-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Awah
Fikaramandio edited this page Jul 30, 2026
·
1 revision
Salabisasi: a-wah
Kelas kata: Nomina (kata benda) dan Verba (kata kerja, dalam bentuk turunan).
Makna: Mulut, paruh, lubang berbentuk mulut; akses atau pintu masuk; awal atau permulaan.
Fungsi Utama: Digunakan sebagai kata benda untuk menyebut mulut (pada manusia atau hewan), bukaan fisik, atau titik awal suatu hal (seperti jalan atau perselisihan). Dalam bentuk turunan, berfungsi sebagai verba untuk memarahi atau sebagai nomina untuk menyebut pembicara atau juru bicara.
Contoh Penggunaan:
- Kòlak pĕdih awahé : dia memiliki mulut yang besar, adalah seorang pemarah/peneriak.
- awah n ambung : bukaan (bagian atas) dari sebuah ambung.
- awah n dĕné : awal dari jalan [ke suatu tempat].
- awah n kité : portal di bagian atas tangga rumah.
- awah n pintu : bukaan pintu.
- awah n pri : awal dari atau pemicu suatu perselisihan. Lihat sub (bĕdil, kirii dan oe).
- Awahi : nawahi : mengarahkan mulut kepada, memarahi [seorang anak]:
- nti awahi òlòk tu anakmu e : jangan memarahi anakmu terlalu keras.
- Pĕrawah : pembicara, "juru bicara", yang berbicara atas nama seluruh kelompok (misalnya karena dia pandai berbicara, atau menguasai bahasa asing, bahasa Aceh atau Melayu); suka berteriak-teriak.
- Awa(h)-awahen : suka bergosip, suka mengobrol, tidak bisa menyimpan rahasia.
Catatan:
- Variasi Penggunaan: Kata ini memiliki bentuk turunan yang produktif, seperti awahi atau nawahi (memarahi), pĕrawah (pembicara/juru bicara), dan awa(h)-awahen (suka mengobrol/tidak bisa menyimpan rahasia).
- Konteks Budaya: Konsep awah tidak hanya merujuk pada anatomi mulut, tetapi juga berfungsi sebagai metafora untuk "awal" atau "pemicu" (seperti awah n pri, awal perselisihan). Peran pĕrawah dihargai dalam masyarakat Gayo sebagai juru bicara yang mampu mewakili kelompok, terutama jika ia menguasai bahasa asing seperti bahasa Aceh atau Melayu. Hal ini menunjukkan nilai kepemimpinan, diplomasi, dan kemampuan retorika yang tinggi dalam struktur sosial dan musyawarah adat.
-
Perbandingan dengan Sesi Sebelumnya:
- Kata awah berkaitan erat dengan entri bĕdil yang sebelumnya disebutkan menggunakan awah atau ujung untuk menyebut moncong laras senapan.
- Konsep awah n pri (pemicu perselisihan) melengkapi pembahasan mendalam tentang pri (perkara/perselisihan) dan bōh (menyebabkan) pada sesi-sesi sebelumnya.
- Penggunaan kata kòlak (besar) dan pĕdih (sangat) dalam contoh kòlak pĕdih awahé juga mengulang dan mengaitkan kembali kosakata yang telah dibahas secara rinci pada entri kōl dan pĕdih.