-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 2
Target Bank
Classification: Automated Lethal Cataloging. Core Engine: AI Systems seperti "The Gospel" (Habasora) dan "Lavender".
- Produksi Massal (Industrialized Killing) Dulu: Analis intelijen manusia hanya mampu menghasilkan sekitar 50 target per tahun di wilayah konflik karena ketelitian yang dibutuhkan.
Sekarang (AI-Powered): Dengan Target Bank berbasis AI, sistem bisa menghasilkan 100 target baru setiap hari. AI memindai data dari Level 3 (VISINT/SIGINT) dan secara otomatis memberikan label "Target" tanpa perlu verifikasi manusia yang mendalam.
- Kriteria "Ancaman" Algoritmik Target Bank tidak hanya berisi individu militer, tetapi juga mencakup:
Power Targets: Bangunan tinggi, infrastruktur publik, dan pusat telekomunikasi yang dihancurkan untuk memberikan tekanan psikologis pada warga sipil.
Social Network Linkage: Jika seseorang pernah berada di dalam satu grup WhatsApp dengan target utama, AI dapat secara otomatis memasukkan orang tersebut ke dalam Target Bank sebagai "Ancaman Level Rendah" yang tetap layak diserang.
- Data Enrichment (The Life Cycle)
-
Step 1: Data mentah disedot dari Cloud Level 1 (Google/AWS).
-
Step 2: AI di Level 2 memproses pola pergerakan, hubungan telepon, dan pengenalan wajah dari Oosto (Level 3).
-
Step 3: Jika skor probabilitas mencapai ambang batas (misal: 0.7/70%), entitas tersebut masuk ke dalam Target Bank.
-
Step 4: Saat operator di Level 4 (Rafael/F-16) menekan tombol, mereka hanya memilih "menu" dari Target Bank yang sudah disediakan AI.
"Target Bank: The Shopping List of Genocide." "Target Bank adalah titik di mana kehidupan manusia diubah menjadi barisan database. Ini adalah algoritma yang memutuskan siapa yang akan mati malam ini. Dengan 'Gospel' dan 'Lavender', perang bukan lagi soal strategi, tapi soal efisiensi pengolahan data untuk memaksimalkan jumlah kematian."
Wiki ini β fokus diarahkan secara tegas pada Palestina, menunjukkan dampak teknologi militer AI yang dikembangkan di lab senjata digunakan dalam agresi militer zionist Israel yang menargetkan rakyat sipil di PALESTINA
π―οΈ Tema: Kanibalisme Algoritma
Fenomena ketika algoritma militer Zionis Israel saling menelan outputnya sendiri,
memicu cascade failure, salah klasifikasi, hingga potensi selfβtargeting.
π Ekosistem:
Big Tech (Microsoft, Google, Amazon, NVIDIA, Palantir, Meta)
menjadi enabler utama yang memperkuat efektivitas sistem targeting,
namun sekaligus mempercepat runtuhnya moral teknologi.
Layer A β AI Systems (WHAT) >> Sistem AI konkret yang melakukan fungsi tertentu (alat)
Layer B β IDF Tech Stack & Executor Units (WHO + HOW) >> Unit yang mengoperasikan, mengintegrasikan, dan mengeksekusi (pelaku)
Layer C β Ecosystem Big Tech & Institutional Loop (WHY IT SCALES), Infrastruktur yang memungkinkan sistem itu hidup terus, ini adalah "the machine"