Skip to content

ACE Joinner Pro v1.9.2

Choose a tag to compare

@synalfaganteng synalfaganteng released this 28 Jun 02:20

ACE Joinner Pro v1.9.2

Ringkasan

Rilis ini menyatukan Woofer FX dengan Image Render, mengembalikan judul lagu
di atas timecode, menyeragamkan live preview dengan hasil akhir, menghapus
letterbox gambar melalui mode fill, dan menambah intro prosedural tiga detik.

Perubahan Utama

Woofer FX

  • Tombol Add to Image Render mengirim background, audio, dan seluruh layout
    Woofer FX ke Image Render.
  • Transfer bersifat linked. Menekan tombol lagi memperbarui konfigurasi.
  • Mengganti audio atau gambar aktif di Image Render otomatis melepas Woofer FX
    lama agar cone tidak bergerak memakai beat sumber yang salah.
  • Preview dan hasil akhir memakai rasterizer Woofer yang sama. Ring luar tetap
    diam dan hanya cone di dalam mask yang bergerak.
  • Image Render tetap dapat menambahkan visualizer, particle, subscribe, logo,
    title, timecode, subtitle, dan Tracklist di atas hasil Woofer.
  • Tombol panah menggeser Woofer saat canvas/list aktif.
  • S, lalu panah atas/bawah, mengubah width dan height secara proporsional.
  • O, lalu panah atas/bawah, mengubah opacity.
  • Saat pilihan Model fokus, panah atas/bawah berpindah model.
  • Shift + panah memakai langkah perubahan lebih besar.
  • Badge MOVE, SCALE, OPACITY, atau MODEL menunjukkan mode shortcut aktif.

Image Render

  • Semua gambar memakai cover/fill, sehingga tidak ada garis hitam akibat
    rasio sumber berbeda.
  • Match Source memilih kanvas standar terdekat: 1280x720 atau 1920x1080.
  • Live preview gambar juga memakai fill.
  • Woofer FX linked dirender sebagai base video reaktif lalu seluruh VFX Image
    Render dikomposisikan di atasnya.

Timecode dan Tracklist

  • Timecode kembali menampilkan judul lagu di baris pertama dan jam realtime di
    baris kedua.
  • Judul tetap tampil ketika Tracklist Sidebar aktif.
  • Tanpa file tracklist TXT, nama file audio dipakai sebagai judul.
  • Live preview, Preview Segment, Video Render, dan Image Render memakai sumber
    title/tracklist yang sama.
  • Tata letak Tracklist split tetap 8/7 untuk 15 item, tanpa duplikasi baris dan
    tanpa jarak vertikal yang membesar akibat satu judul panjang.

Intro Layer

  • Intro video lama tetap tersedia.
  • Dua belas intro prosedural tanpa file video:
    Blur Reveal, Fade from Black, Fade from White, Soft Focus, Monochrome,
    Dark Lift, Contrast Rise, Mosaic Reveal, Wipe Left, Wipe Top, Center Open,
    dan Cinematic Bars.
  • Efek hanya dihitung pada tiga detik pertama.
  • Title utama otomatis mulai setelah intro selesai agar tidak bertabrakan.
  • Ketika Intro Layer nonaktif, tidak ada biaya render tambahan.

Video Render

  • Opsi sumber Boleh Dipakai Ulang mempertahankan perilaku lama.
  • Opsi Sekali Pakai per Batch memastikan satu video tidak dipilih ulang pada
    output lain di batch yang sama.
  • Render dihentikan sebelum mulai jika jumlah sumber tidak cukup untuk mode
    sekali pakai.

Stabilitas

  • Resolver Woofer Engine kini benar di mode development dan packaged ASAR.
  • Handler subtab Converter tidak lagi menimpa tombol Mixer, Woofer, Lirik, dan
    DAW Studio.
  • Preview Segment memakai jalur Subscribe yang benar.
  • Visualizer reaktif tetap transparan; tidak ada panel hitam di belakang bar.
  • NVENC, QSV, AMF, dan libx264 tetap memakai fallback encoder yang aman.

Hasil Audit

  • 117 unit/regression test: lulus.
  • 12 model intro diuji langsung dengan FFmpeg: lulus.
  • 39 halaman dan subhalaman Electron: 0 runtime error, 0 overflow, 0 duplicate
    ID, dan 0 broken image.
  • 18 workflow Converter/Audio Tools/Video Tools: lulus.
  • 8 workflow kreatif Smart Mixer/CID/Woofer/DAW/Caption: lulus.
  • Image Render + Woofer transfer + intro + visualizer + Tracklist + timecode:
    lulus dengan media asli.
  • Video Render + visualizer + Tracklist + timecode: lulus dengan media asli.
  • Tracklist live preview: 15 item, 2 kolom, 0 out-of-bounds.

