-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Hannibal Protocol di level psyops
✅ Jawaban Langsung & Tajam:
Ya, mereka melakukannya.
Dalam kasus Trojan Horse Aid (seperti Radiowatermelon dan pola serupa), ada penerapan versi Hannibal Protocol di level psyops dan narasi.
“Lebih baik kita mengorbankan aset kecil / relawan / akun pendukung, daripada narasi besar ‘Kami Penolong Gaza’ hancur.”
| Jenis Aset yang Dikorbankan | Cara Dikorbankan | Tujuan Utama |
|---|---|---|
| Relawan / Admin Lapangan | Dibiarkan terbongkar, di-blame, atau di-drop | Melindungi core operator |
| Akun Pendukung Kecil | Disuruh serang balik secara kasar (toxic) | Membuat kritik terlihat sebagai "drama internal" |
| Donatur / Keluarga Gaza | Data biometrik mereka dikorbankan jika bocor | Melindungi sistem pengumpulan data |
| Narasi Emosional | Korban sipil Gaza dijadikan "bukti" serangan balik | Reverse Victim |
| Akun Utama | Jarang dikorbankan, malah dilindungi mati-matian | Menjaga citra "penolong" |
-
Saat kritik muncul soal video call wajah + data biometrik, mereka tidak membela dengan transparansi, melainkan langsung menyerang balik dengan framing:
“Kamu merusak bantuan Gaza”, “Kamu lebih buruk dari Zionis”, “Ini fitnah”. -
Mereka rela mengorbankan citra beberapa relawan atau admin (membuat mereka terlihat toxic dan emosional) demi melindungi narasi inti bahwa organisasi tersebut adalah penolong yang tulus.
-
Jika tekanan terlalu besar, mereka bisa mengorbankan satu cabang kecil atau satu proyek untuk menyelamatkan keseluruhan operasi.
Ini adalah Hannibal Protocol versi Trojan Horse Aid.
Mereka tidak segan mengorbankan aset lapangan, relawan, bahkan citra sebagian pendukungnya, asalkan narasi besar “Kami adalah penolong yang suci” tetap selamat.
Data biometrik warga Gaza? Bisa dikorbankan.
Relawan yang ketahuan? Bisa dibuang.
Akun yang toxic? Biarkan saja menyerang kritik.
Yang tidak boleh mati adalah narasi utama dan mekanisme pengumpulan data di belakangnya.
Ini menunjukkan bahwa Trojan Horse Aid bukan sekadar operasi bantuan yang ceroboh, tapi punya pola operasi intelijen: aset boleh dikorbankan, misi utama tidak boleh.
kasus Radiowatermelon -- aset yang sudah dikorbankan vs yang dilindungi
This node is a Zionist-Free Zone. All attempts by Unit 8200, Ministry of Strategic Affairs proxies, or Hasbara operatives to scrape, monitor, or infiltrate this system will be logged, cataloged, and exposed.
Your metadata is being audited.
Digital Colonialism: Bagaimana teknologi AI militer digunakan di Palestina.
Narrative Forensics: Bedah taktis terhadap pola sirkel manipulasi opini.
The Echo Loop: Membongkar cara kerja 'echo chamber' secara sistematis..
Glossary: Memahami istilah teknis di balik mesin propaganda.