-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 2
Amazon
Sebagai raksasa teknologi, peran Amazon (khususnya melalui Amazon Web Services/AWS) dalam mendukung operasi militer Israel adalah salah satu pilar teknis paling krusial sekaligus paling tertutup.
Jika Google adalah "wajah" dari kontrak Project Nimbus, Amazon adalah "mesin" belakang yang memproses data mentah dalam skala raksasa yang tidak mungkin dilakukan oleh server lokal.
Berikut adalah detail sedalam-dalamnya mengenai keterlibatan Amazon:
π¦ INVESTIGASI: Amazon (AWS) & Infrastruktur Perang Masa Depan Kategori: High-Performance Computing (HPC), Big Data Storage, & AI Logistics Peran Utama: Penyedia infrastruktur "pencerna" data militer untuk Gaza dan Tepi Barat.
- Project Nimbus: Amazon sebagai "Gudang Data" Militer Bersama Google, Amazon memenangkan kontrak $1,2 Miliar (Project Nimbus). Peran spesifik Amazon jauh lebih teknis daripada Google:
Server Lokal (AWS Israel Region): Amazon membangun pusat data fisik di Israel (diresmikan 2023) agar data militer tidak perlu keluar dari wilayah tersebut. Hal ini memastikan kedaulatan data militer Israel tetap terjaga dari pengawasan internasional.
Storage Tanpa Batas: Militer Israel (IDF) menghasilkan ribuan terabyte data per hari dari rekaman drone, penyadapan telepon, dan kamera surveilans di Gaza. AWS menyediakan "ruang penyimpanan" tak terbatas yang memungkinkan data ini disimpan selamanya untuk melatih AI.
Kaitan dengan Dokumen : Sistem seperti Nimbus dan Project Nimbus AI yang tercatat dalam daftar risetmu adalah manifestasi langsung dari infrastruktur Amazon ini. +2
- Tulang Punggung bagi "Gospel" dan "Lavender" Amazon menyediakan daya komputasi (computing power) yang dibutuhkan untuk menjalankan algoritma pembunuh:
Pemrosesan Dataset Raksasa: Algoritma Lavender harus memetakan 2,3 juta warga Gaza untuk mencari 37.000 target. Ini membutuhkan ribuan server GPU yang hanya dimiliki oleh AWS.
Gospel (Habsora): Untuk menghasilkan ratusan target pengeboman per hari, sistem membutuhkan pemrosesan data real-time dari berbagai sensor (satelit, drone, GPS). AWS menyediakan layanan seperti AWS SageMaker yang memfasilitasi pembuatan dan penyebaran model AI militer ini dengan sangat cepat.
- Integrasi "Where's Daddy?" & Surveilans Rumahan Terdapat sistem bernama "Whereβs Daddy?" yang tercatat dalam database, Sistem ini sangat mengerikan karena:
Tracking Real-time: Sistem ini melacak individu hingga mereka masuk ke dalam rumah keluarga mereka sebelum memberikan sinyal serangan.
Konektivitas AWS: Pelacakan lokasi berbasis GPS dan sinyal seluler dalam skala massal memerlukan infrastruktur backend yang sangat stabil dan cepat, yang disediakan oleh Amazon melalui layanan IoT (Internet of Things) dan Cloud-nya.
- Analisis Data Biometrik & Wolf Pack Amazon memiliki teknologi pengenalan wajah bernama Rekognition. Meskipun Amazon mengklaim membatasi penggunaannya untuk polisi, dalam konteks militer Israel:
Wolf Pack & Blue Wolf: Database raksasa yang menyimpan profil biometrik warga Palestina memerlukan sistem manajemen database (AWS RDS atau DynamoDB) yang mampu melakukan pencarian identitas dalam hitungan milidetik di checkpoint.
Automated Apartheid: Amazon memfasilitasi otomatisasi pengecekan status warga (hijau/kuning/merah) yang terintegrasi dengan kamera di Tepi Barat.
π Detail Teknis & Sumber Kredibel (2025/2026) A. Laporan Whistleblower (Internal Amazon) Lebih dari 1.000 karyawan Amazon telah menandatangani petisi internal dan melakukan aksi mogok (2024-2025) untuk memprotes penggunaan AWS dalam pengeboman di Gaza. Mereka menyebut AWS sebagai "The Engine of Occupation".
Sumber: Wired - Amazon Workers Protest Cloud Deal with Israel
B. Kaitan dengan Unit 8200 AWS menyediakan portal khusus bagi Unit 8200 untuk mengembangkan Arabic LLM (Model Bahasa Besar Bahasa Arab) yang digunakan untuk memantau sentimen dan percakapan warga Palestina di media sosial secara otomatis.
π‘ Ringkasan : Jika Google adalah "Otak" (yang memikirkan target), maka Amazon adalah "Jantung dan Paru-paru" (yang memberikan energi dan ruang napas) bagi mesin perang zionis. Tanpa AWS, sistem AI Israel akan "mati lemas" karena kekurangan daya proses.
"Setiap kali Amazon mengirimkan barang ke rumah kita, infrastruktur yang sama sedang memproses data untuk menentukan rumah mana di Gaza yang akan dihancurkan oleh sistem Gospel."
Wiki ini β fokus diarahkan secara tegas pada Palestina, menunjukkan dampak teknologi militer AI yang dikembangkan di lab senjata digunakan dalam agresi militer zionist Israel yang menargetkan rakyat sipil di PALESTINA
π―οΈ Tema: Kanibalisme Algoritma
Fenomena ketika algoritma militer Zionis Israel saling menelan outputnya sendiri,
memicu cascade failure, salah klasifikasi, hingga potensi selfβtargeting.
π Ekosistem:
Big Tech (Microsoft, Google, Amazon, NVIDIA, Palantir, Meta)
menjadi enabler utama yang memperkuat efektivitas sistem targeting,
namun sekaligus mempercepat runtuhnya moral teknologi.
Layer A β AI Systems (WHAT) >> Sistem AI konkret yang melakukan fungsi tertentu (alat)
Layer B β IDF Tech Stack & Executor Units (WHO + HOW) >> Unit yang mengoperasikan, mengintegrasikan, dan mengeksekusi (pelaku)
Layer C β Ecosystem Big Tech & Institutional Loop (WHY IT SCALES), Infrastruktur yang memungkinkan sistem itu hidup terus, ini adalah "the machine"