-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Tanggang
Salabisasi: tang-gang
Kelas kata: Nomina (Kata Benda)
Makna: Kalung, kalung leher, atau hiasan leher.
Fungsi Utama: Digunakan sebagai kata benda untuk merujuk pada berbagai jenis perhiasan leher yang dikenakan oleh berbagai kalangan (pengantin, pejabat adat, anak-anak). Tanggang tidak hanya berfungsi sebagai perhiasan estetis, tetapi juga sebagai penanda status sosial, simbol kekayaan, dan yang paling penting, sebagai jimat pelindung yang menangkal roh jahat atau pengaruh buruk.
Contoh Penggunaan:
- Tanggang sara (rōa, tulu) tali atau - pĕranggōn, satu (dua, tiga) buah kalung. (Kata tali atau pĕranggōn berfungsi sebagai kata bantu bilang / klasifikator untuk kalung).
- wetné tanggang ari ròngóké, ia melepaskan kalungnya dari lehernya.
Bentuk Turunan dan Klasifikasi (Jenis-jenis Tanggang): Masyarakat Gayo memiliki taksonomi yang sangat detail untuk berbagai jenis kalung berdasarkan material, pemakai, dan fungsi ritualnya:
- tanggang birahmani: Kalung yang terbuat dari benda-benda perak berongga yang diisi dengan gomlak (getah damar). Kalung ini terutama dikenakan oleh pengantin pria, guru didòng, dan juga anak-anak. Kadang-kadang ditempeli pula kerang laut (tòngkop atau *krang atau manik-manik kaca.
- tanggang kĕkanak: Kalung anak-anak. Kalung ini bisa terbuat dari berbagai bahan: kepingan uang logam palsu (seperti kupang repek), manik-manik, biji pĕnggòng, atau sekadar rantai tembaga / tali yang ditempeli potongan akar wangi (jĕrangō) atau kerang (tòngkop). Banyak dari kalung anak ini dilengkapi dengan kerang-kerang kecil untuk tujuan magis.
- tanggang Mulut: Kalung ritual yang dipintal dari benang pancĕròna oleh para tamu selama upacara jikir Mulut. Di akhir pesta, kalung ini dihadiahkan kepada tuan rumah untuk dikalungkan pada anak-anak kecil mereka sebagai penangkal dari pengaruh-pengaruh jahat.
- tanggang pèng: Kalung yang terdiri dari uang-uang logam yang dirangkai pada seutas tali.
- tanggang bĕrĕnggiep kupang: Kalung anak-anak (terutama untuk gadis-gadis kecil), yang terdiri dari beberapa rantai kecil yang dirangkai dengan koin-koin perak kecil. Rantai-rantai ini bertemu di bagian depan pada pelat-pelat segitiga yang disebut lĕlayang, dengan hiasan kĕtam sebagai pelengkapnya. Koin perak (kupang) di sini menggantikan fungsi pelat belah ketupat kecil yang disebut rĕnggiep (dari kata inilah nama kalung ini berasal).
- tanggang sensim bĕrambur: Kalung yang terdiri dari cincin-cincin tembaga lepas yang dirangkai menjadi satu.
kata 'bĕrambur' saat diucapkan bunyi huruf 'b' terdengar samar sehingga terdengar seperti 'bĕramur'
Catatan:
- Konteks Budaya (Fungsi Ganda: Estetika vs. Magis-Apotropaik): Entri ini mengonfirmasi bahwa dalam kosmologi Gayo, perhiasan leher (tanggang) memiliki fungsi ganda yang sangat vital. Bagi orang dewasa (pengantin, guru didòng), tanggang adalah simbol status, otoritas spiritual, dan keindahan. Namun bagi anak-anak, tanggang adalah alat pertahanan spiritual. Kalung anak (tanggang kĕkanak) secara sengaja ditempeli material-material yang memiliki kekuatan magis atau aroma penolak roh jahat, seperti tòngkop (kerang laut untuk mengikat jiwa yang kaget), krang (kerang laut langka), dan jĕrangō (akar wangi yang aromanya mengusir roh jahat).
- Konteks Ritual dan Interaksi Sosial (Jikir Mulut): Tanggang Mulut memberikan jendela yang sangat langka dan berharga tentang upacara jikir Mulut. Dalam ritual ini, terjadi interaksi spiritual dan sosial yang diwujudkan dalam bentuk material: para tamu memintal benang pancĕròna menjadi kalung selama berzikir, lalu kalung yang "sudah diisi" oleh energi doa tersebut diserahkan kepada tuan rumah untuk dipakai oleh anaknya. Ini adalah bentuk transfer berkah dan perlindungan komunal dari tamu kepada anak tuan rumah.
-
Konteks Anatomi Perhiasan (Komponen Tanggang): Entri ini mendokumentasikan terminologi teknis yang sangat presisi untuk komponen penyusun perhiasan Gayo:
- lĕlayang: Pelat segitiga tempat bertemunya rantai-rantai kalung.
- kĕtam: Hiasan pelengkap (applique) pada pelat lĕlayang.
- rĕnggiep: Pelat kecil berbentuk belah ketupat (yang digantikan oleh kupang pada kalung bĕrĕnggiep kupang).