## **_PÈRAH_** **Salabisasi:** pè-rah. **Kelas kata:** Verba (Kata Kerja), Nomina (Kata Benda - pada bentuk turunan *pĕmèrah / pĕmèrahen*). **Makna:** Mencari, memburu, mengusahakan, atau berupaya memperoleh sesuatu (baik berupa benda, hewan, manusia, maupun nafkah). **Fungsi Utama:** Digunakan sebagai kata kerja inti untuk mendeskripsikan tindakan pencarian dalam berbagai konteks: mencari barang yang hilang, mencari nafkah, mencari pasangan/menantu, mencari hewan ternak, atau bahkan mencari kutu di kepala. Dalam bentuk nomina turunan (***_pĕmèrah_**), kata ini merujuk pada hasil pencarian, harta yang diperoleh dari usaha sendiri, atau orang yang bertugas mencari. **Contoh Penggunaan:** **_A. Konteks Pencarian Barang, Nafkah, dan Hewan:_** * ***_Mèrah utem_***, pergi mencari kayu bakar. * ***_mĕmèrah atau nèrah arijĕki_***, mencari nafkah / mencari uang untuk hidup. * ***_Ipèrahié kōrōé_***, ia mencari kerbaunya [di pegunungan]. * ***_Tĕmuluk kĕn pèmèrah n kōrō_***, budak bertugas untuk mencari kerbau. * ***_Bur ini pĕmèrahenku manè, gere mudĕmu gĕtah sara batang_***, di gunung ini kemarin kucari, namun aku tidak menemukan satu pun pohon *gĕtah* (jadi jangan kau cari di sana). **_B. Konteks Pencarian Pasangan/Menantu:_** * ***_aku malé nèrah pĕmĕnku ku Kĕnawat_***, saya pergi ke Kĕnawat untuk mencari menantu. * ***_Gere tĕrpèrahi jĕma jĕròh bes kĕn pèmèn_***, tidak mungkin mendapatkan perempuan yang sempurna cantiknya sebagai menantu (orang harus puas dengan yang kurang sempurna). **_C. Konteks Pencarian Kutu (Aktivitas Sosial-Intim):_** * ***_Ipèrahenkō pé kutuku kĕjep_***, tolong carikan kutu di kepalaku sebentar. * ***_Bérsipèrahen kutu_***, saling mencari kutu (aktivitas sosial yang intim). **_D. Konteks Pencarian Orang yang Hilang/Melarikan Diri:_** * ***_Osòp bĕrpèrah, blōh bĕrtundung_***, ketika sesuatu hilang, orang mencarinya; ketika seseorang pergi (melarikan diri), orang mengejarnya. > kata 'bĕrtundung' saat diusapkan, maka bunyi huruf /d/ terdengar samar sehingga akan terdengar 'bĕrtunung' * ***_Jĕma si òsòp tĕngah a nge mupèrah bĕsilō_***, laki-laki yang baru-baru ini menghilang (melarikan diri bersama seorang perempuan) sekarang sedang dicari/diburu. **_E. Konteks Pencarian yang Sia-sia:_** * ***_Pupèrah-pèrah (atau pupĕpèrah) umen lō, dĕmu gere we_***, ia mencarinya setiap hari, tetapi tidak juga menemukannya. **_F. Konteks Kemandirian dan Hasil Usaha (Nomina Turunan):_** * ***_rĕta ini bédné pĕmèrahenku, nume pĕmèrahen ni amangku_***, semua barang ini adalah hasil usahaku sendiri, bukan hasil usaha ayahku (bukan warisan). * ***_benenku ini pé pĕmèrahenku, nume pĕmèrah n ama_***, istriku ini pun adalah hasil usahaku sendiri (aku membayar mas kawinnya dari uang yang kusediakan sendiri), bukan [dibiayai oleh] ayahku. **Bentuk Turunan dan Penggunaannya:** * ***_mĕmèrah / mèrah / nèrah_***: Verba aktif (mencari). * ***_ipèrahié / ipèrahenkō_***: Verba pasif + sufiks (dicari olehnya / dicari olehmu). * ***_tĕrpèrahi_***: Verba keadaan (sudah dicari / bisa dicari). * ***_bĕrpèrah_***: Verba keadaan (dalam proses mencari). * ***_mupèrah_***: Verba keadaan (sedang dicari / diburu). * ***_bĕrsipèrahen_***: Verba resiprokal (saling mencari). * ***_pupèrah-pèrah / pupĕpèrah_***: Verba iteratif (mencari terus-menerus / sia-sia). * ***_pĕmèrah / pĕmèrahen_***: Nomina turunan (hasil pencarian / orang yang mencari / harta yang diperoleh dari usaha sendiri). **Catatan:** * **Etimologi dan Hubungan dengan ÈRAH**: 1. **Pergeseran dari "Melihat" ke "Mencari"**: Jika ***_èrah_** di Gayo Laut bermakna "melihat", maka pergeseran makna "melihat dengan teliti" → "mencari dengan teliti" → "mencari" adalah jalur evolusi semantik yang sangat logis. 3. **Kebetulan Fonologis**: Mungkin ada dua kata yang berbeda pada masa lalu yang kemudian bergabung menjadi satu bentuk fonologis. * **Konteks Idiom dan Kearifan Lokal (*Osòp bĕrpèrah, blōh bĕrtundung*)**: Frasa ini adalah peribahasa yang sangat bijaksana. Secara harfiah: "Ketika sesuatu hilang, orang mencarinya; ketika seseorang pergi, orang mengejarnya." Ini adalah pernyataan tautologis yang tampaknya sederhana, namun secara implisit mengandung makna: **setiap masalah memiliki solusi yang sesuai**, dan **tindakan harus diambil sesuai dengan situasi**. Jika barang hilang, cari. Jika orang melarikan diri, kejar. Jangan pasif, tetapi bertindaklah secara proaktif dan tepat. * **Perbandingan dengan Entri Sebelumnya**: - **[ÈRAH](./Erah.md)**: Jika ***_èrah_** di Gayo Laut bermakna "melihat" (perspektif subjek), maka ***_pèrah_** (mencari) adalah pengembangan semantik dari tindakan "melihat dengan teliti" menjadi "mencari". - **[ÈNGÒN](./Engon.md)**: Jika ***_èngòn_** adalah kata kerja universal untuk "melihat" di seluruh wilayah Gayo, maka ***_èrah_** (dalam arti melihat) adalah **varian dialektal yang spesifik untuk Gayo Laut**, dan ***_pèrah_** (mencari) adalah turunan dari ***_èrah_** yang digunakan di seluruh wilayah Gayo. - **[TÉRIDAH](./Teridah.md) & [TÉLAS](./Telas.md)**: Jika ***_téridah_** dan ***_tĕlas_** berarti "terlihat" (perspektif objek), maka ***_pèrah_** adalah tindakan aktif subjek untuk membuat sesuatu yang tersembunyi menjadi "terlihat" melalui pencarian.