Repository navigation
dracxterm 1.0.0
Rilis publik pertama dracxterm.
Emulator terminal untuk Android ARM64. Mesin ANSI/VT, PTY, dan render UTF-8-nya
ditulis dari nol dengan C++; antarmukanya Kotlin. Tidak perlu root.
Isinya
- Shell BusyBox ikut di dalam APK dan langsung bisa dipakai.
- Distribusi Linux lewat PRoot: Debian 13 (trixie) serta Kali Linux nano,
minimal, dan full pentesting. Diunduh hanya kalau Anda memilihnya, lalu
dicocokkan dengan SHA-256 yang dipin di dalam APK sebelum diekstrak. - Warna dan escape sequence ANSI/VT, scrollback, layar alternatif, UTF-8 penuh
termasuk CJK, seleksi teks, pencarian isi buffer, clipboard, bracketed paste,
dan mouse tracking. - Sampai lima workspace, masing-masing dengan shell, PTY, direktori kerja, dan
riwayat sendiri. Sesi tetap hidup di latar belakang. - Ketik
xsetuntuk mengatur tema, font, cursor, scrollback, dan akses
penyimpanan, dengan pratinjau langsung di dalam terminal. - Antarmuka Bahasa Indonesia dan Inggris, keduanya selalu ikut terpasang.
- Tanpa analitik, iklan, pelacak, telemetri, atau akun.
Yang dibutuhkan
Android 7.0 (API 24) atau lebih baru, prosesor ARM64. Perangkat armeabi-v7a
dan x86 tidak didukung.
Memasang
sha256sum -c dracxterm-1.0.0-vc1-release.apk.sha256
adb install -r dracxterm-1.0.0-vc1-release.apkAtau salin APK ke perangkat dan buka dari file manager.
APK ditandatangani dengan skema v2 dan v3. Digest sertifikatnya:
a046d6f89a0fb5da9e4d9b9f589dec41732230b695c52f0430aec2d8dbea1ad5
Keterbatasan yang diketahui
- Hanya
arm64-v8a. android:allowBackupmasihtruetanpa aturan pengecualian, jadi data
aplikasi bisa ikut terbawa backup atau transfer perangkat.- Digest image Debian berasal dari mirror pihak ketiga; pin-nya menahan
substitusi, tapi rantai kepercayaannya lebih pendek daripada image Kali. - Ollama berjalan lewat PRoot, jadi kecepatannya di bawah biner native.
Rinciannya ada di README.