### **_WIN/WÉN_** - **Salabisasi**: win / wé-n - **Kelas kata**: Nomina - **Makna**: sebutan atau panggilan untuk laki-laki muda yang belum menikah; terutama digunakan untuk menyebut saudara laki-laki yang lebih muda (*ngi rawan*), kerabat sepupu laki-laki (*sĕrinen*, *dĕngan*), atau ipar laki-laki (*èra*) yang masih lajang - **Fungsi Utama**: sebagai bentuk panggilan akrab dan sopan kepada laki-laki muda dalam konteks kekerabatan atau sosial - **Contoh Penggunaan**: - _**Win òya si mei lujungku.**_ → Pemuda itu mengambil pisau milikku. - _**Nti blōh mulō win.**_ → Jangan pergi dulu, anak muda. - _**Kite bĕrwin ku ngite.**_ → Kita menyebut win untuk adik-adik laki-laki. - _**Iwidni aku i dĕné sie satnini, → Baru saja dia menyebut ku dengan win di jalan itu. - _**Ipuwidné aku.**_ → Mereka selalu memanggil saya *win*. - **Catatan Tambahan**: - Hanya digunakan untuk laki-laki yang belum menikah. - Mirip dengan *[ipak](./Ipak.md)* (untuk anak perempuan kecil), tetapi digunakan pada usia remaja hingga dewasa muda. - Sering dipakai oleh perempuan yang lebih tua atau tokoh senior saat berbicara kepada laki-laki muda. - Termasuk dalam sistem panggilan kekerabatan yang halus dan terstruktur dalam masyarakat Gayo. --- ### **_win we_** - **Salabisasi**: win we - **Kelas kata**: Frasa Nomina - **Makna**: lihat entri **_[we](./we#2)_** - **Fungsi Utama**: merujuk pada bentuk turunan atau kombinasi sebutan