-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Batang
Fikaramandio edited this page Jul 7, 2026
·
1 revision
Salabisasi: ba-tang.
Kelas kata: Nomina (Kata Benda), Adjektiva (pada bentuk kébatangen).
Makna:
- (Nomina - Fisik) Batang, pokok kayu, atau tumbuhan.
- (Nomina - Metaforis) Hal utama, komponen pokok, atau bagian inti dari sesuatu.
- (Nomina - Ekonomi) Modal pokok atau taruhan utama (lawan dari ujung / bunga/keuntungan).
Fungsi Utama: Digunakan sebagai kata benda untuk merujuk pada struktur fisik tumbuhan (pohon). Secara metaforis, kata ini sangat produktif untuk mendeskripsikan "inti" atau "pokok" dari berbagai entitas, seperti porsi utama makanan, modal ekonomi, taruhan utama, atau tanaman pokok. Sebagai adjektiva (kébatangen), ia mendeskripsikan keadaan kaku dan tidak bergerak seperti batang pohon.
Contoh Penggunaan: A. Konteks Fisik dan Botani:
- Batang kayu, pohon.
- batang glumpang, pohon glumpang (kapuk).
- (batang) krambil sara batang, satu pohon kelapa.
- batang karé, anggrek (tanaman parasit), (juga) sejenis bisul di leher atau tengkuk.
- batang ril, tulang belakang (tulen kuduk) dari hewan yang diburu.
B. Konteks Metaforis "Inti/Pokok/Utama":
- batang bak, tanaman pokok tembakau (sebagai lawan dari cĕding / tunas), lihat bak.
- ike urang Gayō, tende pĕmĕlien ku jamu mangas si batang-baké, pada orang Gayo, penghormatan pertama kepada tamu adalah sirih pinang (secara harfiah: inti dari perjamuan).
- batang èdangan, porsi utama, nasi yang diletakkan di awal piring saat makan (sebagai lawan dari pĕmbubuh / lauk-pauk tambahan).
C. Konteks Ekonomi dan Judi:
- batang [taruh], taruhan utama (dari pemain inti dalam adu hewan; lawan dari taruh deret / taruhan para penonton; keuntungannya disebut ujung).
- Batang juga bermakna modal pokok atau kapital, sebagai lawan dari bunga atau keuntungan (ujung) dari uang yang dipinjamkan atau diinvestasikan.
D. Konteks Ritual:
- batang teguh, sejenis rumput yang digunakan untuk ritual nawari (lihat tawar).
E. Konteks Adjektiva (Keadaan Fisik):
- Kébatangen, menjadi seperti batang pohon, tidak bergerak, kaku (karena kaget atau takut).
Catatan:
- Ekspansi Semantik "Inti/Pokok": Kata batang mengalami perluasan makna yang sangat luas dan produktif dari makna fisik "batang pohon" menjadi konsep abstrak "inti, pokok, atau komponen utama". Dalam kosmologi material Gayo, apa pun yang menjadi fondasi, pusat, atau bagian terpenting dari suatu sistem disebut batang.
-
Sistem Dualisme dan Oposisi: Konsep batang hampir selalu didefinisikan melalui oposisi atau dualisme dengan entitas lain yang bersifat "tambahan", "cabang", atau "hasil":
- Dualisme Kuliner: Batang èdangan (nasi pokok) vs pĕmbubuh (nasi tambah).
- Dualisme Ekonomi/Judi: Batang (modal pokok/taruhan utama) vs ujung (bunga/keuntungan) atau taruh deret (taruhan penonton).
- Dualisme Agraris: Batang bak (tanaman pokok tembakau) vs cĕding (tunas/tanaman ulang yang berkualitas lebih rendah).