Repository navigation
Releases: ExsoKamabay/dxterm
Release list
dracxterm 1.1.0
Distro di dalam dracxterm sekarang punya claw, asisten yang bisa diajak
mengobrol dan disuruh bekerja di terminal. Ketik claw chat, tulis permintaan
dengan kalimat biasa, dan jawabannya muncul di terminal yang sama. Tidak perlu
akun.
Yang baru
claw
claw memakai layanan model gratis yang bisa dipakai tanpa daftar: LLM7, Kilo
Gateway, Pollinations, OVHcloud AI Endpoints, dan OpenCode Zen. Kalau satu model
sedang penuh, ia pindah ke model lain sendiri. Selama model bekerja, layar
menunjukkan apa yang sedang dikerjakan, misalnya berkas mana yang sedang ditulis.
Punya kunci API dari Groq, OpenRouter, Google AI Studio, Cerebras, atau NVIDIA?
Isi variabelnya, misalnya GROQ_API_KEY, dan model dari layanan itu ikut
dipakai.
claw humanizer "tujuan" membagi satu tujuan besar ke beberapa agen yang terus
bekerja sampai Anda mematikannya. Aplikasi membuka tab claw watch di samping
tab Anda supaya aktivitasnya bisa diikuti, dan Ctrl+C di tab itu menghentikan
semuanya serta menyimpan catatannya di folder home.
Anda yang menentukan batasnya
xset claw membuka halaman AI (claw). Di sana Anda memilih apakah claw boleh
membuka halaman web, mengelola berkas dan terminal, menjangkau jaringan lokal,
dan memakai skill. Bawaannya hati-hati: akses berkas dan terminal mati, membuka
halaman web harus minta izin dulu, dan isi percakapan tidak disimpan.
xset dalam enam bahasa
Halaman Bahasa mengganti semua menu xset ke Indonesia, English, 中文, Tiếng
Việt, Русский, atau हिन्दी, langsung tanpa menutup panel. Bawaannya Bahasa
Indonesia, jadi kalau dulu Anda membaca menu dalam bahasa Inggris, pilih English
di sana.
Perintah yang dulu gagal
sudo nmap dan nmap -sn 192.168.1.0/24 sekarang memindai, tidak lagi berhenti
di galat socket. sudo berhenti mengeluh soal nama host, dan salah ketik nama
perintah dijawab dengan pesan yang jelas. Paket yang membawa layanan, seperti
openssh-server, terpasang tanpa galat. date menunjukkan jam ponsel, bukan
UTC.
Mengetik dan menggulir
Papan ketik fisik kini mengirim Ctrl, Alt, Shift, dan F1 sampai F12 dengan
benar. Anda bisa menggulir ke atas dan membaca selagi program masih mencetak.
Tombol Back menutup xset, tidak lagi menutup aplikasi. Ctrl atau Alt dari
baris tombol tambahan tidak tertinggal setelah menempel atau zoom, dan menyeret
untuk memilih teks tidak lagi memindahkan ruang kerja.
Diuji di perangkat
Ponsel Infinix arm64 dengan Android 15. APK ini dipasang menimpa 1.0.6 dan
distro Debian di dalamnya tetap utuh. Banner menyebut versi 1.1.0, date
memakai zona waktu ponsel, sudo pyhton3 dijawab command not found,
halaman AI (claw) tampil dalam Bahasa Indonesia, dan tombol Back menutup xset
tanpa menutup aplikasi. claw chat melihat 33 model dan menjawab dua
pertanyaan dengan benar: yang pertama dalam sekitar 7 detik, yang kedua sekitar
40 detik, dan jawaban kedua diikuti teks yang tidak berhubungan dari model gratis
yang sedang terpilih. Logcat bersih dari crash selama pengujian.
Mode Humanizer, nmap, papan ketik fisik, dan perangkat x86_64 belum dicoba
ulang untuk build ini.
Yang perlu diketahui
Pesan yang Anda ketik ke claw dikirim ke layanan model di atas. Jangan menulis
kata sandi atau data pribadi di obrolan. Layanan gratis itu bisa penuh atau
berubah tanpa pemberitahuan, dan jawabannya tidak selalu rapi, jadi periksa dulu
perintah yang disarankan sebelum menjalankannya.
