## Dĕné - **Salabisasi**: *de-né* - **Kelas Kata**: Nomina (kata benda) - **Makna**: - **Jalan, lintasan, atau cara** untuk mencapai suatu tujuan. - Bisa berupa **jalan fisik** (seperti jalan kaki, tangga), maupun **metode atau strategi** dalam hidup (cara mencari nafkah, cara menyelesaikan masalah). - Dalam konteks budaya Gayo, kata ini juga digunakan dalam makna **simbolis**, seperti "jalan hidup" atau "pilihan yang diambil". - **Fungsi Utama**: - Menunjuk rute atau jalur perjalanan fisik. - Menyatakan metode atau pendekatan dalam aktivitas kehidupan. - Digunakan dalam peribahasa dan frasa adat untuk menyampaikan nilai-nilai moral dan sosial. **Contoh Penggunaan** - ***Dĕné Juli tĕmas pĕdih, Nyanyan dĕné ni benen ku weih (atau mĕnanggō weih)*** : Jalan di Juli sangat nyaman, jauh lebih sulit jalan orang perempuan ke sungai (mengambil air) - ***Dĕné rawan*** : Jalur laki-laki; jalan yang sulit dan berbukit-bukit, misalnya jalan dari Gayo Lues ke Susōh. - ***Ari dĕné (atau tĕrdĕné) si kō malé blōh?*** : Jalan mana yang kamu ambil? - ***Aku kupèrahi dĕné ni arijĕki*** : Saya sedang mencari jalan/cara untuk mencari nafkah. - ***Dĕné murip / dĕné maté*** : Jalan hidup / jalan mati — bisa berarti pilihan hidup atau situasi berbahaya (misalnya pergi ke perang). - ***Dĕné [ku atas]*** : Tangga rumah - ***Rĕmalan bĕrdĕné, neik bĕrkité*** ➜ Orang yang ingin berjalan membutuhkan jalan, orang yang ingin naik rumah membutuhkan tangga. - ***Ku sie pé gere mudĕné, ku sō pé gere mĕdĕné*** : Di sini tidak ada jalan keluar, begitu juga di sana — ia tidak menemukan solusi di mana-mana. 10. ***Atur iaturi, dĕné ipĕ(r)dĕné*** : Aturan yang telah ditetapkan tetap dipegang; caranya dijalankan — menunjukkan sikap taat pada tradisi/adat.