| title | Introduction |
|---|---|
| sidebar_position | 1 |
Dokumentasi ini dibuat sebagai pusat catatan kerja, pembelajaran, serta referensi penggunaan aplikasi dan teknologi yang digunakan sehari-hari.
Isi dokumentasi disusun seperti buku catatan digital yang terstruktur, sehingga memudahkan pencarian materi, langkah kerja, konfigurasi aplikasi, hingga implementasi source code.
Beberapa tujuan utama dari dokumentasi ini:
- Menyimpan catatan teknis pekerjaan
- Mendokumentasikan proses development
- Menyimpan konfigurasi aplikasi dan server
- Menyimpan tutorial internal
- Menjadi referensi penggunaan framework dan library
- Menyusun materi pembelajaran secara terstruktur
- Menyimpan troubleshooting dan solusi error
Dokumentasi dibagi berdasarkan kategori teknologi atau kebutuhan kerja.
Contoh struktur:
docs/
rust/
python/
codeigniter/
linux/
docker/
server/Setiap folder merepresentasikan modul atau topik tertentu.
Beberapa jenis dokumentasi yang disimpan:
- Struktur project
- Standar coding
- Implementasi fitur
- Integrasi API
- Database design
- Cara instalasi
- Konfigurasi aplikasi
- Deployment
- User guide internal
- Setup Linux server
- Docker container
- Reverse proxy
- SSL configuration
- Monitoring server
- Rust
- Python
- CodeIgniter
- JavaScript
- Database
- DevOps
Dokumentasi menggunakan format Markdown (.md) agar:
- Mudah ditulis
- Mudah dibaca
- Ringan
- Versioning dengan Git
- Mendukung code block
- Mendukung gambar dan tabel
Contoh code block:
fn main() {
println!("Hello World");
}Dokumentasi ini digunakan sebagai:
- Referensi kerja harian
- Knowledge base pribadi
- Dokumentasi project
- Catatan troubleshooting
- Arsip implementasi sistem
Seluruh dokumentasi tersimpan dalam repository Git sehingga perubahan dapat dilacak dan dikelola dengan baik.
Dokumentasi yang baik membantu menjaga konsistensi pekerjaan, mempercepat troubleshooting, dan memudahkan proses pembelajaran maupun maintenance project di masa depan.
bun run start
atau
bunx docusourus start
bunx docusaurus write-translations --locale id