## ***tanòh*** **Salabisasi**: ta-nòh **Kelas kata**: Nomina **Makna**: Tanah; lahan; bumi. **Fungsi Utama**: 1. Menunjuk pada materi tanah atau bumi sebagai unsur alam. 2. Menunjuk pada lahan atau wilayah (pertanian, kampung, negeri). 3. Digunakan dalam berbagai istilah untuk menyebut jenis-jenis tanah berdasarkan warna, tekstur, atau penggunaannya. **Contoh Penggunaan**: - ***Tanòh n umengku jĕròh pĕdih.*** : Tanah sawahku bagus sekali (sangat baik). - ***Tanòhku jĕròh pĕdih ròmé.*** : Tanahku menghasilkan padi yang sangat baik. - ***I wan tanòh Gajō dĕlé pĕdih batang n uyem.*** : Di Tanah Gayo sangat banyak pohon pinus. - ***Tanòhku due nalih inih.*** : Tanahku memiliki luas 2 *nalih* benih padi, artinya dibutuhkan 2 *nalih* benih padi untuk menanaminya. - ***Tanòh sara kĕmbul.*** : Segenggam tanah sebesar kepalan tangan. - ***Setanòh nge aku urum wé.*** : Aku dan dia sudah berhadapan langsung [tidak ada halangan lagi, sehingga bisa saling memukul, dikatakan tentang orang yang sedang berkelahi]. - ***Sumpah ku Tanòh.*** : Bersumpah demi bumi. Lihat entri ***[kandung](./Kandung.md)***. **Catatan**: - Jenis-jenis tanah yang dikenal: - ***Tanòh gemur***: Tanah liat yang subur; lempung yang sangat subur. - ***Tanòh ilang***: Tanah merah (di mana rumput tidak tumbuh). - ***Tanòh liet***: Tanah lekat/lengket, biasanya kurang subur. - ***Tanòh ubet***: Tanah hitam yang berbutir-butir. - ***Tanòh oné***: Tanah keras (subur). - ***Tanòh cak***: Tanah berbongkah-bongkah. - ***Tanòh cĕmpege***: Belerang (secara harfiah "tanah belerang"). - ***Tanòh n jèrèt***: Tanah dari kuburan yang baru digali (digunakan sebagai bahan ramuan obat-obatan tertentu). - ***Tanòh n dapur***: Tanah untuk dapur; tanah timbunan untuk tempat perapian setinggi satu *jĕngkal*. - ***Tanòh tumpah-darah ni muyang-datungku***: Ungkapan untuk tanah warisan leluhur yang telah dibuka dan diolah oleh para pendahulu. --- ## ***tanòhi*** **Salabisasi**: ta-nò-hi **Kelas kata**: Verba (bentuk turunan; juga *nanòhi*) **Makna**: Memberi tanah; melapisi dengan tanah; meninggikan dengan tanah. Secara khusus: meninggikan dapur (tungku) dengan tanah, memberi [lebih banyak] tanah, atau membuat tungku dari tanah. **Fungsi Utama**: Menyatakan tindakan menambahkan atau membentuk tanah pada suatu tempat, khususnya dapur atau tungku. **Contoh Penggunaan**: - ***Tanòhen dapurmu glah tĕbel.*** (Tinggikan dapurmu dengan tanah, biarlah lapisan tanahnya agak tebal, atau buatlah dapur dari tanah dan usahakan lapisan tanahnya agak tebal.) --- ## ***bĕrtanòh*** **Salabisasi**: bĕr-ta-nòh **Kelas kata**: Verba (bentuk statif) **Makna**: Sudah diberi tanah; sudah jadi (tentang dapur/tungku). **Fungsi Utama**: Menyatakan bahwa suatu objek telah selesai dilapisi atau dibentuk dari tanah. **Contoh Penggunaan**: - ***Nge bĕrtanòh dapurku.*** (Dapurku sudah selesai dibuat dari tanah; dapurku sudah siap.) --- ## ***mutanòh*** **Salabisasi**: mu-ta-nòh **Kelas kata**: Adjektiva / Verba Statif **Makna**: Memiliki banyak tanah; menjadi tuan tanah; pemilik lahan. **Fungsi Utama**: Menyatakan status seseorang sebagai pemilik tanah yang luas. **Contoh Penggunaan**: - ***Pengulu Gele, Pengulu Rĕma, òya si mutanòh i gĕlung Gayō [Lues].*** (Pengulu Gele dan Pengulu Rĕma adalah para tuan tanah di wilayah Gayo Lues.) --- ## ***pĕrtanòhen*** **Salabisasi**: pĕr-ta-nò-hen **Kelas kata**: Nomina **Makna**: Keadaan tanah; kondisi tanah (terutama sejauh diyakini memengaruhi kesejahteraan penduduk suatu negeri atau kampung). **Fungsi Utama**: Menyebut kualitas atau karakteristik tanah yang dianggap menentukan nasib, kecantikan, kekayaan, dan kemakmuran penduduknya. **Contoh Penggunaan**: - ***Si bĕbĕru Pĕnosan dĕlé si jĕròh, sebep jĕròh pĕtanòhen i kampungé.*** (Banyak gadis Pĕnosan yang cantik, karena mereka berdiam di tempat yang baik [secara harfiah: karena kondisi tanah di kampung mereka baik].) - ***Kōrō Landé jĕroh pĕtanòhedné, tĕmbun-tĕmbun bédné.*** (Kerbau-kerbau Landé tumbuh baik [Laut adalah tanah yang baik untuk kerbau], kerbau-kerbau di sana semuanya gemuk-gemuk.) > kata 'Landé' saat dibaca maka bunyi huruf /d/ terdengar samar sehingga seakan-akan terdengar 'Lané' > Demikian juga dengan kata 'pĕtanòhedné' saat dibaca huruf /d/ terdengar samar sehingga akan terdengar 'pĕtanòhené' - ***Kampung Kute Lintang jĕròh pĕtanòhedné, dĕlé jĕma kaya-kaya i was a.*** (Kampung Kute Lintang adalah negeri yang beruntung, di sana banyak orang kaya.) - ***Nge pĕrtanòhen kampung Kung gere mĕra jĕma rami.*** (Sudah menjadi ketentuan tanah kampung Kung [di wilayah Deret] bahwa tempat itu tidak bisa berpenduduk ramai.) **Catatan**: - Konsep ***pĕrtanòhen*** mencerminkan kepercayaan bahwa kondisi fisik tanah suatu tempat memengaruhi nasib dan kesejahteraan penghuninya. Tanah yang baik menghasilkan gadis-gadis cantik, kerbau gemuk, dan orang kaya; tanah yang buruk menyebabkan tempat sulit berkembang. --- ## ***mutĕtanòhen*** **Salabisasi**: mu-tĕ-ta-nò-hen **Kelas kata**: Verba (bentuk statif) **Makna**: Tertutup tanah; kotor oleh tanah; penuh dengan tanah. **Fungsi Utama**: Menyatakan keadaan kotor karena tanah yang menempel di badan, pakaian, atau benda. **Contoh Penggunaan**: - ***Pumungku, upuhku mutĕtanòhen.*** : Tanganku, kainku penuh dengan tanah. - ***Sa kin ara mutĕtanòhen ulak ari jèrèt?*** (Siapakah yang pernah kembali dari kubur dengan badan tertutup tanah? Artinya: adakah orang yang pernah kembali dari kubur? Rupanya di sana orang tidak terlalu disiksa oleh hukuman-hukuman yang sering kita takutkan ketika berbuat jahat, jadi kita tidak perlu takut.)