## unggel **Salabisasi:** ung-gel **Kelas Kata:** Adjektiva **Makna:** Penanda bahwa seseorang adalah anak tunggal atau satu-satunya anak dari jenis kelamin tertentu dalam keluarga, tidak memiliki saudara kandung sejenis (serinen pedih). **Fungsi Utama:** Digunakan setelah kata-kata kekerabatan seperti *[ama](./ama#a-ma-unggel)* (ayah), *ine* (ibu), *[mpu](./Mpu#2)* (kakek), *ibi* (nenek), *pun* (paman), *[abang](./Abang#abang)* (kakak laki-laki), *aka* (kakak perempuan), dan *ngi* (adik) untuk menunjukkan status tunggal dalam keluarga. **Contoh:** - ***Ini aka-unggelku.*** : Ini kakak perempuanku, yang merupakan satu-satunya anak perempuan dari orang tuanya (baik orang tua kandung atau orang tua tidak langsung) Unggel bisa digunakan dalam orang kedua dan ketiga, misalnya: - ***Ama-unggel*** : Ayah yang anak tunggal, dalam tradisi Gayo, sebutan *[ama](./ama#ama)* berlaku untuk semua kerabat laki-laki seseorang yang berada pada garis keturunan patriarkal yang sama dengan ayahnya. Jadi yang dimaksud dengan *ama unggel* disini bisa saja sepupu ayah-nya - ***Abang-unggel*** : Kakak laki-laki yang satu-satunya, boleh jadi abang kandung atau abang sepupu. Jadi, "*unggel*" berfungsi sebagai penegasan bahwa orang tersebut tidak memiliki saudara kandung sejenis dalam keluarganya. **Catatan Tambahan:** - Kata ini digunakan baik dalam konteks kedua maupun ketiga persona, terutama dalam percakapan tentang hubungan kekerabatan.