-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 1
Tal Hanan
Tal Hanan adalah seorang pengusaha Israel dan mantan operator pasukan khusus (special forces) Israel yang terkenal dengan nama kode "Jorge".
Dia adalah otak di balik Team Jorge, sebuah unit rahasia yang melakukan operasi disinformasi, hacking, sabotase, dan manipulasi pemilu di berbagai negara.
- Latar Belakang: Lahir 1973, mantan anggota pasukan khusus Israel. Sekarang menjalankan bisnis swasta dari kantor di Modi’in (dekat Tel Aviv).
-
Team Jorge: Tim kontraktor Israel yang mengklaim sudah campur tangan di 33 pemilu presiden di seluruh dunia (27 di antaranya berhasil). Mereka pakai:
- Software AIMS untuk bikin ribuan akun palsu dan bot di media sosial (bisa sampai 30.000 bot sekaligus).
- Teknik hacking untuk bobol akun pejabat tinggi.
- Kampanye disinformasi massal untuk memanipulasi opini publik.
- Eksposure: Terungkap tahun 2023 oleh investigasi The Guardian, Forbidden Stories, dan media internasional (termasuk Haaretz). Mereka menyamar sebagai klien potensial dan merekam Tal Hanan yang mengaku punya "tentara bot" dan kemampuan hack.
Tal Hanan dan timnya sering dikaitkan dengan operasi black ops (operasi gelap) yang mirip gaya Mossad, termasuk manipulasi narasi di media sosial. Meskipun bukan bagian resmi Mossad, banyak mantan anggota Mossad/Unit 8200 yang terlibat di perusahaan seperti ini. Ini termasuk disinformasi yang mendukung narasi Israel di konflik Palestina (misalnya membungkam kritik atau mempromosikan hasbara).
Jadi singkatnya: Tal Hanan = "Jorge" = bos Team Jorge, spesialis manipulasi pemilu dan disinformasi pakai AI + bot. Dia bukan pegawai pemerintah, tapi mantan militer yang sekarang jual jasa "black ops" ke siapa saja yang bayar.
Team Jorge adalah tim kontraktor swasta Israel yang spesialisasi dalam operasi black ops digital: manipulasi pemilu, disinformasi massal, hacking, dan sabotase online. Dipimpin oleh Tal Hanan (nama samaran “Jorge”), mantan anggota pasukan khusus Israel. Tim ini terungkap tahun 2023 melalui investigasi undercover The Guardian dan Forbidden Stories.
Mereka menawarkan jasa “disinformation-as-a-service” kepada pemerintah, partai politik, atau perusahaan swasta. Klaim mereka: sudah ikut campur di 33 pemilu presiden di seluruh dunia, 27 di antaranya berhasil (kebanyakan di Afrika dan Amerika Latin).
- Membuat 30.000+ akun palsu (bot) di Facebook, Twitter/X, Instagram, TikTok, dll.
- Bot-bot ini bisa posting, komentar, like, dan retweet secara otomatis dalam berbagai bahasa.
- Membuat berita palsu, video deepfake, dan kampanye smear (pencemaran nama baik) lawan politik.
- Hacking: Bobol akun email, WhatsApp, atau media sosial target (zero-click exploit mirip Pegasus).
- Disinformasi Massal: Sebarkan narasi palsu untuk mempengaruhi opini publik sebelum pemilu.
- Sabotase: Serang situs web lawan, bocorkan dokumen palsu, atau ciptakan kontroversi.
- Social Media Manipulation: Bangun “tentara bot” yang bisa trending hashtag atau serang akun kritik.
- Bertemu klien secara rahasia (biasanya di hotel atau kantor di Israel).
- Tawarkan paket “full service” dengan harga jutaan dolar.
- Semua dilakukan dari kantor di Modi’in (dekat Tel Aviv), dengan tim yang terdiri dari mantan anggota Unit 8200 dan Mossad.
Meskipun Team Jorge bukan bagian resmi Mossad, banyak anggotanya mantan intelijen Israel. Operasi mereka mirip gaya Mossad: rahasia, tanpa jejak, dan memanfaatkan keahlian cyber Israel. Di konteks Palestina, mereka sering digunakan untuk:
- Sebarkan narasi pro-Israel di media sosial global.
- Serang akun aktivis Palestina dan jurnalis.
- Membantu hasbara (propaganda) Israel di luar negeri.
- Ancaman Demokrasi: Tim ini tunjukkan bagaimana disinformasi bisa “beli” pemilu.
- Etika: Mereka jual jasa ke siapa saja yang bayar, termasuk rezim otoriter.
- Status Saat Ini: Setelah terungkap 2023, Tal Hanan menyangkal tuduhan, tapi nama Team Jorge jadi simbol industri “disinformation-for-hire”.
Intinya: Team Jorge adalah tentara bayaran digital Israel yang pakai AI dan bot untuk memanipulasi realitas. Bukan militer resmi, tapi sangat dekat dengan ekosistem intelijen Israel.
Arsip Forensik Digital bertujuan menjaga ingatan kolektif demi kebebasan Palestina, mengungkap ekosistem militer AI -- Militer AI BigTech sebagai enabler dan agresi militer Zionist Israel pada Genosida di Gaza dan Pencaplokan wilayah Tepi Barat, PALESTINA