## ***suhut*** **Salabisasi**: su-hut **Kelas kata**: Nomina **Makna**: Saksi; orang yang menyaksikan (misalnya dalam kontrak jual beli). Berasal dari bahasa Arab *شَهِيد (syuhūd)*, bentuk jamak dari *syahīd*. Dalam praktiknya, saksi dari pihak pembeli kadang secara khusus disebut ***suhut***, sedangkan saksi dari pihak penjual disebut ***saksi***, meskipun kebanyakan kedua istilah ini dipakai secara bergantian. **Fungsi Utama**: Menunjuk pada pihak yang bertindak sebagai saksi dalam suatu transaksi atau perjanjian, khususnya jual beli, untuk mengesahkan keabsahan kontrak. **Contoh Penggunaan**: - ***Ike gere musaksi-suhut, gere sah juél-bĕli.*** : Jika tidak ada saksi-saksi dari kedua belah pihak, maka jual beli tidak sah. **Catatan**: - Kata serapan dari bahasa Arab: شُهُود (syuhūd), bentuk jamak dari شَهِيد (syahīd) yang berarti 'saksi'. - Dalam konteks transaksi jual beli, ada pembedaan teknis antara ***suhut*** (saksi pembeli) dan ***saksi*** (saksi penjual), meskipun pada umumnya kedua kata ini dapat dipertukarkan. - Kehadiran saksi dari kedua belah pihak adalah syarat mutlak untuk keabsahan transaksi jual beli menurut adat. Tanpa saksi, jual beli dianggap tidak sah (***gere sah***). Hal ini menunjukkan pentingnya transparansi dan kesaksian publik dalam sistem hukum adat Gayo.