## KUKUR **Salabisasi**: ku-kur **Kelas kata**: Nomina **Makna**: Sejenis burung merpati hutan yang sering dipelihara dalam sangkar di area tungku dapur (*lĕpō*). Burung ini memiliki beberapa varietas berdasarkan warna dan nilai budayanya, serta digunakan dalam aktivitas tradisional seperti pertarungan burung. **Fungsi Utama**: Kata ini digunakan untuk menyebut burung merpati hutan yang dipelihara sebagai hewan peliharaan, simbol keberuntungan, atau sebagai bagian dari aktivitas adat seperti pertarungan burung. **Variasi dan Makna Spesifik** 1. **Kukur Běnggune** - **Makna**: Jenis burung merpati hutan yang dianggap membawa keberuntungan (*mětuah*), sangat mahal (hingga 100 ringgtt). - **Catatan**: Burung ini memiliki nilai spiritual dan ekonomi tinggi dalam masyarakat Gayo. 2. **Kukur Uten** - **Makna**: Jenis burung merpati hutan dengan karakteristik tertentu 3. **Kukur Rabu** - **Makna**: Merpati hutan berwarna abu-abu. 4. **Kukur Tembege** - **Makna**: Merpati hutan berwarna kuningan (mirip logam *tĕmbege*). **Ungkapan Terkait** 1. **Mĕnjalu Kukur / Nyabung Kukur** - **Makna**: Mengadu burung merpati hutan untuk bertarung (biasanya dilakukan di acara adat atau festival, *alaman*). - **Catatan**: Aktivitas ini mencerminkan aspek rekreasi dan kompetisi dalam budaya Gayo. 2. **Nti Sara Kukur Kō Měnggěrali Dirié** - **Makna**: "Jangan seperti burung merpati yang menyebut namanya sendiri," artinya jangan memuji diri sendiri secara berlebihan. - **Catatan**: Ungkapan ini digunakan sebagai nasihat moral dalam masyarakat Gayo.