## *Jěma* *jě-ma* **Kelas kata**: Nomina **Makna**: 1. Manusia 2. Orang, individu, atau kelompok manusia. 3. "Orang lain" atau "pihak lain" dalam konteks sosial. **Fungsi Utama**: - Menunjuk entitas manusia secara umum atau spesifik, baik sebagai individu maupun kolektif. - Digunakan dalam konteks naratif, budaya, atau percakapan untuk membedakan manusia dari makhluk lain atau merujuk pada kelompok sosial. **Contoh Penggunaan**: - ***Banta Amat gere ibětihé jěma òya malèkat.*** "orang tidak tahu kalau Banta Amat adalah malaikat" - *metafora orang yang sangat baik seperti malaikat* - ***Nge kuderet jema bedne, kol kucak, rawan, benen*** *"orang-orang keluar semua, besar - kecil, lelaki dan perempuan"* - ***Ara sara kekebaren jema sedang a *** *"Ada kisah tentang orang-orang zaman dahulu."* - ***mujěma*** (ada orangnya), *kampung e gere bérjĕma* = "kampung yang tidak berpenghuni" - ***Jema berladang nyanya pedih besilo, dele uren*** "sulit sekali petani bercocok tanam di ladang karena musim hujan" - ***Nengon jema bedidong*** "Menonton pertunjukan didong" - *secara harfiah "melihat orang berdidong" - ***Jeroh jema kerje tengah nyang ulen*** "Waktu yang baik untuk menikah adalah saat bulan sedang naik" - ***Jema bersende nti bersakit ate*** "Jangan marah saat orang bercanda" - ***Jema bloh ku ranto** "Orang pergi merantau" - ***Ni jema gere beta buete*** "kalau orang lain bukan seperti itu dilakukan" - **Variasi konteks**: - *Jěma rawan* (laki-laki), *jěma benen* (perempuan). - *Jěma měnusuh* (pencuri), *jěma rěndah* (orang rendahan, merujuk pada kelas sosial yang masih terkait asal-usul perbudakan). - *Jěma běrladang* (petani), *jěma běrsěnde* (orang yang bercanda). **Konteks Budaya**: - *Jěma* mencerminkan konsep manusia dalam kosmologi Gayo, yang membedakan antara manusia, alam, dan entitas spiritual. - Penggunaan *jěma sědang a* ("orang zaman dulu") dalam cerita rakyat menunjukkan peran kata ini sebagai penghubung dengan tradisi lisan dan sejarah leluhur. - Dalam konteks sosial, *jěma rěndah* menggambarkan struktur kelas masyarakat Gayo yang masih mempertahankan memori tentang asal-usul *temuluk* (perbudakan), meski kini sudah tidak ada lagi **Informasi Tambahan**: - Kata *Jěma* sering digunakan dalam proverbia atau nasihat, seperti *jěroh jěma kěrje těngah nyang ulen* ("menikah saat bulan purnama dianggap baik"). - Perbandingan dengan bahasa Batak (*jolma*) menunjukkan akar linguistik bersama dalam rumpun Austronesia, tetapi penggunaan budayanya unik dalam konteks Gayo.