## **_TANGGANG_** **Salabisasi:** tang-gang **Kelas kata:** Nomina (Kata Benda) **Makna:** Kalung, kalung leher, atau hiasan leher. **Fungsi Utama:** Digunakan sebagai kata benda untuk merujuk pada berbagai jenis perhiasan leher yang dikenakan oleh berbagai kalangan (pengantin, pejabat adat, anak-anak). *Tanggang* tidak hanya berfungsi sebagai perhiasan estetis, tetapi juga sebagai penanda status sosial, simbol kekayaan, dan yang paling penting, sebagai **jimat pelindung** yang menangkal roh jahat atau pengaruh buruk. **Contoh Penggunaan:** * ***Tanggang sara (rōa, tulu) tali atau - pĕranggōn***, satu (dua, tiga) buah kalung. *(Kata **tali** atau **pĕranggōn** berfungsi sebagai kata bantu bilang / klasifikator untuk kalung).* * ***wetné tanggang ari ròngóké***, ia melepaskan kalungnya dari lehernya. **Bentuk Turunan dan Klasifikasi (Jenis-jenis Tanggang):** Masyarakat Gayo memiliki taksonomi yang sangat detail untuk berbagai jenis kalung berdasarkan material, pemakai, dan fungsi ritualnya: 1. ***tanggang birahmani***: Kalung yang terbuat dari benda-benda perak berongga yang diisi dengan *gomlak* (getah damar). Kalung ini terutama dikenakan oleh pengantin pria, *guru didòng*, dan juga anak-anak. Kadang-kadang ditempeli pula kerang laut (*[tòngkop](./Tongkop.md)* atau *[krang](./Krang.md*) atau manik-manik kaca. 2. ***tanggang kĕkanak***: Kalung anak-anak. Kalung ini bisa terbuat dari berbagai bahan: kepingan uang logam palsu (seperti *[kupang repek](./Kupang.md)*), manik-manik, biji *pĕnggòng*, atau sekadar rantai tembaga / tali yang ditempeli potongan akar wangi (*jĕrangō*) atau kerang (*tòngkop*). Banyak dari kalung anak ini dilengkapi dengan kerang-kerang kecil untuk tujuan magis. 3. ***tanggang Mulut***: Kalung ritual yang dipintal dari benang *pancĕròna* oleh para tamu selama upacara *jikir Mulut*. Di akhir pesta, kalung ini dihadiahkan kepada tuan rumah untuk dikalungkan pada anak-anak kecil mereka sebagai penangkal dari pengaruh-pengaruh jahat. 4. ***tanggang pèng***: Kalung yang terdiri dari uang-uang logam yang dirangkai pada seutas tali. 5. ***tanggang bĕrĕnggiep kupang***: Kalung anak-anak (terutama untuk gadis-gadis kecil), yang terdiri dari beberapa rantai kecil yang dirangkai dengan koin-koin perak kecil. Rantai-rantai ini bertemu di bagian depan pada pelat-pelat segitiga yang disebut ***lĕlayang***, dengan hiasan ***kĕtam*** sebagai pelengkapnya. Koin perak (*kupang*) di sini menggantikan fungsi pelat belah ketupat kecil yang disebut ***rĕnggiep*** (dari kata inilah nama kalung ini berasal). 6. ***tanggang sensim bĕrambur***: Kalung yang terdiri dari cincin-cincin tembaga lepas yang dirangkai menjadi satu. >kata 'bĕrambur' saat diucapkan bunyi huruf 'b' terdengar samar sehingga terdengar seperti 'bĕramur' **Catatan:** * **Konteks Budaya (Fungsi Ganda: Estetika vs. Magis-Apotropaik)**: Entri ini mengonfirmasi bahwa dalam kosmologi Gayo, perhiasan leher (*tanggang*) memiliki fungsi ganda yang sangat vital. Bagi orang dewasa (pengantin, *guru didòng*), *tanggang* adalah simbol status, otoritas spiritual, dan keindahan. Namun bagi anak-anak, *tanggang* adalah **alat pertahanan spiritual**. Kalung anak (*tanggang kĕkanak*) secara sengaja ditempeli material-material yang memiliki kekuatan magis atau aroma penolak roh jahat, seperti ***tòngkop*** (kerang laut untuk mengikat jiwa yang kaget), ***krang*** (kerang laut langka), dan ***jĕrangō*** (akar wangi yang aromanya mengusir roh jahat). * **Konteks Ritual dan Interaksi Sosial (*Jikir Mulut*)**: ***Tanggang Mulut*** memberikan jendela yang sangat langka dan berharga tentang upacara ***jikir Mulut***. Dalam ritual ini, terjadi interaksi spiritual dan sosial yang diwujudkan dalam bentuk material: para tamu memintal benang *pancĕròna* menjadi kalung selama berzikir, lalu kalung yang "sudah diisi" oleh energi doa tersebut diserahkan kepada tuan rumah untuk dipakai oleh anaknya. Ini adalah bentuk **transfer berkah dan perlindungan komunal** dari tamu kepada anak tuan rumah. * **Konteks Anatomi Perhiasan (Komponen *Tanggang*)**: Entri ini mendokumentasikan terminologi teknis yang sangat presisi untuk komponen penyusun perhiasan Gayo: - ***lĕlayang***: Pelat segitiga tempat bertemunya rantai-rantai kalung. - ***kĕtam***: Hiasan pelengkap (applique) pada pelat *lĕlayang*. - ***rĕnggiep***: Pelat kecil berbentuk belah ketupat (yang digantikan oleh *kupang* pada kalung *bĕrĕnggiep kupang*).