-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Sungkur
Fikaramandio edited this page Aug 5, 2026
·
1 revision
Salabisasi: sung-kur
Kelas kata: Nomina; Verba
Makna: Tunduk dalam-dalam; penundukan kepala dalam-dalam sebagai tanda penghormatan. Bandingkan dengan sòngkòr. Lihat sĕmbah.
Fungsi Utama:
- Menyatakan sikap merendahkan kepala sangat dalam sebagai bagian dari ritual penghormatan formal (lihat sĕmbah sungkur).
- Menggambarkan posisi kepala yang tertunduk atau terbungkuk karena suatu sebab (misalnya tersandung).
Contoh Penggunaan:
- Musungkur ulué ku suyen. (Orang tua itu tersandung dan membenturkan kepalanya yang tertunduk ke tiang pintu.)
Catatan:
- Dalam konteks adat, sungkur menjadi bagian dari frasa sĕmbah sungkur, yaitu sembah paling merendahkan diri di mana seseorang meletakkan kaki pihak yang dihormati di atas kepalanya. Lihat entri sĕmbah dan batil bĕrsap.
- Bandingkan dengan sòngkòr:
- Sòngkòr: tindakan khas babi yang mengobrak-abrik tanah atau menggigit dengan moncongnya. Bersifat merusak.
- Sungkur: tindakan menundukkan kepala sangat dalam oleh manusia, baik sebagai penghormatan maupun karena kecelakaan. Bersifat merendah atau tidak disengaja.
- Keduanya melibatkan posisi kepala yang menunduk, tetapi subjek, konteks, dan konotasinya sangat berbeda.
- Verba: musungkur, menggambarkan tindakan atau keadaan kepala yang tertunduk, baik karena penghormatan maupun karena kecelakaan (tersandung). Contoh kalimat di atas menunjukkan penggunaan di luar konteks ritual, yaitu untuk menggambarkan kecelakaan sehari-hari.