## ***Pemetar*** (atau ***Pĕmètèr***) **Salabisasi**: pe-me-tar (atau pĕ-mĕ-tĕr) **Kelas kata**: Nomina (kata benda) **Makna**: Seorang *[Tue](./Tue.md)* (tetua/pemimpin) menyerahkan kekuasaannya selama peperangan, dan yang kemudian dianggap sebagai tangan kanan *panglima*; di Gayo Lues, sebutan untuk semua pembawa senapan dalam peperangan. **Fungsi Utama**: Berfungsi sebagai subjek atau objek dalam kalimat yang merujuk pada peran kepemimpinan militer, pelaksana lapangan, atau kelompok pejuang bersenjata api dalam struktur perang tradisional masyarakat Gayo. **Catatan**: - ***Pemetar*** (di Gayo Lues) atau ***pĕmètèr*** (di wilayah Laut): orang yang menerima penyerahan kekuasaan dari ***[Tue](./Tue.md)*** saat perang dan menjadi tangan kanan ***panglime***. - ***pĕmètar***: sebutan untuk semua pembawa senapan dalam peperangan (khususnya di Gayo Lues). - (Deskripsi tindakan dalam perang): Ketika berangkat ke medan perang, ***pĕmètar*** maju paling depan, dan beberapa waktu kemudian baru diikuti oleh mereka yang hanya bersenjata tombak, pisau, dan perisai; yang pertama (***pĕmètar***) pada umumnya melakukan sebagian besar beban pertempuran, sedangkan yang terakhir membentuk semacam barisan belakang. 1. **Variasi Dialek**: Terdapat perbedaan dialek yang jelas, yaitu ***Pemetar*** (digunakan di Gayo Lues) dan ***pĕmètèr*** (digunakan di wilayah Laut). 2. **Konteks Budaya**: Entri ini menggambarkan struktur militer dan hierarki tradisional masyarakat Gayo saat berperang. Terdapat pembagian peran yang tegas antara pasukan bersenjata api (***pĕmètar***) yang menjadi garda terdepan dan menanggung beban pertempuran utama, dengan pasukan bersenjata tradisional (tombak, pisau, perisai) yang berfungsi sebagai barisan belakang. Konsep penyerahan kekuasaan sipil (***tue***) kepada otoritas militer (***panglime*** dan ***pemetar***) selama konflik menunjukkan adanya mekanisme adaptasi kepemimpinan yang dinamis dan terstruktur dalam adat Gayo.