Bahan Tutorial yang Disarankan

Siapkan bahan berikut agar tutorial mencakup workflow normal dan kasus tepi.

Audio

  • 10 audio MP3 berdurasi 30 detik sampai 5 menit.
  • 2 WAV dan 2 FLAC untuk tes kompatibilitas.
  • 3 lagu dengan bass kuat, 3 bass sedang, dan 2 lagu yang bagian tengahnya
    relatif tenang untuk mendemonstrasikan sensitivitas Woofer.
  • 2 audio dengan karakter suara panjang untuk tes Tracklist.
  • File TXT bernama sama dengan audio, misalnya Mix_001.mp3 dan Mix_001.txt.
  • Isi TXT minimal 10-15 timestamp, termasuk satu judul sangat panjang.

Gambar

  • 20 gambar: 5 landscape 16:9, 5 landscape 3:2, 4 portrait, 3 square, dan
    3 gambar resolusi kecil.
  • Minimal satu sumber 1280x720 dan satu 1920x1080.
  • Minimal satu PNG transparan untuk logo.
  • Minimal satu foto speaker/radio agar tutorial perspective Woofer mudah dilihat.

Video

  • 20 video pendek dan 5 video berdurasi lebih dari satu menit.
  • Campuran 720p/1080p, 24/30/60 FPS, serta H.264 dan HEVC jika perangkat
    mendukung.
  • Untuk demo anti-reuse: siapkan minimal
    Jumlah Export x Video per Export sumber unik. Contoh 10 export x 5 video
    memerlukan 50 video.

Overlay

  • 3 particle overlay transparan/alpha.
  • 3 particle berlatar hitam untuk mode screen.
  • 2 subscribe animation.
  • 2 logo PNG dengan rasio berbeda.
  • 2 subtitle SRT dan 1 ASS.

Perangkat dan Penyimpanan

  • Sisakan minimal 30 GB pada output drive untuk tutorial biasa.
  • Untuk batch 100 video, siapkan minimal 80-150 GB tergantung bitrate/durasi.
  • Uji satu PC AMD/AMF, satu NVIDIA/NVENC, dan satu Intel/QSV bila tersedia.
  • Catat versi driver GPU dan aktifkan encoder yang sesuai pada Settings.

Urutan Tutorial

  1. Import media, pilih output, dan jelaskan 720p/1080p/Match Source.
  2. Tunjukkan fill menggunakan satu gambar portrait atau 3:2.
  3. Buat Woofer, pilih model, lalu demonstrasikan panah, S, O, dan Perspective.
  4. Putar preview dan tunjukkan ring diam serta cone mengikuti beat.
  5. Tekan Add to Image Render.
  6. Tambahkan visualizer, particle, timecode, Tracklist, title, dan intro.
  7. Render Preview Segment sebelum render penuh.
  8. Ganti audio dan tunjukkan Woofer linked otomatis dilepas.
  9. Tunjukkan mode Video Render Sekali Pakai per Batch.
  10. Render dengan AMF/NVENC/QSV, lalu periksa output audio, resolusi, durasi,
    judul timecode, transparansi visualizer, dan sinkronisasi beat.

Checklist Sebelum Menjual

  • Jalankan Preview Segment pada setiap preset tutorial.
  • Putar bagian awal, tengah, dan akhir output.
  • Pastikan cone tetap bergerak setelah pertengahan lagu.
  • Pastikan visualizer tidak mempunyai kotak hitam.
  • Pastikan Tracklist aktif berpindah sesuai timestamp.
  • Pastikan title mulai setelah tiga detik ketika intro prosedural aktif.
  • Pastikan file output bisa diputar di VLC dan browser.
  • Pastikan updater mendeteksi v1.9.2 dari instalasi v1.9.1.
  • Simpan checksum installer dan source backup.

Memulihkan Source Backup

  1. Ekstrak ZIP source ke folder dengan ruang kosong minimal 5 GB.
  2. Pastikan Node.js 20 LTS atau versi kompatibel tersedia.
  3. Jalankan npm ci.
  4. Jalankan npm test.
  5. Jalankan npm start untuk development.
  6. Jalankan npm run dist untuk membuat installer Windows.

Folder assets, ffmpeg, yt-dlp, dan pandoc disertakan dalam source backup.
node_modules, cache, hasil audit, bahan pengujian, dan hasil build tidak
disertakan karena dapat dibuat ulang atau bukan bagian source aplikasi.