-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Salak
Fikaramandio edited this page Aug 11, 2026
·
1 revision
Salabisasi : sa-lak
Kelas kata : Nomina (kata benda) dan Verba (kata kerja) dalam bentuk turunan
Makna :
- Wajah; muka; rupa (pada manusia, juga pada ayam dan kera)
- Permukaan depan yang rata dan melengkung pada tanggul sawah (bagian yang menghadap ke sawah yang lebih rendah)
Fungsi Utama :
- Sebagai nomina: menyebut bagian wajah atau permukaan depan dari sesuatu.
- Sebagai verba (turunan): menyatakan tindakan meratakan atau membentuk permukaan depan tanggul sawah.
Contoh Penggunaan :
- Limus salaké — "(Gadis itu) memiliki wajah yang bersinar dan segar (glowing)."
- Kurik tĕngah mutĕnaruh ilang salaké — "Ayam betina yang bertelur memiliki kepala yang merah."
- Salak n patal — "Permukaan depan yang rata dan melengkung dari tanggul sawah yang telah diratakan (menghadap ke bagian sawah yang lebih rendah)." (Di sisi berlawanan terdapat kuduk n patal.)
- Ini pĕnyalakenku manè — "Tanggul sawah ini telah kuratakan bagian depannya kemarin."
Catatan :
- Kata salak dalam makna 'wajah' merupakan padanan dari jongor, namun dengan perbedaan: jongor lebih merujuk pada moncong/muka yang menonjol dan cenderung kasar/sindiran, sedangkan salak lebih netral dan dapat digunakan untuk manusia, ayam, maupun kera.
- Dalam konteks pertanian, salak merujuk pada bagian depan tanggul sawah (patal) yang telah diratakan dan dibentuk melengkung. Bagian belakang tanggul disebut kuduk n patal.
- Bentuk turunan:
- Nyalak (verba): membuat salak dari tanggul sawah menjadi rata dan halus.
- Pĕnyalaken (nomina/verba): hasil perbuatan meratakan salak; contoh: Ini pĕnyalakenku manè — "Ini adalah hasil ratakan bagian depan tanggul sawahku kemarin."
- Kata ini tidak memiliki hubungan dengan buah salak (bahasa Indonesia untuk Salacca zalacca).
Salabisasi : sa-lak
Kelas kata : Nomina (kata benda)
Makna : Sejenis tumbuhan perdu (semak belukar) yang daunnya digunakan sebagai atap untuk jambur dĕné (pondok/saung sementara) di daerah-daerah terpencil seperti Sĕrbejadi dan Tampur.
Fungsi Utama : Menyebut nama tumbuhan yang dimanfaatkan daunnya sebagai bahan atap tradisional.
Catatan :
- Tumbuhan ini tumbuh di daerah-daerah terpencil seperti Sĕrbejadi dan Tampur (nama tempat di Gayo).
- Daunnya digunakan sebagai bahan atap untuk jambur dĕné, yaitu sejenis pondok atau saung sementara yang digunakan untuk keperluan tertentu (misalnya istirahat di ladang atau tempat berteduh sementara).
- Penggunaan daun salak sebagai atap menunjukkan kearifan lokal masyarakat Gayo dalam memanfaatkan tumbuhan di sekitar mereka untuk kebutuhan sehari-hari.
- Kata Salah 2 ini kemungkinan ada hubungan dengan buah salak
Perbandingan dengan kata lain dalam sesi ini:
| Kata | Makna | Hubungan dengan salak (1) |
|---|---|---|
| Jongor | Moncong menonjol (binatang); wajah manusia (kasar/sindiran) | Salak (1) lebih netral dan lebih luas penggunaannya (manusia, ayam, kera); jongor lebih kasar dan terbatas |
| Patal | Tanggul sawah | Salak (1) merujuk pada bagian depan tanggul sawah yang telah diratakan |
| Kuduk n patal | Bagian belakang tanggul sawah | Berlawanan dengan salak n patal (bagian depan) |
Perbandingan antara salak dan jongor untuk makna 'wajah':
| Aspek | Salak (1) | Jongor |
|---|---|---|
| Makna | Wajah/muka (manusia, ayam, kera) | Moncong/muka menonjol (binatang); wajah manusia (kasar) |
| Konotasi | Netral | Kasar, sindiran, ejekan |
| Cakupan | Luas (manusia dan hewan tertentu) | Terbatas (binatang; manusia dengan konotasi negatif) |
| Contoh | Limus salaké (wajah segar) | Mujòngòr wé sĕpĕrti babi (wajah seperti babi) |