-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Sine
(atau HINE)
Salabisasi: si-ne (hi-ne)
Kelas kata: Adverbia (kata keterangan), juga digunakan secara adjektival (sebagai kata sifat)
Makna: Tadi, baru saja, baru lewat; yang disebut tadi, yang tersebut, yang sudah disebutkan sebelumnya, yang dimaksud (merujuk pada orang atau benda yang telah disebutkan).
Fungsi Utama: Sebagai kata keterangan waktu yang menunjukkan kejadian yang baru saja berlangsung atau baru lewat (mirip dengan "tadi" dalam bahasa Indonesia). Juga berfungsi sebagai penunjuk referensi (referensial) yang merujuk kembali pada orang atau benda yang telah disebutkan sebelumnya dalam wacana, berfungsi mirip dengan artikel definitif (kata sandang tertentu) dalam bahasa Indonesia.
Bentuk Turunan dan Variasi:
- sine / hine: bentuk dasar
- sinedné / hinedné: bentuk dengan penekanan
- hne / ne / hné: bentuk enklitik (selalu terletak di belakang nomina, baik yang diikuti kata tunjuk maupun tidak), diucapkan secara enklitik, tidak ditekankan, dan sangat lemah, berfungsi merujuk kembali pada orang atau benda yang telah disebutkan sebelumnya, dengan kekuatan tidak lebih dari kata sandang "yang/tersebut", atau sekadar menjadi kata sandar (stopwoord).
Contoh Penggunaan:
-
Sine ara wé gèh ku ini
Tadi dia ada datang ke sini. -
Sinedné ara jĕma lĕpas
Baru saja (barusan) ada orang lewat. -
Kabur sine
Tadi pagi (pagi yang baru lewat). -
Klam sine
Tadi malam, semalam. -
Taun sine
Tahun lalu, tahun yang baru lewat. -
Ulen si maté 'ni sine
Bulan yang sudah lewat (bulan lalu).secara harfiah : bulan yang mati tadi, bulan mati siklus bulan setelah bulan purnama, tidak berarti satu bulan lalu (30 hari)
-
Pusesuk wé ari sine mi, gere mĕra kundul-kundul
Dia berdiri sejak tadi (sejak beberapa waktu lalu) dan tidak mau duduk. -
Renjel wé mudĕmu urum abangé sine
Kemudian dia bertemu dengan kakaknya yang tersebut tadi. -
Si nĕmbah bulang hō sine
Orang yang membawa penutup kepala yang tersebut tadi. -
Ampun, reje, kĕné anak si tulu e sine
Ampun, reje! kata ketiga anak yang tersebut itu. -
Dĕlèn taun ini uren ari taun hne
Lebih banyak hujan tahun ini daripada tahun yang lalu. -
Gèh kĕné jĕma si ayu gèh sine
Ketika itu berkatalah orang yang baru datang tadi. -
Hingge renjel pulih anak sine
Ketika itu sembuhlah anak yang tersebut. -
Gèh kĕné jĕma si sinedné
Ketika itu berkatalah orang yang tadi (yang sudah disebutkan). -
Renjel mĕsangka kĕra hné (atau hne)
Ketika itu pergilah monyet yang tersebut itu berlari. -
Gèh kĕné benedné hné
Ketika itu berkatalah istrinya yang disebut sebelumhya. -
Hingge ipatihé pri ni tĕngku edné (atau edne, = tĕngku e hné, atau hne) sine
Ketika itu dia mematuhi perkataan dari tĕngku yang tersebut tadi. -
Si bĕru edné (atau edne), si beru e hné atau hne)
Gadis yang tersebut itu. -
Ngōk, kĕné tĕngkudné (= tĕngku hné)
Baiklah, kata tĕngku yang tersebut itu. -
Amaé ne nge tue
Bapaknya yang tersebut tadi sudah tua. -
Iòsadné òròs òya (h)ne mien ku Bangt' Amat
Dia mengembalikan beras tadi (yang tersebut itu) kepada Bangt' Amat. -
Iayòdné mien ku pĕti e (h)ne
Mereka memasukkan kembali ke dalam peti yang tersebut itu. -
Ianggōé luju òya sine (atau hne atau ne)
Dia mengambil pisau yang tersebut itu. -
Nge mungge ukum e hné
Ketika itu berakhirlah persidangan yang tersebut. -
Gèh kĕné kĕkanak a sine musaut
Ketika itu anak yang tersebut tadi menjawab. -
Ncara si mulō hine we
Seperti yang sudah dikatakan tadi (di awal cerita saya). -
Òya (h)ne le luju si kundeikō sine
Itulah pisau yang kamu tanyakan tadi.
kata 'kundei' jika diucapkan maka bunyi huruf /d/ akan terdengar samar sehingga akan terdengar seperti 'kunei'
Catatan:
-
Perbandingan dengan bahasa lain: Kata sine setara dengan tadi dalam bahasa Melayu yang berfungsi menunjukkan waktu yang baru lewat.
-
Fungsi gramatikal khusus: Bentuk-bentuk enklitik hne, ne, dan hné memiliki fungsi yang sangat khas dalam bahasa Gayo. Bentuk ini selalu terletak di belakang nomina dan berfungsi mirip dengan artikel definitif (kata sandang "yang/tersebut") dalam bahasa Indonesia. Bentuk ini diucapkan dengan sangat lemah dan tidak ditekankan, menunjukkan bahwa ia telah mengalami gramatikalisasi dari adverbia waktu menjadi penanda referensi.
-
Variasi dialek: Terdapat variasi antara sine dan hine, serta antara sinedné dan hinedné, yang mencerminkan perbedaan dialek atau variasi bebas dalam pengucapan.
-
Konteks budaya: Penggunaan sine dan bentuk-bentuk enklitiknya sangat penting dalam wacana naratif bahasa Gayo. Dalam cerita rakyat atau percakapan, kata ini digunakan untuk merujuk kembali pada karakter atau objek yang sudah disebutkan, membantu pendengar/pembaca untuk mengikuti alur cerita tanpa harus mengulang penyebutan secara lengkap. Ini menunjukkan pentingnya konteks bersama (shared context) dalam komunikasi bahasa Gayo.