-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Kipes
Salabisasi: ki-pes
Kelas kata: Nomina
Makna: Kipas [gaya Eropa]; kipas yang digunakan oleh pengantin perempuan dan laki-laki.
Fungsi Utama:
- Alat yang dipegang oleh pengantin selama upacara neik (naik) untuk menyembunyikan wajah di baliknya.
- Digunakan oleh pengantin laki-laki saat bĕrsĕntabi, yaitu dengan memegang kipas di antara kedua tangan yang disusun dalam posisi sembah, lalu membukanya dengan gerakan yang dilatih khusus untuk menyembunyikan wajah.
- Juga digunakan dalam upacara bersaman.
Catatan:
- Kata ini diserap dari bahasa Belanda: kijpjes (bentuk jamak dari kijpje, kipas kecil) atau kipjes → kipes. Fonologi: ['kɛi-pjəs] → [ki-pes].
- Menariknya, verba yang diturunkan darinya, ngipes, justru tidak bermakna 'mengipas dengan kipes', melainkan 'mengipas dengan kain, daun, atau benda lain'.
Salabisasi: ngi-pes
Kelas kata: Verba (perubahan bentuk dari kipes)
Makna: Mengipas [dengan kain, daun, atau benda lain, tetapi bukan dengan kipes].
Fungsi Utama: Menyatakan tindakan mengipas untuk menghasilkan angin, baik untuk mendinginkan diri, menyalakan api, atau sebagai isyarat.
Contoh Penggunaan:
- Ikipesé bededné kĕn upuhé, kĕmbuhen. : Dia mengipasi dirinya sendiri dengan kainnya, dia kepanasan/sesak.
- Ngipes rara. (Mengipasi api [dengan karung, niu, atau upuh].)
- Ngipes [kapur]. (Mengipasi kapur [yang dibakar di gunung, dengan tampah atau karung bekas, agar putihnya sempurna]. Juga bermakna 'membakar kapur'.)
Salabisasi: i-ki-pe-si
Kelas kata: Verba (bentuk pasif dengan sufiks -i)
Makna: Dikipasi (khusus untuk pengantin laki-laki).
Fungsi Utama: Menyatakan tindakan mengipasi yang diterima oleh pengantin laki-laki, dilakukan oleh para gadis muda dengan menggunakan kipas milik pengantin itu sendiri.
Contoh Penggunaan:
- Ikipesi bei. (Pengantin laki-laki itu dikipasi [oleh gadis-gadis muda, dengan kipasnya pengantin].)
Salabisasi: i-ki-pes-né
Kelas kata: Verba (bentuk aktif dengan sufiks -né, objek orang)
Makna: Dia memberi isyarat kepada kekasihnya dengan mengibas-ngibaskan kain.
Fungsi Utama: Menyatakan tindakan memberi isyarat nonverbal dari jarak jauh untuk menyampaikan pesan rahasia, khususnya terkait pertemuan.
Contoh Penggunaan:
- Ikipesné diangé ku bur sō. : Dia memberi isyarat kepada kekasihnya dengan mengibaskan kainnya supaya datang ke gunung sana [untuk pertemuan rahasia].
Catatan:
- Contoh ini menunjukkan fungsi sosial dari tindakan 'mengipas' sebagai alat komunikasi nonverbal dalam konteks percintaan.
Salabisasi: pe-ngi-pe-sen
Kelas kata: Nomina
Makna: Tempat membakar kapur; lokasi di gunung tempat aktivitas pembakaran kapur dilakukan.
Fungsi Utama: Menunjuk pada lokasi spesifik untuk kegiatan ngipes kapur (membakar dan mengipasi kapur).
Contoh Penggunaan:
- Bur pengipesen ni urang Pĕparik. : Gunung tempat orang Pĕparik membakar kapur.
| Aspek | tèlòng | kipes (dan ngipes) | tunu | mĕsing |
|---|---|---|---|---|
| Makna Dasar | Membakar; menyalakan api; terbakar. | Kipes: kipas (nomina). Ngipes: mengipas (verba). | Memanaskan; membakar; memanggang. | Hangus; gosong; terbakar (hasil). |
| Kelas Kata Utama | Verba (aktif: nèlòng). | Kipes: Nomina. Ngipes: Verba. | Verba (aktif: nunu). | Adjektiva / Verba Statif. |
| Proses vs Hasil | Proses: tindakan membakar atau peristiwa kebakaran. | Proses: tindakan mengipas (dengan kain, daun, bukan kipes). | Proses: pemanasan terkendali untuk tujuan tertentu. | Hasil akhir: keadaan hangus/gosong akibat proses. |
| Tujuan | Bisa merusak (kebakaran) atau bertujuan (bakar ladang, bakar rumput untuk hiburan). | Menghasilkan angin (mendinginkan, menyalakan api), atau memberi isyarat. | Memasak, membakar tembikar/kapur, memijarkan besi, menembak. | Tidak bertujuan; konsekuensi negatif dari pemanasan berlebihan. |
| Kendali | Bisa disengaja (membakar ladang) atau tidak disengaja (kebakaran). | Disengaja. | Sangat terkendali dan disengaja. | Tidak disengaja; akibat kelalaian. |
| Konteks Budaya | Pembakaran rumput di gunung sebagai hiburan; kepercayaan hari Rabu sebagai "hari api". | Digunakan dalam upacara adat: neik, bĕrsĕntabi, bersaman oleh pengantin. | Membakar tembikar tradisional (kuren, labu); membakar kapur. | Berkaitan dengan kelalaian memasak atau mengeringkan pakaian dekat api. |
| Alat/Pelaku | Api langsung; bisa dilakukan siapa saja. | Kipes: kipas Eropa. Ngipes: kain, daun, karung (bukan kipas). | Api langsung; dilakukan oleh siapa saja. | Tidak ada alat khusus; merupakan akibat. |
| Etimologi | Kata asli Gayo. | Serapan Belanda: kijpjes / kipjes. | Kata asli Gayo. | Kata asli Gayo. |
| Contoh Kunci | Kampoeng Kĕbayakan nge mbèh itèlòngi Blende. | Ikipesné diangé ku bur sō. | Aku malé nunu [kuren]. | Gulé itunu nti mĕsing. |
- Tèlòng adalah proses pembakaran yang bisa merusak (kebakaran) atau bertujuan (bakar ladang, bakar ilalang). Api adalah elemen utamanya.
- Kipes (nomina) adalah alat kipas bergaya Eropa yang dipakai dalam upacara adat pengantin. Turunannya, ngipes (verba), adalah proses mengipas menggunakan benda selain kipas untuk menghasilkan angin, mendinginkan, atau memberi isyarat rahasia.
- tunu adalah proses pemanasan terkendali untuk tujuan produktif seperti memasak, membakar tembikar, memijarkan besi, atau menembak.
- mĕsing adalah hasil akhir yang buruk dari proses pemanasan, yaitu hangus atau gosong, yang terjadi karena kelalaian atau ketidaksengajaan.
Hubungan di antara keempatnya: tèlòng (membakar) dan tunu (memanggang) adalah proses yang melibatkan api. Ngipes (mengipas) bisa digunakan untuk membesarkan api (seperti pada ngipes rara). Jika proses tunu atau tèlòng tidak terkendali, hasilnya bisa menjadi mĕsing (hangus).