Setelah distro terpasang, aplikasi mengunduh python3 dan Scrapling di latar,
beberapa ratus megabyte, supaya claw bisa membuka halaman web. Setel Browsing ke
Mati di xset claw kalau Anda tidak mau unduhan itu. Selama penyiapan memasang
python3, perintah apt Anda bisa menunggu sampai selesai.
Layanan yang dipasang lewat apt tidak dijalankan otomatis. Jalankan programnya
langsung, misalnya sudo /usr/sbin/sshd.
nmap memakai pemindaian koneksi biasa, jadi -sS dan -O tidak tersedia.
Berkas
dracxterm-1.1.0-vc7-release.apk untuk arm64 dan x86_64, versionCode 7,
sekitar 33 MB (1.0.6 sekitar 14 MB). Ditandatangani dengan kunci yang sama
seperti rilis sebelumnya, jadi bisa dipasang di atas pemasangan lama tanpa
menghapus distro dan isi home. Cocokkan dulu dengan berkas .sha256 di
sebelahnya:
sha256sum -c dracxterm-1.1.0-vc7-release.apk.sha256Catatan lengkapnya ada di
CHANGELOG.md.
dracxterm 1.0.6
Kali Linux sekarang terbuka sampai prompt dan bisa langsung dipakai.
Sebelumnya tidak begitu. Pemasangan Kali selesai tanpa pesan error, lalu layar
berhenti di banner. Prompt tidak muncul, Ctrl-C tidak terasa, panah atas tidak
memanggil riwayat, dan editor layar penuh menggambar berantakan. Perintah yang
diketik tetap jalan, hanya tidak terlihat, jadi terminalnya terasa macet. Debian
waktu itu baik-baik saja, yang membuat masalahnya terlihat acak.
Yang diperbaiki
Kali bisa dipakai setelah dipasang
Kali berperilaku seperti distro lain di aplikasi ini: prompt muncul, riwayat
perintah jalan, Ctrl-C menghentikan perintah yang sedang berjalan, ukuran layar
terbaca benar saat huruf diperbesar atau papan ketik muncul, dan editor seperti
nano, vim, atau htop tampil rapi.
Perbaikannya berlaku untuk semua distro. Distro lain yang memakai pustaka sistem
sebaru Kali ikut aman.
Memasang paket di Kali Full
sudo dpkg -i dan sudo apt install di Kali Full berhenti di tengah jalan dan
paketnya tidak terpasang. Sekarang pemasangan paket selesai, baik di semua
varian Kali maupun di Debian.
Membuat paket sendiri
Membuat paket .deb dengan dpkg-deb --build selalu ditolak karena hak berkas
di dalam terminal terlalu rapat. Hak berkasnya kini seperti login Linux biasa,
jadi paket bisa dibuat dan skrip pemasangan paket tidak lagi tersandung hak
akses.
Prompt yang bersih
Di sebagian ponsel, tiap prompt Kali mencetak dua sampai tiga baris pesan
penolakan sebelum baris perintah. Prompt di perangkat itu sekarang bersih.
Perangkat Android lama
Pemilihan mesin yang menjalankan distro bisa gagal di Android 7. Jalur itu
sekarang bekerja sampai ke versi Android paling awal yang didukung aplikasi ini.
Diuji di perangkat
Ponsel arm64 (Android 16), memakai berkas distro dari penyimpanan lokal tanpa
unduhan: Kali Nano, Kali Minimal, Kali Full, dan Debian 13. Tiap distro melewati
52 pemeriksaan yang sama: perintah sehari-hari, keluaran panjang, menghentikan
proses, perintah dengan hak root beserta status keluarnya, membuat dan memasang
paket .deb sendiri, dan memasang paket dari arsip distronya. Pengujian yang
sama diulang di lingkungan x86_64, termasuk pemasangan lewat daftar distro
online.
Yang masih terbatas
Aplikasi punya mesin cadangan yang dipakai otomatis kalau mesin utama tidak bisa
jalan di sebuah perangkat. Di jalur cadangan itu, distro dengan pustaka sistem
terbaru masih membuka shell tanpa prompt. Mesin yang sedang dipakai terlihat di
halaman Diagnostics pada pengaturan terminal (ketik xset).
