-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Salah
Salabisasi: sa-lah
Kelas kata: Adjektiva; Nomina
Makna: Salah; keliru; kesalahan; pelanggaran; denda (yang dijatuhkan). Lawan kata: bĕnar.
Fungsi Utama:
- Menyatakan kesalahan, kekeliruan, atau pelanggaran yang dilakukan.
- Menunjuk pada denda atau hukuman adat yang dikenakan atas suatu pelanggaran.
Contoh Penggunaan:
- Aku salah. : Aku telah berbuat salah.
- Aku salah pringku (buetku). : Aku salah ucap [perbuatanku].
- Salah ku edet idòti, salah ku Tuhen itòbati. : Atas pelanggaran terhadap adat [reje] orang memohon ampun dengan hormat, atas pelanggaran terhadap Tuhan [berbuat dosa] bertaubatlah.
- Salah pari aku. : Aku salah meletakkan [benda yang dimaksud].
- Salah wet. : Keliru mengambil
- salah anggō : Keliru menjemput
- salah ayō : Keliru memasukan
- salah trime : Keliru menerima
- salah òsah : Keliru memberikan
- salah pĕpòk : salah tampar dan sebagainya.
- Hukum salah terseje. : Keputusan hukum yang dijatuhkan dengan pertimbangan bahwa kedua belah pihak bersalah, meskipun tidak ada yang bertindak dengan sengaja [dalam hal ini hanya separuh dari denda yang dituntut yang harus dibayar; misalnya seorang anak yang sedang bermain sumpit dengan teman-temannya tidak sengaja mengenai mata seorang penonton; anak itu hanya dituntut setengah dari denda yang biasa].
- Ari salahmu òya. : Itu salahmu sendiri.
- Salahé lime teil. : Dia didenda 5 tail [harus membayar denda 5 tail].
- Nge kuòsan salah-malahku ku reje. : Sudah kubayar semua denda-dendaku kepada reje.
Catatan:
- Kata ini memiliki cakupan luas: dari kesalahan moral/agama hingga kesalahan teknis (salah ambil, salah taruh) dan denda adat.
- Salah ku edet vs salah ku Tuhen: menunjukkan perbedaan antara pelanggaran adat (diselesaikan dengan memohon ampun secara adat, idòti) dan pelanggaran terhadap Tuhan (diselesaikan dengan tobat, itòbati).
Salabisasi: nya-lah
Kelas kata: Verba (bentuk vervoegd; juga mĕnyalah)
Makna: Menjatuhkan denda; mengenakan denda.
Fungsi Utama: Menyatakan tindakan otoritas (reje, tue, saudere) dalam menetapkan dan mengenakan denda adat kepada pelaku pelanggaran.
Contoh Penggunaan:
- Reje nyalah sĕpuluh teil, tue nyalah lime teil, saudere sĕteil sĕpa. (reje menjatuhkan denda minimal 10 tail, tue 5 tail, saudere 1¼ tail.)
Salabisasi: i-sa-la-hi
Kelas kata: Verba (bentuk pasif dengan sufiks -i)
Makna: Didenda; dikenakan denda oleh seseorang.
Fungsi Utama: Menyatakan bahwa subjek dikenai sanksi denda oleh pihak yang berwenang.
Contoh Penggunaan:
- Isalahi reje aku sĕpuluh ringgit. : Aku didenda oleh reje sebesar 10 ringgit.
- Reje gere tĕrsalahi, malèngkan ilĕgihen. : Seorang reje tidak dapat didenda, ia hanya dapat diturunkan [dari jabatannya].
Salabisasi: i-sa-lah-né di-ri-é
Kelas kata: Frasa Verba
Makna: Menyalahkan diri sendiri; juga berarti merajuk, menunjukkan diri tersinggung, menarik diri sambil merajuk (dikatakan tentang seseorang yang musalah; lihat entri tersebut).
Contoh Penggunaan:
- Isēsalahé dirié. : Anak itu merajuk, berlagak seolah-olah dirinya diperlakukan tidak adil, seolah-olah ia "musalah".
- Isalahné dirié. : Dia menyalahkan diri sendiri; juga: dia menunjukkan diri tersinggung, menarik diri sambil merajuk.
Salabisasi: i-sa-lah-si-lah-né
Kelas kata: Verba (bentuk reduplikasi dengan sufiks)
Makna: Menyusun secara berselang-seling; meletakkan bersilangan.
Fungsi Utama: Menggambarkan cara menyusun daun sirih dalam ikatan (pĕdi) di mana ujung daun yang satu diletakkan di atas tangkai daun berikutnya secara bergantian.
Contoh Penggunaan:
- Isalah-silahné ikoté blō. : Ketika mengikat daun sirih menjadi bundelan-bundelan [pĕdi], dia meletakkannya sedemikian rupa sehingga ujung daun yang satu selalu berada di atas tangkai daun berikutnya.
Salabisasi: bĕr-sa-la-hen
Kelas kata: Verba (bentuk resiprokal)
Makna: Tidak sependapat; berbeda pendapat; berselisih paham. Juga berarti masing-masing merasa tersinggung atau diperlakukan tidak sopan.
Fungsi Utama: Menyatakan ketidaksepakatan di antara pihak-pihak yang berwenang (ulama) atau perasaan tersinggung di antara para tamu.
