-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Tetar
Fikaramandio edited this page Jul 23, 2026
·
1 revision
(atau Tetar)
Salabisasi: tĕ-tar
Kelas kata: Nomina (kata benda); Numeralia (kata bilangan/penanda ukuran); Verba (kata kerja, pada bentuk nĕtar atau témĕtar).
Makna:
- Bilah bambu yang dibelah dan dipipihkan, digunakan untuk lantai dan dinding jambur, lantai kĕben, pantaron, dan alangen.
- Satuan hitung atau takaran untuk batang bambu atau stek tebu.
- (Sebagai kata kerja): Membelah bambu menjadi tĕtar; memasang/menyiapkan alat tenun (nētar tĕnun); atau melempar/melontarkan dengan kuat (tombak atau kayu).
Fungsi Utama: Berfungsi sebagai subjek atau objek yang merujuk pada material bangunan tradisional atau satuan penghitung, atau sebagai predikat yang menyatakan tindakan memproses bambu, menyiapkan benang tenun, atau melakukan gerakan melempar/berlari dengan sangat cepat dan bertenaga.
Contoh Penggunaan:
- Uluh sara (tulu) tĕtar: satu (atau tiga) batang bambu.
- tu rōa tĕtar: dua stek tebu.
- nĕtar: membuat tĕtar dari bambu.
- nētar tĕnun: memasang alat tenun (mengambil benang dari kayu pantak tempat penyimpanannya, mengibaskannya, merapikannya, dan membentangkannya di alat tenun).
- Itétarné kunyuré ku sĕrap sō: ia melemparkan tombaknya ke seberang [sungai].
- Ari Gayō-Lues témĕtar aku (atau kutĕtaren) sĕrĕlō rĕmalan ku Lumut: dari Gayo Lues saya berlari kencang (menyelesaikan perjalanan) dalam satu hari langsung ke Lumut, wilayah Laut.
Catatan:
-
Konteks Budaya dan Kerajinan:
- Arsitektur: Penggunaan tĕtar menunjukkan pemanfaatan bambu secara maksimal dan terstruktur dalam konstruksi tradisional Gayo (jambur, kĕben).
- Tekstil: Proses nētar tĕnun digambarkan dalam sumber sebagai pekerjaan yang sulit, penting, dan membutuhkan keahlian khusus yang hanya dilakukan oleh perempuan terampil (sering kali dengan upah). Ini menyoroti tingginya nilai dan kompleksitas keterampilan menenun dalam masyarakat Gayo. Sumber bahkan membandingkan proses ini dengan istilah Jawa ngĕlab, menunjukkan adanya kesadaran lintas budaya dalam teknik tekstil Nusantara.
- Perluasan Makna (Metafora Gerakan): Makna kata kerja nĕtar sebagai "melempar" berkembang menjadi makna kiasan yang sangat ekspresif untuk gerakan fisik. Frasa témĕtar atau kutĕtaren digunakan untuk menggambarkan seseorang yang bergerak (berlari/berjalan) dengan sangat cepat, bertenaga, dan tanpa henti, hingga mampu menyelesaikan perjalanan jauh antarwilayah (misalnya dari Gayo Lues ke Laut) hanya dalam satu hari.