Kali Full berat: unduhannya 1,7 GB dan sekitar 9,5 GB setelah dipasang, dengan
pemasangan yang bisa lebih dari satu jam di ponsel. Kali Nano atau Minimal jauh
lebih ringan, dan perkakas lain bisa ditambah lewat apt.
Berkas
dracxterm-1.0.6-vc6-release.apk untuk arm64 dan x86_64, versionCode 6.
Ditandatangani dengan kunci yang sama seperti rilis sebelumnya, jadi bisa
dipasang di atas pemasangan lama tanpa menghapus distro dan isi home.
dracxterm 1.0.5
Sesi Linux sekarang dijalankan VHDP, engine rootless yang ikut di dalam APK.
PRoot tetap ada sebagai fallback otomatis. APK yang sama kini juga berjalan di
x86_64. Nomor 1.0.4 dilewati dan tidak pernah dipakai untuk build yang beredar.
Yang berubah
VHDP menjalankan sesi Linux
Shell di dalam distro dijalankan libphdp.so, supervisor rootless berbasis
ptrace yang dipercepat seccomp, bersama loader ELF userland
libvhdp-loader.so. Aplikasi menjalankan self-test sekali per pemasangan.
Kalau self-test gagal, sesi jalan di PRoot seperti sebelumnya tanpa perlu
diatur apa pun, dan keputusannya dicatat di logcat sebagai
[GUEST] backend for ....
VHDP menyediakan pengganti untuk panggilan yang ditolak kebijakan Android:
hardlink untuk dpkg, tar, dan cp -al, berkas /proc global untuk
uptime, ps, dan vmstat, serta socket audit yang dibutuhkan useradd.
Satu APK untuk arm64 dan x86_64
APK memuat biner arm64-v8a dan x86_64, jadi bisa dipasang di ponsel,
emulator Android, WayDroid, dan ChromeOS. Karena itu ukurannya naik dari
9,1 MB ke 13,8 MB.
Perbaikan
tar -cftidak lagi gagal dengan ENOSYS.- SIGQUIT, SIGUSR1, dan SIGPIPE kembali sampai ke program di dalam guest, jadi
trapjalan dan penulis pipa yang kehilangan pembacanya berhenti dengan
status 141. /dev/null,/dev/tty, dan node/devlain kembali ada di ponsel nyata.
Sebelumnya menulis ke/dev/nullmalah membuat berkas biasa di dalam rootfs.vhdp doctortidak lagi merusak/tmpuntuk sisa sesi.- Bahasa pilihan tidak berubah lagi saat layar diputar, dan pesan tahap
pemasangan kini tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris. xsetmenampilkan warna preset sebagai#RRGGBB, bukan angka ARGB mentah.
Baru
Perintah vhdp di dalam distro (vhdp doctor, vhdp inspect,
vhdp capabilities) dan halaman Diagnostics di xset yang menampilkan versi
libvhdp, backend yang dipakai sesi, dan probe aktif.
Katalog image
Kelima image diunduh dari mirror proyek,
ExsoKamabay/rootless. Entri Debian
arm64 kembali ke image yang dipin di 1.0.0 (unduhan 35 MB), karena URL yang
dipakai sejak 1.0.1 sudah mati. Entri baru Debian 13 amd64 (unduhan 93 MB)
untuk x86_64 ditandai uji coba.
Pengujian
Dari pemasangan bersih di WayDroid (x86_64, Android 13), semua suite di dalam
guest lolos tanpa gagal: QA-A 54, QA-B 33, QA-C 51, QA-DEB 17, QA-SCALE 28, dan
FINAL 21. Suite itu mencakup superuser, apt dan dpkg, pemasangan .deb,
sinyal, job control, dan berkas besar.
Di Infinix X6726B (arm64, Android 15) APK ini dipasang sebagai pembaruan tanpa
kehilangan data dan lolos uji singkat: sudo, /dev, tty, pipe, vhdp,
apt-get update, dan dpkg --audit. Suite lengkap arm64 terakhir dijalankan
pada build debug 2026-09-18 di perangkat yang sama: QA-A 54, QA-B 33, QA-C 50
plus satu pemeriksaan INFO, QA-SCALE 28, dan FINAL 21, tanpa gagal.