Contoh Penggunaan:
- Bĕrsalahen ulama. : Para ulama tidak sependapat [tentang masalah itu].
- Bĕrsalahen bédné jamu e, ulak k' umahé bédné. : Semua tamu [di pesta itu] merasa diperlakukan tidak sopan [lihat musalah], dan karenanya pulang ke rumah masing-masing.
Salabisasi: bĕr-si-sa-la-hen
Kelas kata: Verba (bentuk resiprokal)
Makna: Saling menjatuhkan denda; saling mendenda satu sama lain (yang menjadi bukti kurang baiknya hubungan).
Fungsi Utama: Menyatakan hubungan yang kurang harmonis antara dua kelompok yang saling mengenakan denda adat.
Contoh Penggunaan:
- Bĕrsisalahen urang Isak urum urang Nalun. : Orang Isak dan orang Nalun saling menjatuhkan denda [dalam berbagai kesempatan], yang merupakan bukti kurang baiknya hubungan di antara mereka.
Salabisasi: mu-sa-lah
Kelas kata: Verba (bentuk statif)
Makna:
- Terkilir; salah urat (tentang otot kaki).
- Secara khusus: merasa diperlakukan tidak adil, merasa tersinggung, merasa kurang dihargai (dan karenanya merajuk, menarik diri). Sama dengan isalahné dirié.
Fungsi Utama: Menyatakan kondisi fisik (terkilir) atau kondisi emosional (tersinggung dan merajuk) akibat perlakuan yang dianggap tidak pantas.
Contoh Penggunaan:
- Musalah uyet ni kidingku. : Otot kakiku terkilir; kakiku salah urat.
- Ralikku musalah. : Iparku yang bertamu padaku merasa kurang dihargai dan pergi dengan marah [misalnya karena aku tidak menyajikan sirih dan makanan sesuai aturan sopan santun; dalam hal ini si "juelen" harus mendatangi ipar yang merajuk itu dan, kadang-kadang dengan memberikan denda "kĕn isi ni kĕsalahenku", meminta maaf atas kelalaiannya; jika tidak, maka kelak ketika ia hendak menikahkan anaknya, ipar itu tidak akan memberikan restu "nosah doa", yang dapat menimbulkan perselisihan].
- Rawanku musalah, lanih toe aku mĕnjĕrang. : Suamiku merajuk [pergi dengan marah tanpa menyentuh makanan yang dihidangkan], karena makanan terlambat masak [kata si istri].
- Ah durén ini gere nè mĕra muwah, musalah bang nge. : Ah, durian ini tidak mau berbuah lagi, mungkin dia merajuk [mungkin dia diperlakukan tidak adil, misalnya buahnya dipetik sebelum masak].
Salabisasi: mu-sa-lah-si-lah
Kelas kata: Verba (bentuk resiprokal reduplikasi)
Makna: Saling tidak bertemu; berpapasan tetapi tidak bertemu (karena salah jalan atau waktu).
Fungsi Utama: Menyatakan dua pihak yang saling mencari atau berjalan namun tidak bertemu.
Contoh Penggunaan:
- Musalah-silah aku urum wé i dĕné. : Aku dan dia berpapasan/berselisih jalan [tidak bertemu] di jalan.
Salabisasi: pu-sa-lah
Kelas kata: Adjektiva / Verba (bentuk kebiasaan)
Makna: Sering sekali menjatuhkan denda; sangat gemar mendenda.
Fungsi Utama: Menyatakan kebiasaan atau karakter seseorang (biasanya reje) yang terlalu sering mengenakan denda.
Contoh Penggunaan:
- Reje òya pusalah pedih. : reje itu sangat sering [gemar] menjatuhkan denda.
Salabisasi: pu-sa-lah-sa-lah(-i)
Kelas kata: Verba (bentuk frekuentatif)
Makna: Terus-menerus menjatuhkan denda; selalu mendenda.
Fungsi Utama: Menekankan tindakan mendenda yang dilakukan berulang-ulang tanpa henti.
Contoh Penggunaan:
- Pusalah-salah(i) jĕma sabi reje òya. : reje itu terus-menerus mendenda orang saja.
Salabisasi: pĕ-nya-la-hen
Kelas kata: Nomina
Makna: Proses pendendaan; penjatuhan denda (subjeknya adalah orang yang menjatuhkan denda).
Fungsi Utama: Menunjuk pada tindakan atau proses mengenakan denda adat.
Salabisasi: kĕ-sa-la-hen
Kelas kata: Nomina
Makna: Apa yang dibayarkan seseorang sebagai denda; jumlah denda; juga berarti pelanggaran atau kelalaian.
Fungsi Utama: Menunjuk pada denda yang harus dibayar atau pelanggaran yang dilakukan.
Contoh Penggunaan:
- Salahé sĕpuluh teil, kĕsalahné iòsahé upuh òpat kayu kĕn isi ni kĕsalahné (atau salahé). (Dia didenda 10 tail, dan sebagai [sebagian] pelunasannya dia memberikan empat blok kain putih [yang dipersembahkan dengan penuh kerendahan hati, bĕrsĕmbah sungkur dan bĕrbatil bĕrsap].)