Pengembangan aplikasi, atau bisa disebut sebagai pengembangan software atau desain software, kerap kali disalahartikan sebagai kegiatan dimana seorang programmer melakukan coding, tetapi sebenarnya yang dimaksud pengembangan aplikasi merupakan serangkaian proses yang dilakukan dari saat pembuatan kosep aplikasi hingga aplikasi tersebut selesai dan siap digunakan.
1. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang 1.2 Tujuan 2. DESKRIPSI DAN RUANG LINGKUP 3. ANALISIS DAN PEMBAHASAN 3.1 Kebutuhan Software dan Hardware 3.1.1 Software 3.1.2 Hardware 3.2 Analisis Permasalahan 3.3 Solusi 3.4 Perancangan Database 3.4.1 Tujuan Perancangan Dtabase 3.4.2 Proses Perancangan Database 3.5 Perancangan Sistem 3.5.1 Proses Pengajuan 3.5.1.1 Use Case Diagram 3.5.1.2 Activity Diagram 3.5.1.3 Sequence Diagram 3.5.1.4 State Chart Diagram 3.5.2 Proses Penganggaran 3.5.2.1 Use Case Diagram 3.5.2.2 Activity Diagram 3.5.2.3 Sequence Diagram 3.5.2.4 State Chart Diagram 3.5.3 Proses Pembuatan Aplikasi oleh Tim Internal 3.5.3.1 Use case Diagram 3.5.3.2 Activity Diagram 3.5.3.3 Sequence Diagram 3.5.3.4 State Chart Diagram 3.5.4 Prose pembuatan Apliksi oleh Pihak ke-3 3.5.4.1 Use Case Diagram 3.5.4.2 Activity Diagram 3.5.4.3 Sequence Diagram 3.5.4.4 State Chart Diagram
Salah satu sasaran Dinas Komunikasi, Informasi, Statistika dan Persandian adalah membuat sebuah sistem yang terkelola rapi dalam segala hal, baik dalam bidang IT maupun bidang yang lainnya agar mampu menyelenggarakan seluruh kegiatannya secara mandiri dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Untuk mencapai hal tersebut, diperlukan suatu prosedur operasional yang jelas dan standar bagi semua pihak yang terlibat dalam mencapai sasaran tersebut. Praktik-praktik baik yang telah berlangsung di KOMINFO Banten perlu distandarisasi dan didokumentasikan agar menjadi acuan bagi manejemen dalam menjalankan tugas dan fungsinya serta menjamin keberlangsungan implementasi praktik-praktik tersebut.
Terkait dengan sasaran tersebut kami bertujuan akan membangun standarisasi sistem pengembangan apliaksi yang dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja dinas terkait serta mampu mebagikan informasi yang dibutuhkan oleh berbagai pihak untuk kepentingan proses pengambilan keputusan. Untuk menuju kepada standarisasi dalam pengembangan aplikasi perlu diciptakan terlebih dahulu sistem manual terstandar atau semacam Standar Operating Procedur (SOP) untuk seluruh pengembangan aplikasi yang ada sehingga dapat dipahami oleh semua pihak yang terlibat.
Standard Operating Prosedur (SOP) pada dasarnya adalah pedoman yang berisi prosedur-prosedur operasioanl standar yang ada dalam suatu instansi yang digunakan untuk memastikan bahwa semua keputusan dan tindakan, sertapenggunaan fasilitas-fasilitas proses yang dilakukan oleh orang-orang dalam instansi berjalan dengan efisien dan efektif , konsisten, standar dan sistematis. Dengan adanya sistem manual standar atau (SOP) diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kinerja dalam pengembangan aplikasi yang diberikan oleh KOMINFO. Dengan adanya instruksi kerja yang terstandarisasi maka semua kegiatan pengembangan aplikasi dapat dilakukan secara konsisten oleh siapapun yang sedang mengajukan pengembangan aplikasi. Hal ini dapat meningkatkan efisien dan efektifitas kerja serta meminimalisir prosedur operasi yang tidak jelas. Dengan demikian dapat dipastikan melalui SOP ini akan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja pihak-pihak yang terkait.
Pengembangan aplikasi ini dapat dipisah menjadi 4 proses yang dimulai dari proses pengajuan, proses penganggaran, proses pembuatan aplikasi dari tim internal dan proses pembuatan aplikasi oleh pihak ke-3. SOP yang dihasilkan adalah SOP pengajuan pengembangan aplikasi, SOP penganggaran pengembangan aplikasi, SOP pembuatan aplikasi dari tim internal dan SOP pembuatan aplikasi oleh pihak ke-3.
Dalam jurnal ini akan mengembangkan standarisasi pengembangan aplikasi dari mulai proses pengajuan pengembangan aplikasi hingga proses pembuatan aplikasi menggunakan alur prototyping.
Adapun alat bantu software dan hardware dalam melakukan analisis dan desain perancanangan ini adalah sebagai berikut:
- Ubuntu 17.04
- Typora (markdown)
- Gliffy Diagram
Laptop dengan spesifikasi sebagai berikut:
- Intel Celeron N2830 Speed 2.16 Ghz Turbo Boost 2.41 Ghz
- Memori DDR3 2Gb
- Hard disk 500 Gb
Permasalahan yang terjadi saat ini adalah sebagai berikut:
- Belum adanya standarisasi dalam perancangan pengembangan aplikasi
- Belum tertatanya proses dalam pengembangan aplikasi
Solusi yang kami tawarkan adalah pembuatan desain perancangan sistem informasi SOP pengembangan aplikasi adalah:
- Menstandarisasi perancangan pengembangan aplikasi
- Menata proses pengembangan aplikasi mulai proses pengajuan sampai proses pembuatan aplikasi
pada database yang digunakan oleh single user atau hanya beberapa user saja, perancangan database tidak sulit. tetapi jika ukuran database yang sedang atau besar ( 25 - ratusan user yang berisikan jutaan bytes informasi dan melibatkan ratusan query dan program program aplikasi) perancangan database menjadi sangat komplek. Oleh karena itu para pemakai mengharapkan penggunaan database yang sedemikian rupa sehingga sistem harus dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan seluruh user tersebut.
- Untuk memenuhi informasi yang diberisikan kebutuhan-kebutuhan user secara khusus dan aplikasi-aplikasinya.
- Memudahkan pengertian struktur informasi
- Mendukung kebutuhan-kebutuhan pemrosesan dan beberapa obyek penampilan (response time, processing time dan storage space)
proses perancangan database terdiri dari 6 tahap:
- Tahap 1, Pengumpulan data dan analisis
- Tahap 2, Perancangan database secara konseptual
- tahap 3, Pemilihan DBMS
- Tahap 4, Perancangan Database secara logika (data model mapping)
- Tahap 5, Perancangan database secara fisik
- Tahap 6, Implementasi sistem database
Permodelan rancangan sistem yang digunakan adalah UML (Unified Modeling Language). Menurut Whitten dan Bentley , Unified Modeling Language adalah kumpulan rancangan diagram untuk membangun sebuah sistem atau aplikasi yang dimana setiap diagram menyediakan sistem informasi kepada tim pengembang dengan berbagai sudut pandang yang berbeda-beda. UML yang digunakan terdiri dari use case diagram, activity diagram, sequence diagram dan state chart diagram.