Yang dibutuhkan
Android 7.0 (API 24) atau lebih baru, prosesor ARM64 atau x86_64. Perangkat
armeabi-v7a dan x86 32-bit tidak didukung. Debian 13 arm64 butuh sekitar
400 MB setelah terpasang, Debian amd64 sekitar 700 MB, dan Kali versi lengkap
sekitar 9,5 GB.
Memasang
sha256sum -c dracxterm-1.0.5-vc5-release.apk.sha256
adb install -r dracxterm-1.0.5-vc5-release.apkAtau salin APK ke perangkat dan buka dari file manager.
APK ditandatangani dengan kunci yang sama seperti rilis sebelumnya, skema v2 dan
v3, jadi bisa dipasang langsung di atas 1.0.3. Digest sertifikatnya:
a046d6f89a0fb5da9e4d9b9f589dec41732230b695c52f0430aec2d8dbea1ad5
Keterbatasan yang diketahui
- Kernel melihat sesi guest sebagai uid 0 (fake-root). Program yang mencari
direktori home lewatgetpwuid(geteuid())alih-alih$HOME, misalnyassh
danfastfetch, memakai/root. - Ollama hanya tersedia untuk arm64. Di x86_64 aplikasi menolak mengunduhnya.
- Katalog x86_64 baru berisi satu entri uji coba.
- Backup Android aktif.
android:allowBackupmasihtrue, jadi isi rootfs dan
riwayat shell bisa ikut terbawa backup atau transfer perangkat. - Semua image bergantung pada satu mirror. Kalau rilis di
ExsoKamabay/rootlesshilang, tidak ada distro yang bisa dipasang sampai
katalognya dipindah.
dracxterm 1.0.3
Perubahan lisensi. Kode aplikasi kini berlisensi GNU GPL v3, menggantikan
Apache License 2.0, agar sama ketatnya dengan biner GPL yang ikut dibundel
(BusyBox dan PRoot). Biner pihak ketiga tetap memakai lisensinya sendiri.
Tidak ada perubahan pada mesin terminal, antarmuka, izin, maupun katalog image.
Sama dengan 1.0.2 selain lisensi dan nomor versi.
- versionCode 4, versionName 1.0.3
- arm64-v8a, minSdk 24, targetSdk 36
- Kunci penanda sama dengan rilis sebelumnya
Periksa berkas sebelum memasang:
sha256sum -c dracxterm-1.0.3-vc4-release.apk.sha256
adb install -r dracxterm-1.0.3-vc4-release.apk
dracxterm 1.0.2
Rilis perkakas build. Tidak ada yang berubah di layar: mesin terminal,
antarmuka, daftar izin, dan katalog image sama persis seperti 1.0.1. Yang
berubah adalah apa yang ikut ditulis ke dalam APK.
Yang berubah
Android Gradle Plugin menyisipkan deskripsi pohon dependency aplikasi ke dalam
signing block APK. Blob itu dienkripsi dengan kunci publik milik Google, jadi
tidak ada pihak di luar Google yang bisa membacanya kembali. Anda tidak bisa
memeriksa isinya, dan begitu juga siapa pun yang meninjau APK ini.
dependenciesInfo sekarang mematikannya untuk APK maupun App Bundle. Signing
block APK 1.0.2 hanya berisi tanda tangan v2, tanda tangan v3, dan padding.
Build tidak kehilangan apa pun karenanya: satu-satunya yang membaca blob itu
adalah Play, dan aplikasi ini tidak disalurkan lewat sana.
Perubahan lain
scripts/verify-rootfs-urls.sh ternyata berhenti di tengah jalan tanpa
mencetak sebaris pun. Skrip itu berjalan dengan set -e dan pipefail, jadi
ketika sebuah host memangkas SHA256SUMS-nya tapi tetap menyajikan arsipnya,
grep yang tidak menemukan apa pun menggagalkan seluruh pipeline dan ikut
menggagalkan assignment di sekelilingnya.
Itu yang terjadi pada entri Debian. Skrip berhenti di entri pertama, tiga entri
Kali tidak pernah diperiksa, dan di layar hasilnya terlihat seperti pemeriksaan
yang lolos. Digest yang tidak terbaca sekarang kembali jadi peringatan, dan
keempat entri selalu diperiksa sampai habis.
