-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Reris
Fikaramandio edited this page Aug 11, 2026
·
1 revision
Salabisasi : rĕ-ris
Kelas kata : Verba (kata kerja) — intransitif
Makna :
- Lepas; terlepas; mengelupas.
- Mengelupas; terkelupas (khusus untuk kulit ari, keropeng, atau bintil-bintil penyakit kulit seperti cacar, campak, dan sejenisnya)
Fungsi Utama : Menyatakan keadaan lepas atau terkelupasnya lapisan kulit tipis (seperti keropeng, bintil cacar/campak) dari permukaan kulit.
Contoh Penggunaan :
- Nge rĕris rirué (tĕpapé, urisé) — "Bintil-bintil cacarnya (cacar air, campaknya) sudah mengelupas/lepas."
Catatan :
- Kata rĕris memiliki makna dasar yang sama dengan rĕras, yaitu 'lepas, terlepas, rontok, atau gugur' (seperti buah, daun, rambut, dan sebagainya).
- Namun, rĕris digunakan secara khusus untuk menyatakan pengelupasan lapisan kulit yang sangat tipis, seperti:
- Keropeng atau bintil-bintil penyakit kulit (cacar, campak, cacar air)
- Kulit ari yang mengelupas
- Perbedaan dengan rĕras:
- Rĕras — umum untuk buah, daun, rambut yang rontok
- Rĕris — khusus untuk kulit/keropeng/bintil penyakit yang mengelupas
- Kata ini hanya disebutkan dalam bentuk intransitif (tanpa objek), yang berarti 'mengelupas dengan sendirinya'.
Perbandingan dengan rĕras dan ruluh:
| Kata | Makna Umum | Penggunaan Khusus | Asal |
|---|---|---|---|
| Rĕras | Rontok/gugur (buah, daun, rambut); (kiasan) patah semangat | Nama pohon yang buahnya dimakan burung | Kata asli Gayo |
| Ruluh | Rontok/gugur (buah, daun, rambut) | Mĕruluhi = berganti bulu (burung) | Serapan Melayu |
| Rĕris | Lepas/terkelupas | Bintil cacar/campak yang mengelupas | Kata asli Gayo |
Nilai Budaya: Pengetahuan tentang rĕris menunjukkan pengamatan masyarakat Gayo terhadap gejala-gejala penyakit kulit dan masa penyembuhannya. Istilah ini digunakan untuk menyatakan bahwa seseorang telah melewati masa kritis suatu penyakit (seperti cacar atau campak) karena bintil-bintilnya sudah mulai mengelupas — yang menandakan proses penyembuhan. Ini menunjukkan adanya pemahaman tradisional tentang tahapan penyakit dan kesembuhan dalam budaya Gayo.