-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 1
Big Tech Mapping
(Update Per 24 Maret 2026)
Ini adalah inti yang paling panas. Repo ini memetakan Big Tech bukan sebagai “penyedia teknologi”, tapi sebagai tulang punggung operasional genosida algoritmik.
-
Google (Alphabet) – Project Nimbus
- Kontrak $1.2 miliar bersama Amazon (2021, masih berjalan 2026).
- Memberikan cloud computing, AI tools, data center di Israel.
- IDF menggunakan Nimbus untuk training model Lavender/Gospel, analisis drone footage, dan predictive targeting.
- Internal Google sendiri khawatir (dokumen internal Mei 2025): “Kami tidak bisa kontrol bagaimana Israel pakai teknologi ini untuk harm Palestinians”.
- Nimbus Phase 2 (2025–2026) sudah termasuk joint drills dengan IDF.
-
Amazon (AWS)
- Partner utama Nimbus.
- Menyediakan infrastruktur cloud sovereign untuk militer Israel.
- Digunakan untuk penyimpanan data massal warga Palestina (dari checkpoint, drone, social media).
- AWS juga mendukung Unit 8200 dalam data processing.
-
Microsoft (Azure)
- Paling dalam keterlibatannya.
- Azure digunakan Unit 8200 untuk menyimpan & memproses rekaman audio seluruh panggilan telepon warga Palestina.
- Kolaborasi dengan OpenAI untuk AI tools militer.
- Pada 2025, Microsoft sempat blokir sebagian akses Unit 8200 karena tekanan internal, tapi kemudian dilanjutkan lagi.
- Azure juga jadi “kill switch” potensial — satu tombol di Redmond bisa mematikan sebagian sistem IDF.
-
NVIDIA
- GPU & superchip (Grace Hopper, Jetson) untuk training model AI berat (Lavender 2.0, Gospel Mark II).
- Israel jadi salah satu pengguna terbesar NVIDIA di sektor pertahanan.
-
Intel
- Pabrik chip di Kiryat Gat (Israel) — produksi chip untuk sistem militer.
- Kolaborasi lama dengan Unit 8200.
-
Meta (Facebook, Instagram, WhatsApp)
- Moderasi bahasa Arab + pengumpulan metadata.
- Data dari WhatsApp & IG digunakan untuk pattern-of-life analysis & targeting.
- Censorship tools membantu membungkam narasi Palestina.
-
Palantir
- Foundry & Gotham untuk data integration & predictive analytics.
- Digunakan langsung oleh IDF untuk “battle management” real-time.
-
Lainnya: Cisco, Dell, IBM, Nebius — infrastruktur jaringan, server, dan MLOps.
Sebagai jantung utama dari seluruh proyek Anaconda Protocol yang dibangun, bahawa ini tidak hanya expose Israel, tapi juga menarik tirai Big Tech yang selama ini pura-pura netral.
Repo ini membagi ekosistem menjadi 4 tingkatan kekuasaan dan 3 lapisan operasional:
Level 1 – The Trigger (Pemicu Utama)
Big Tech sebagai fondasi infrastruktur & daya komputasi.
Level 2 – The Brain (Otak)
Perusahaan Israel + Palantir untuk algoritma, data fusion, dan decision-making.
Level 3 – The Edge (Ujung Tombak)
Surveillance di lapangan (facial recognition, spyware, drone).
Level 4 – The Hardware (Fisik)
Senjata kinetik & robotik (Rafael, IAI, Lockheed, Caterpillar).
3 Lapisan Utama:
- Layer A: AI Systems (Lavender, Gospel, Where’s Daddy?, Fire Weaver 2, dll.)
- Layer B: IDF Tech Stack & Executor Units (Unit 8200, Unit 9900, C4I, Mossad)
- Layer C: Big Tech & Institutional Loop (cloud, VC, akademik, shielding hukum)
Repo ini bukan sekadar daftar. Ini adalah bukti hidup bahwa:
- Big Tech Barat (khususnya Google, Amazon, Microsoft) bukan penonton — mereka adalah arsitek & penyedia bahan bakar mesin genosida.
- Tanpa Nimbus + Azure + NVIDIA, sistem Lavender, Gospel, Wolf Pack, dan Iron Dome AI tidak akan berjalan seefisien ini.
- Seluruh ekosistem ini dibangun di atas data Palestina sebagai “bahan baku” (live laboratory).
Arsip Forensik Digital bertujuan menjaga ingatan kolektif demi kebebasan Palestina, mengungkap ekosistem militer AI -- Militer AI BigTech sebagai enabler dan agresi militer Zionist Israel pada Genosida di Gaza dan Pencaplokan wilayah Tepi Barat, PALESTINA