Katalog diperiksa sebelum rilis ini dipotong. Ketiga image Kali cocok dengan
SHA256SUMS upstream. Byte yang disajikan untuk Debian masih menghasilkan
SHA-256 yang sama dengan yang dipin di dalam APK, diperiksa dengan mengunduh
ulang arsipnya dan menghitung sendiri digest-nya.
Yang dibutuhkan
Android 7.0 (API 24) atau lebih baru, prosesor ARM64. Perangkat armeabi-v7a
dan x86 tidak didukung. Debian 13 butuh sekitar 520 MB setelah terpasang, Kali
versi lengkap sekitar 9,5 GB.
Memasang
sha256sum -c dracxterm-1.0.2-vc3-release.apk.sha256
adb install -r dracxterm-1.0.2-vc3-release.apkAtau salin APK ke perangkat dan buka dari file manager.
APK ditandatangani dengan kunci yang sama seperti 1.0.0 dan 1.0.1, skema v2 dan
v3. Digest sertifikatnya:
a046d6f89a0fb5da9e4d9b9f589dec41732230b695c52f0430aec2d8dbea1ad5
Karena kuncinya sama, 1.0.2 bisa dipasang langsung di atas versi sebelumnya
tanpa perlu mencopot yang lama.
Keterbatasan yang diketahui
SHA256SUMSDebian sudah hilang.images.linuxcontainers.orgmenyimpan
build bertanggal sekitar tiga hari. BerkasSHA256SUMSuntuk build yang
dipin katalog ini sekarang menjawab 404, meski arsipnya sendiri masih
disajikan dan masih cocok dengan digest yang dipin. Pemasangan Debian tetap
jalan, tapi digest-nya tidak lagi bisa diturunkan ulang dari upstream, dan
URL-nya akan berhenti resolve begitu build itu dirotasi keluar. Kali Linux
tidak punya masalah ini.- Hanya
arm64-v8a. Perangkatarmeabi-v7adan x86 tidak didukung. - Backup Android aktif.
android:allowBackupmasihtruetanpa aturan
pengecualian, jadi data aplikasi termasuk isi rootfs dan riwayat shell bisa
ikut terbawa backup atau transfer perangkat. - Ollama berjalan lewat PRoot, jadi kecepatannya di bawah biner native.
dracxterm 1.0.1
Rilis perbaikan. Yang berubah hanya satu, yaitu dari mana image Debian diambil.
Mesin terminal, antarmuka, dan daftar izin aplikasi sama persis seperti 1.0.0.
Yang diperbaiki
Debian tidak bisa dipasang di versi 1.0.0.
Sumbernya waktu itu easycli.sh, dan operator situs itu menghentikan
hosting-nya. URL yang dipin di dalam APK sekarang menjawab 302 ke / dengan
halaman pemberitahuan sebesar 43 byte, bukan arsip rootfs.
Gagalnya di tempat yang benar: pin SHA-256 mencocokkan byte yang diterima,
tidak cocok, lalu menolak mengekstraknya. Tidak ada yang terpasang dan sandbox
aplikasi tidak tersentuh. Tapi hasil akhirnya tetap sama bagi Anda, yaitu
Debian tidak bisa dipasang.
Entri Debian sekarang menunjuk ke images.linuxcontainers.org. Sumber itu
menerbitkan SHA256SUMS di sebelah tiap build beserta signature OpenPGP
terpisah untuk arsip maupun berkas sums-nya, jadi digest yang dipin di dalam
APK bisa diturunkan ulang dari otoritas independen. Sumber sebelumnya tidak
bisa memberi itu.
Image barunya lebih besar. Unduhan naik dari 35 MB ke 90 MB, dan ruang
terpasang dari sekitar 400 MB ke sekitar 520 MB. Angka itu yang sekarang
ditampilkan di layar pemilihan distro.
Keempat entri Kali Linux tidak berubah. URL, digest, dan ukurannya sama persis
seperti 1.0.0.
Perubahan lain
scripts/verify-rootfs-urls.sh sekarang mengenali tata letak SHA256SUMS
milik linuxcontainers, jadi keempat entri katalog benar-benar dicocokkan
dengan sumbernya, bukan tiga dari empat seperti sebelumnya.
README dapat bagian baru yang menjelaskan alur aplikasi dari layar pertama
sampai shell siap, ditambah tutorial build tujuh langkah yang bisa diikuti
dari mesin kosong. Screenshot-nya diganti dengan delapan gambar baru.
