-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Tanoh
Salabisasi: ta-nòh
Kelas kata: Nomina
Makna: Tanah; lahan; bumi.
Fungsi Utama:
- Menunjuk pada materi tanah atau bumi sebagai unsur alam.
- Menunjuk pada lahan atau wilayah (pertanian, kampung, negeri).
- Digunakan dalam berbagai istilah untuk menyebut jenis-jenis tanah berdasarkan warna, tekstur, atau penggunaannya.
Contoh Penggunaan:
- Tanòh n umengku jĕròh pĕdih. : Tanah sawahku bagus sekali (sangat baik).
- Tanòhku jĕròh pĕdih ròmé. : Tanahku menghasilkan padi yang sangat baik.
- I wan tanòh Gajō dĕlé pĕdih batang n uyem. : Di Tanah Gayo sangat banyak pohon pinus.
- Tanòhku due nalih inih. : Tanahku memiliki luas 2 nalih benih padi, artinya dibutuhkan 2 nalih benih padi untuk menanaminya.
- Tanòh sara kĕmbul. : Segenggam tanah sebesar kepalan tangan.
- Setanòh nge aku urum wé. : Aku dan dia sudah berhadapan langsung [tidak ada halangan lagi, sehingga bisa saling memukul, dikatakan tentang orang yang sedang berkelahi].
- Sumpah ku Tanòh. : Bersumpah demi bumi. Lihat entri kandung.
Catatan:
- Jenis-jenis tanah yang dikenal:
- Tanòh gemur: Tanah liat yang subur; lempung yang sangat subur.
- Tanòh ilang: Tanah merah (di mana rumput tidak tumbuh).
- Tanòh liet: Tanah lekat/lengket, biasanya kurang subur.
- Tanòh ubet: Tanah hitam yang berbutir-butir.
- Tanòh oné: Tanah keras (subur).
- Tanòh cak: Tanah berbongkah-bongkah.
- Tanòh cĕmpege: Belerang (secara harfiah "tanah belerang").
- Tanòh n jèrèt: Tanah dari kuburan yang baru digali (digunakan sebagai bahan ramuan obat-obatan tertentu).
- Tanòh n dapur: Tanah untuk dapur; tanah timbunan untuk tempat perapian setinggi satu jĕngkal.
- Tanòh tumpah-darah ni muyang-datungku: Ungkapan untuk tanah warisan leluhur yang telah dibuka dan diolah oleh para pendahulu.
Salabisasi: ta-nò-hi
Kelas kata: Verba (bentuk turunan; juga nanòhi)
Makna: Memberi tanah; melapisi dengan tanah; meninggikan dengan tanah. Secara khusus: meninggikan dapur (tungku) dengan tanah, memberi [lebih banyak] tanah, atau membuat tungku dari tanah.
Fungsi Utama: Menyatakan tindakan menambahkan atau membentuk tanah pada suatu tempat, khususnya dapur atau tungku.
Contoh Penggunaan:
- Tanòhen dapurmu glah tĕbel. (Tinggikan dapurmu dengan tanah, biarlah lapisan tanahnya agak tebal, atau buatlah dapur dari tanah dan usahakan lapisan tanahnya agak tebal.)
Salabisasi: bĕr-ta-nòh
Kelas kata: Verba (bentuk statif)
Makna: Sudah diberi tanah; sudah jadi (tentang dapur/tungku).
Fungsi Utama: Menyatakan bahwa suatu objek telah selesai dilapisi atau dibentuk dari tanah.
Contoh Penggunaan:
- Nge bĕrtanòh dapurku. (Dapurku sudah selesai dibuat dari tanah; dapurku sudah siap.)
Salabisasi: mu-ta-nòh
Kelas kata: Adjektiva / Verba Statif
Makna: Memiliki banyak tanah; menjadi tuan tanah; pemilik lahan.
Fungsi Utama: Menyatakan status seseorang sebagai pemilik tanah yang luas.
Contoh Penggunaan:
- Pengulu Gele, Pengulu Rĕma, òya si mutanòh i gĕlung Gayō [Lues]. (Pengulu Gele dan Pengulu Rĕma adalah para tuan tanah di wilayah Gayo Lues.)
Salabisasi: pĕr-ta-nò-hen
Kelas kata: Nomina
Makna: Keadaan tanah; kondisi tanah (terutama sejauh diyakini memengaruhi kesejahteraan penduduk suatu negeri atau kampung).
Fungsi Utama: Menyebut kualitas atau karakteristik tanah yang dianggap menentukan nasib, kecantikan, kekayaan, dan kemakmuran penduduknya.
Contoh Penggunaan:
- Si bĕbĕru Pĕnosan dĕlé si jĕròh, sebep jĕròh pĕtanòhen i kampungé. (Banyak gadis Pĕnosan yang cantik, karena mereka berdiam di tempat yang baik [secara harfiah: karena kondisi tanah di kampung mereka baik].)
- Kōrō Landé jĕroh pĕtanòhedné, tĕmbun-tĕmbun bédné. (Kerbau-kerbau Landé tumbuh baik [Laut adalah tanah yang baik untuk kerbau], kerbau-kerbau di sana semuanya gemuk-gemuk.)
kata 'Landé' saat dibaca maka bunyi huruf /d/ terdengar samar sehingga seakan-akan terdengar 'Lané' Demikian juga dengan kata 'pĕtanòhedné' saat dibaca huruf /d/ terdengar samar sehingga akan terdengar 'pĕtanòhené'
- Kampung Kute Lintang jĕròh pĕtanòhedné, dĕlé jĕma kaya-kaya i was a. (Kampung Kute Lintang adalah negeri yang beruntung, di sana banyak orang kaya.)
- Nge pĕrtanòhen kampung Kung gere mĕra jĕma rami. (Sudah menjadi ketentuan tanah kampung Kung [di wilayah Deret] bahwa tempat itu tidak bisa berpenduduk ramai.)
Catatan:
- Konsep pĕrtanòhen mencerminkan kepercayaan bahwa kondisi fisik tanah suatu tempat memengaruhi nasib dan kesejahteraan penghuninya. Tanah yang baik menghasilkan gadis-gadis cantik, kerbau gemuk, dan orang kaya; tanah yang buruk menyebabkan tempat sulit berkembang.
Salabisasi: mu-tĕ-ta-nò-hen
Kelas kata: Verba (bentuk statif)
Makna: Tertutup tanah; kotor oleh tanah; penuh dengan tanah.
Fungsi Utama: Menyatakan keadaan kotor karena tanah yang menempel di badan, pakaian, atau benda.
Contoh Penggunaan:
- Pumungku, upuhku mutĕtanòhen. : Tanganku, kainku penuh dengan tanah.
- Sa kin ara mutĕtanòhen ulak ari jèrèt? (Siapakah yang pernah kembali dari kubur dengan badan tertutup tanah? Artinya: adakah orang yang pernah kembali dari kubur? Rupanya di sana orang tidak terlalu disiksa oleh hukuman-hukuman yang sering kita takutkan ketika berbuat jahat, jadi kita tidak perlu takut.)