## **_SUNDI_** **Salabisasi:** sun-di **Kelas kata:** Verba (Kata Kerja) **Makna:** Mengayak, menampi (secara spesifik: menggoyangkan beras yang sudah dikupas di dalam nyiu ke atas dan ke bawah untuk memisahkan dedak dan kotoran). **Fungsi Utama:** Digunakan sebagai kata kerja untuk mendeskripsikan tahap lanjutan dalam proses pasca-panen padi, yaitu membersihkan beras dari dedak dan kulit ari setelah proses penumbukan dan penampian awal. **Contoh Penggunaan:** * ***Nyundi óròs ku wan niu***, mengayak beras di dalam alat penampi beras (menggoyangkan nyiu ke atas dan ke bawah). **Bentuk Turunan dan Penggunaannya:** * ***Nyundi***: Bentuk aktif (terinfleksi) yang bermakna melakukan gerakan mengayak/menampi dengan gerakan vertikal (naik-turun). **Catatan:** * **Perbandingan Lintas Leksikon (SUNDI vs. KÈSEK)**: Sangat penting untuk membedakan ***sundi*** dari ***kèsèk***. Keduanya adalah istilah teknis dalam penampian padi, tetapi memiliki teknik gerakan dan tujuan yang berbeda: * ***Kèsèk***: Gerakan memutar/melingkar (horizontal) di dalam nyiu untuk memisahkan gabah yang belum terkupas (*lĕmbatah*) dari beras yang sudah terkupas (*óròs*). * ***Sundi***: Gerakan menggoyangkan nyiru ke atas dan ke bawah (vertikal) untuk memisahkan dedak (*dědak*) dan kotoran/kulit ari (*kloemit*) dari beras yang sudah bersih, sehingga hanya butiran beras murni yang tertinggal di dalam nyiu. * **Konteks Teknologi Agraris (Tahapan Pasca-Panen)**: Entri ini membuktikan bahwa proses pembersihan beras dalam masyarakat Gayo dilakukan dalam beberapa tahap yang sangat spesifik, terukur, dan memiliki terminologi yang presisi. Pemisahan antara gerakan memutar (*kèsèk*) dan gerakan naik-turun (*sundi*) menunjukkan pemahaman yang sangat mendalam tentang fisika partikel dan aerodinamika dalam memisahkan material berdasarkan berat dan ukurannya. --- Berikut adalah perbandingan Tapi, Kesek dan Sundi: ### [TAPI](./Tapi.md) / NAPI (Tahap Awal: Pengayakan Vertikal Pertama) * **Konsep Dasar**: Menggoyangkan padi yang baru ditumbuk di dalam nyiru untuk membuang kotoran kasar. * **Gerakan Fisik**: Mengayak/menggoyangkan nyiru (umumnya naik-turun atau ke depan-belakang) secara berulang. * **Tujuan Pemisahan**: Membuang **sekam** (*sěkam*) dan **dedak** (*dědak*) dari beras yang baru ditumbuk. * **Posisi dalam Siklus**: Dilakukan **setiap kali** setelah tahapan penumbukan (***mępòr***, ***njule***, ***nlumet***). Jadi, *napi* bisa dilakukan berkali-kali dalam satu siklus pengolahan. * **Konteks Gender**: Secara eksplisit dicatat sebagai pekerjaan perempuan. Ini menunjukkan pembagian peran gender yang ketat dalam domestik Gayo. * **Kata Kunci**: *Mengayak awal, buang sekam & dedak, pekerjaan perempuan, berulang setelah tumbuk.* ### [KÈSEK](./Kesek.md) / NGÈSEK (Tahap Tengah: Pemisahan Beras vs Gabah) * **Konsep Dasar**: Menampi dengan gerakan memutar untuk memisahkan beras bersih dari gabah yang belum terkupas. * **Gerakan Fisik**: Menggerakkan nyiru dengan **gerakan memutar/melingkar** (horizontal) secara lembut. * **Tujuan Pemisahan**: Memisahkan **gabah** (*lĕmbatah/blatah*) dari **beras bersih** (*óròs*). * **Prinsip Fisika**: Berdasarkan perbedaan berat dan kekasaran. Beras yang lebih berat dan halus terdorong ke tepi luar nyiru (***ujung*** = sisi terjauh dari penampi), sedangkan gabah yang lebih ringan dan kasar berkumpul di tengah/dekat penampi (***ralik*** = sisi terdekat). * **Posisi dalam Siklus**: Dilakukan **setelah** *napi* terakhir, sebagai tahapan pemisahan utama antara beras dan gabah. * **Metafora Hukum**: Memiliki derivasi idiomatik yang sangat penting, yaitu ***ngèsèki pri*** (menyelidiki perkara dengan teliti seperti reje mengadili). * **Kata Kunci**: *Gerakan memutar, pisah beras dari gabah, prinsip fisika partikel, metafora yudisial.* ### [SUNDI](./Sundi.md) / NYUNDI (Tahap Akhir: Pembersihan Final) * **Konsep Dasar**: Mengayak akhir untuk membersihkan beras dari sisa-sisa dedak dan kotoran halus. * **Gerakan Fisik**: Menggoyangkan nyiru dengan **gerakan naik-turun** (vertikal) yang spesifik. * **Tujuan Pemisahan**: Membuang sisa **dedak** (*dědak*) dan **kloemit** (kulit ari/kotoran halus), sehingga hanya butiran beras yang benar-benar bersih yang tertinggal di nyiru. * **Posisi dalam Siklus**: Dilakukan **setelah** *ngèsèk*, sebagai tahap final sebelum beras siap dimasak. * **Kata Kunci**: *Gerakan naik-turun, pembersihan final, buang dedak halus, tahap akhir.* --- ### Tabel Perbandingan Singkat | Fitur | TAPI / NAPI | KÈSEK / NGÈSEK | SUNDI / NYUNDI | | :--- | :--- | :--- | :--- | | **Tahapan** | Awal (berulang) | Tengah (utama) | Akhir (final) | | **Gerakan Nyiru** | Mengayak/menggoyangkan | Memutar/melingkar (horizontal) | Naik-turun (vertikal) | | **Target Buangan** | Sekam (*sěkam*) & dedak kasar | Gabah (*lĕmbatah*) | Sisa dedak halus & *kloemit* | | **Hasil yang Dipertahankan** | Beras + gabah (belum terpisah) | Beras bersih (terpisah dari gabah) | Beras super bersih (siap masak) | | **Prinsip Fisika** | Penyaringan kasar | Pemisahan berdasarkan berat & kekasaran | Penyaringan halus | | **Konteks Gender** | Eksklusif perempuan (*vrouwenwerk*) | Umum (bisa laki/perempuan) | Umum | | **Metafora** | Tidak ada | *Ngèsèki pri* (menyelidiki perkara) | Tidak ada | --- ### Urutan Kronologis Siklus Pasca-Panen Gayo Berdasarkan analisis entri-entri terkait, siklus lengkap pengolahan padi dalam masyarakat Gayo adalah sebagai berikut: ``` 1. MĘPÒR / NJULE / NLUMET → Penumbukan padi (bertahap) ↓ 2. NAPI (TAPI) → Pengayakan awal (buang sekam & dedak kasar) ↓ 3. NGÈSEK (KÈSEK) → Penampian memutar (pisah beras dari gabah) ↓ 4. NYUNDI (SUNDI) → Pengayakan akhir (buang sisa dedak halus) ↓ [BERAS SIAP MASAK] ```