Yang dibutuhkan
Android 7.0 (API 24) atau lebih baru, prosesor ARM64. Perangkat armeabi-v7a
dan x86 tidak didukung. Debian 13 butuh sekitar 520 MB setelah terpasang, Kali
versi lengkap sekitar 9,5 GB.
Memasang
sha256sum -c dracxterm-1.0.1-vc2-release.apk.sha256
adb install -r dracxterm-1.0.1-vc2-release.apkAtau salin APK ke perangkat dan buka dari file manager.
APK ditandatangani dengan kunci yang sama seperti 1.0.0, skema v2 dan v3.
Digest sertifikatnya:
a046d6f89a0fb5da9e4d9b9f589dec41732230b695c52f0430aec2d8dbea1ad5
Karena kuncinya sama, 1.0.1 bisa dipasang langsung di atas 1.0.0 tanpa perlu
mencopot yang lama.
Keterbatasan yang diketahui
- URL Debian berumur pendek.
images.linuxcontainers.orghanya menyimpan
build bertanggal sekitar tiga hari. URL Debian di katalog akan berhenti
resolve begitu build itu dirotasi keluar, dan pemasangan Debian gagal lagi
sampai katalognya dipindah ke mirror sendiri. Kali Linux tidak punya masalah
ini. Kalau Anda menemui kegagalan unduhan Debian, itu penyebabnya. - Hanya
arm64-v8a. Perangkatarmeabi-v7adan x86 tidak didukung. - Backup Android aktif.
android:allowBackupmasihtruetanpa aturan
pengecualian, jadi data aplikasi termasuk isi rootfs dan riwayat shell bisa
ikut terbawa backup atau transfer perangkat. - Ollama berjalan lewat PRoot, jadi kecepatannya di bawah biner native.
dracxterm 1.0.0
Rilis publik pertama dracxterm.
Emulator terminal untuk Android ARM64. Mesin ANSI/VT, PTY, dan render UTF-8-nya
ditulis dari nol dengan C++; antarmukanya Kotlin. Tidak perlu root.
Isinya
- Shell BusyBox ikut di dalam APK dan langsung bisa dipakai.
- Distribusi Linux lewat PRoot: Debian 13 (trixie) serta Kali Linux nano,
minimal, dan full pentesting. Diunduh hanya kalau Anda memilihnya, lalu
dicocokkan dengan SHA-256 yang dipin di dalam APK sebelum diekstrak. - Warna dan escape sequence ANSI/VT, scrollback, layar alternatif, UTF-8 penuh
termasuk CJK, seleksi teks, pencarian isi buffer, clipboard, bracketed paste,
dan mouse tracking. - Sampai lima workspace, masing-masing dengan shell, PTY, direktori kerja, dan
riwayat sendiri. Sesi tetap hidup di latar belakang. - Ketik
xsetuntuk mengatur tema, font, cursor, scrollback, dan akses
penyimpanan, dengan pratinjau langsung di dalam terminal. - Antarmuka Bahasa Indonesia dan Inggris, keduanya selalu ikut terpasang.
- Tanpa analitik, iklan, pelacak, telemetri, atau akun.
Yang dibutuhkan
Android 7.0 (API 24) atau lebih baru, prosesor ARM64. Perangkat armeabi-v7a
dan x86 tidak didukung.
Memasang
sha256sum -c dracxterm-1.0.0-vc1-release.apk.sha256
adb install -r dracxterm-1.0.0-vc1-release.apkAtau salin APK ke perangkat dan buka dari file manager.
APK ditandatangani dengan skema v2 dan v3. Digest sertifikatnya:
a046d6f89a0fb5da9e4d9b9f589dec41732230b695c52f0430aec2d8dbea1ad5
Keterbatasan yang diketahui
- Hanya
arm64-v8a. android:allowBackupmasihtruetanpa aturan pengecualian, jadi data
aplikasi bisa ikut terbawa backup atau transfer perangkat.- Digest image Debian berasal dari mirror pihak ketiga; pin-nya menahan
substitusi, tapi rantai kepercayaannya lebih pendek daripada image Kali. - Ollama berjalan lewat PRoot, jadi kecepatannya di bawah biner native.
Rinciannya ada di README.