## **JANGKŌ** **Salabisasi**: jang-kō **Kelas kata**: Verba (kata kerja) dan Nomina/Adjektiva (pada bentuk turunan tertentu) **Makna**: 1. **Makna Fisik**: Meraih, mengulurkan tangan untuk mengambil sesuatu, menerima, menjemput, atau menolong seseorang dengan mengulurkan tangan. 2. **Makna Sosial/Spasial**: Menjemput, mengambil, atau mengantar seseorang. 3. **Makna Abstrak (Finansial & Emosional)**: Memiliki kemampuan atau daya untuk mencapai sesuatu (seperti mengumpulkan uang yang cukup), atau secara metaforis berarti merasa sangat cemas/khawatir. **Fungsi Utama**: Sebagai verba, berfungsi untuk menyatakan tindakan fisik mengulurkan tangan, meraih, atau menjemput. Dalam bentuk turunannya, kata ini berevolusi menjadi penanda kemampuan finansial, ekspresi kekhawatiran emosional, dan tindakan tolong-menolong secara komunal. **Bentuk Turunan dan Variasi**: - ***jangkō***: bentuk dasar (meraih/menjangkau). - ***mĕnjangkō***: verba aktif (sedang meraih/menjemput). - ***ijangkō***: verba pasif/objektif (diraih/diterima). - ***tĕrjangkō***: verba statif (tidak terjangkau / tidak bisa diraih). - ***jangkònkō*** / ***mĕnjangkòn***: verba benefaktif/kausatif (menolong seseorang dengan mengulurkan tangan, menjemput, atau mengundang secara formal). - ***bĕrjangkòn*** / ***bĕrsijangkòn***: verba resiprokal (saling mengulurkan tangan, saling menolong). - ***pĕjéjangkō***: verba/adjektiva abstrak (sangat cemas, khawatir, atau gelisah). - ***pĕnjangkōngku*** / ***pĕnjangkònku***: nomina abstrak (kemampuan/dayaku untuk mencapai sesuatu, khususnya dalam konteks mengumpulkan uang). **Contoh Penggunaan**: 1. ***Gere sawah kujangkō wah n awal sō, atas tu*** *Tidak sampai aku menjangkau pisang itu, letaknya terlalu tinggi.* 2. ***Lĕlang kujelgit, lōlō kujangkō*** *tanggung untuk kuambil dengan tongkat pengait, tapi terlalu tinggi untuk diraih dengan tangan.* 3. ***Lĕlang kubli, lōlō kutirō*** *[Barang itu] **kurang** berharga untuk dibeli, tetapi **kurang** pantas untuk diminta sebagai hadiah.* **metafora sosial **Lĕlang** dan **lōlō** keduanya bermakna "kurang/tidak cukup". Barang ini nilainya "tanggung": terlalu murah untuk dibeli secara resmi, tapi terlalu berharga untuk diminta sebagai hadiah. Ini mencerminkan etika sosial Gayo yang sangat halus.** 4. ***Aku ijangkōé ku atas*** *Dia mengulurkan tangan kepadaku dan menarikku ke atas (membantuku naik ke tangga rumah).* 5. ***Kuòsah pèng, ijangkōé ari pumungku*** *Aku memberinya uang, dia menerimanya (meraihnya) dari tanganku.* 6. ***Gere tĕrjangkō aku, atas (geip, rĕndah) tu*** *Aku tidak bisa menjangkaunya, letaknya terlalu tinggi (jauh, rendah).* 7. ***Jangkònkō pé anakku ari tuyuh sō*** *Tolong bantu naikkan anakku dari tangga itu (dengan mengulurkan tangan).* 8. ***Ijangkònkō pé ibimu ku tōa*** *Pergilah menjemput bibimu dari hilir.* 9. ***Aku mĕnjangkòn langkahte le ku ini*** *Aku datang ke sini untuk mengundang atau menjemput Tuan (ungkapan formal/sopan).* 10. ***Nge bĕrjangkòn bédné ku aku, naku, naku, kĕné*** *Mereka semua mengulurkan tangan kepadaku, dan berseru: [berikan] kepadaku! kepadaku!* 11. ***Bariksana buet bĕrsijangkòn*** *Dalam semua pekerjaan di sana, mereka saling menolong (saling menjangkau/membantu satu sama lain).* 12. ***Pĕjéjangkō pĕdi aténgku, anakku bĕdiang i gĕniring ni weih, manut bang kasé*** *Hatiku sangat cemas (terjangkau-jangkau oleh kekhawatiran), anakku bermain di tepi sungai, takutnya ia tenggelam.* 13. ***Aku gere sawah pĕnjangkōngku (atau pĕnjangkònku) bĕsilō, ger ilòn tĕkĕrjen aku anakku bĕsilō*** *Aku belum sampai memiliki uang yang cukup (daya jangkauku belum sampai), sehingga aku belum bisa menikahkan anakku.* **Catatan**: - **Koreksi Makna LĔLANG dalam Konteks JANGKŌ**: Kata ***lĕlang*** memiliki TIGA makna berbeda dalam bahasa Gayo: 1. **LĔLANG 1**: Verba = menyiangi/mencangkul kebun sayur (aktivitas pertanian). 2. **LĔLANG 2**: Adjektiva = tidak mencukupi, kurang, terlalu rendah/kecil. 3. **LĔLANG 3**: Lihat *lang* (besok). Dalam konteks entri **JANGKŌ**, frasa *Lĕlang kujelgit, lōlō kujangkō* dan *Lĕlang kubli, lōlō kutirō* menggunakan **LĔLANG 2** (makna "kurang/tidak cukup"). Ini BUKAN merujuk pada alat pengait atau aktivitas mencangkul. - **Metafora Fisik ke Abstrak (Finansial dan Emosional)**: Kata ***jangkō*** menunjukkan perluasan makna yang indah dari domain fisik ke domain abstrak: 1. **Domain Finansial**: Konsep "menjangkau" secara fisik dipinjam untuk menggambarkan "kemampuan mengumpulkan uang". Kalimat ***pĕnjangkōngku bĕsilō*** (daya jangkauku belum sampai) bermakna belum memiliki dana yang cukup. 2. **Domain Emosional**: Dalam ***pĕjéjangkō pĕdi aténgku***, konsep "meraih" diproyeksikan ke dalam psikologi. Hati atau pikiran seseorang "menjangkau" atau "terulur" terus-menerus menuju suatu bahaya yang mengintai, yang menghasilkan perasaan cemas atau khawatir yang mendalam. - **Konteks Budaya (Arsitektur dan Etika Sosial)**: - **Arsitektur Rumah Panggung**: Beberapa contoh (***ijangkōé ku atas***, ***jangkònkō pé anakku ari tuyuh***) mengonfirmasi bahwa rumah tradisional Gayo adalah rumah panggung. - **Keramahtamahan**: Kata ***mĕnjangkòn*** digunakan sebagai ungkapan yang sangat sopan untuk menjemput atau mengundang tamu. - **Gotong Royong**: Bentuk resiprokal ***bĕrsijangkòn*** menunjukkan semangat komunal yang diwujudkan melalui metafora "saling mengulurkan tangan". **Perbandingan dengan entri sebelumnya**: - **Perbandingan dengan JANGKANG**: ***Jangkang*** berfokus pada **ukuran atau jarak** dari suatu langkah (langkah yang terlalu lebar/renggang), sedangkan ***jangkō*** berfokus pada **tindakan dan tujuan** (upaya untuk meraih, mencapai, atau menjemput sesuatu/seseorang).