## Rebah **Salabisasi**: *re-bah* **Kelas kata**: Verba / Adjektiva **Makna**: 1. **Verba**: Jatuh atau terbaring datar akibat tertimpa sesuatu (secara harfiah atau metaforis). - Contoh: *kōrō manè nge rĕbah* = kerbau yang dibicarakan kemarin sudah disembelih. 2. **Adjektiva**: Dalam keadaan sakit atau tidak berdaya. - Contoh: *anakku nge rĕbah* = anakku jatuh sakit. 3. **Bentuk Majemuk**: - *rĕbah-ruhul*: sudah melewati waktu shalat Dzuhur - *rĕbah-rimpah*: tersebar dalam keadaan sakit. - *rĕbah tanduké*: tanduk yang melengkung ke belakang (pada kerbau). **Fungsi Utama**: - Mendeskripsikan keadaan fisik (jatuh, sakit) atau metaforis (kegagalan, takdir) dalam konteks sehari-hari atau ritual. **Contoh Penggunaan**: 1. **_Jĕma nge rĕbah-rimpah sakit_** → Orang-orang sakit dimana-mana. 2. **_Lō nge rĕbah-ruhul_** → Sudah lewat waktu shalat Dzuhur. 3. **_Bakō sĕger rĕbah_** → Tembakau dari hasil panen pertama di ladang tertentu. 4. **_Sĕger rĕbah aku bĕrladang i sō_** → Aku hanya menanam satu kali panen (tembakau/tebu) di ladang itu. 5. **_K' òné dòdòhé, k' òné rĕbahé_** → Kemana condongnya, kesanalah jatuhnya (seperti takdir). **Catatan Tambahan**: - **Variasi Bentuk**: - **merĕbah/murĕbah**: jatuh menimpa (misalnya pohon tumbang). - **rĕbahi**: menimpa atau menghantam (*umahku irĕbahi kayu* = rumahku tertimpa pohon). - **rĕbah-rebahen**: berbaring istirahat (*rebah-rebahen mulō* = para tamu berbaring istirahat sambil menunggu makanan matang). - Dalam agraris, *sĕger rĕbah* merujuk pada hasil panen pertama tebu atau tembakau.