utang, ia tidak disuruh "berdiskusi" tentang utangnya, melainkan **dituntut untuk mencari solusi, mengusahakan uang, dan menyelesaikan masalah secara tuntas**.