-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Ujung
Salabisasi: u-jung.
Kelas kata: Nomina (Kata Benda), Verba (Kata Kerja - pada bentuk ujungi, ujungen, berujung).
Makna:
- (Nomina - Fisik) Ujung, titik paling luar, bagian paling tipis, atau cabang/tunas dari sesuatu (lawan dari *ralik / pangkal).
- (Nomina - Arsitektur) Bagian belakang (biasanya barat) rumah, tempat ujung-ujung balok melintang diarahkan (lawan dari *ralik / sisi depan/timur).
- (Nomina - Abstrak/Ekonomi) Akhir, penyelesaian, atau kelanjutan dari suatu perkara; keuntungan, bunga, atau laba dari modal/uang yang dipinjamkan atau diinvestasikan.
- (Verba - *ujungi / ujungen) Mengakhiri/menambahkan akhir pada cerita; meminjamkan/meminjam uang dengan bunga; meneruskan/menambahkan "buntut" pada suatu perkara.
Fungsi Utama: Digunakan sebagai kata benda untuk merujuk pada bagian paling akhir, tipis, atau luar dari entitas fisik (pohon, lidah, jari, rumah). Secara metaforis, digunakan dalam konteks ekonomi untuk menyebut "bunga" atau "keuntungan" (lawan dari modal/*batang), serta dalam konteks naratif/hukum untuk menyebut "akhir" atau "kelanjutan" suatu perkara.
Contoh Penggunaan: A. Konteks Fisik dan Botani:
- Ujung ni bur, kaki/lereng (cabang) gunung.
- ujung ni bĕrtih, sekam/kulit dari *bertih (beras tumbuk/sangrai).
- ujung ni blō, ujung daun sirih.
- ujung ni dèlah, ujung lidah.
- wé kĕn ujung dèlah sabi, ia terus-menerus menjadi bahan pembicaraan (dalam arti tidak baik) / "di ujung lidah".
- ujung ni jari, ujung jari.
- ujung n iung, ujung hidung.
- ujung n kayu, puncak pohon, ujung kayu.
- nti tĕr ujung ni bĕdilku kō sĕsuk, jangan berdiri di depan (di sisi moncong) senapan saya.
- nge blōh k' ujung [ni] langit urum bumi, ia telah pergi ke ujung dunia, sangat jauh.
B. Konteks Arsitektur:
- ujung n umah, bagian belakang (biasanya barat) rumah, tempat ujung-ujung balok melintang diarahkan (lawan dari *ralik).
- aku kundul tĕr ruang ujung, wé kundul ter ralik, saya tidur di ruang sisi *ujung (barat), ia tidur di sisi *ralik (timur) rumah.
- ku ujungen kō pòra mi kundul, duduklah agak lebih ke arah tepi/luar.
C. Konteks Naratif dan Hukum:
- ujung ni kĕkeberen, akhir atau bagian terakhir dari sebuah cerita.
- ujung n upuh (alas), sisi-sisi pendek dari kain (tikar).
- ujung ni pri, akhir atau penyelesaian dari suatu perkara, (juga) kelanjutan atau "buntut" dari suatu perkara.
- ujungé, pada akhirnya, kesimpulannya, akhirnya akan menjadi...
- ujungé lang sō ara we greta api ku Gayō, pada akhirnya mungkin akan ada kereta api ke Tanah Gayo.
- pĕnujungen ni pri, kelanjutan, buntut, atau tindak lanjut dari suatu perkara; *pri ini mupĕnujungen puren, perkara ini masih akan ada kelanjutannya (buntutnya).
D. Konteks Ekonomi dan Bunga:
- ujung ni ringgit, bunga dari, atau keuntungan yang diperoleh dari uang yang diinvestasikan/dipinjamkan.
- ujung ni taruh, keuntungan yang diperoleh dari taruhan (misalnya dalam adu ayam, bandingkan dengan *batang).
- ujung ni bakō (kōrō), keuntungan yang diperoleh dari penjualan tembakau, kerbau, dll.
- *Ujungi (nujungi), membuat tambahan (akhir) pada [cerita], membayar bunga dari [uang pinjaman].
- *Ujungen, meminjamkan uang dengan bunga, mencoba mencari untung darinya; meneruskan [perkara yang sudah selesai], membuat "buntut" padanya, (juga) mengakhiri perkara.
- Ipĕtiujungné (atau itujungné) ringgité ku jĕma misep, ia telah meminjamkan uangnya dengan bunga kepada seorang pecandu opium.
- Gere tĕrujungi aku ringgit n polan, sungguh, saya tidak bisa membayar bunga yang ia tuntut, itu terlalu mahal.
- Pèngé ku weten berujung, saya meminjam uang darinya dengan bunga.
- Bersiujungen abangé urum ngié, kakak dan adik saling meminta bunga [dari uang yang mereka pinjamkan satu sama lain, yang tidak terjadi dalam hubungan yang baik].
E. Konteks Agraris (Hasil Sampingan):
- Ròm pĕnujungen [ni ròm], butiran padi yang saat ditampi (*nangin) ditiup angin ke samping, jatuh sedikit di luar tikar penampung karena terlalu ringan (ini dikumpulkan nanti dan diberikan ke ayam atau dimakan manusia, tetapi tidak dibawa ke lumbung seperti *ròm pĕdih).
Bentuk Turunan dan Penggunaannya:
- *ujungi / nujungi: Verba transitif (mengakhiri cerita / membayar bunga).
- *ujungen: Verba (meminjamkan dengan bunga / meneruskan perkara).
- *berujung: Verba keadaan (meminjam/meminjamkan dengan bunga).
- *ipĕtiujungné / itujungné: Verba pasif kausatif (telah dipinjamkan dengan bunga olehnya).
- *tĕrujungi: Verba pasif (tidak bisa dibayar bunganya / dituntut bunganya).
- *pĕnujungen: Nomina turunan (kelanjutan/buntut perkara, atau butiran padi yang terbuang ke samping saat ditampi).
Catatan:
-
Dualisme Struktural (UJUNG vs. RALIK & BATANG): Konsep *ujung selalu didefinisikan melalui oposisi biner yang sangat ketat:
- Fisik & Arsitektur: *Ujung (ujung/puncak/tipis/belakang/barat) ↔ *Ralik (pangkal/akar/tebal/depan/timur).
- Ekonomi: *Ujung (bunga/keuntungan) ↔ *Batang (modal/pokok).
- Naratif: *Ujung (akhir/kesimpulan) ↔ *Ralik (awal/permulaan).
-
Relasi Lintas Entri:
- RALIK: Lawan kata mutlak dalam semua domain (fisik, arsitektur, naratif).
- BATANG: Lawan kata dalam domain ekonomi (ujung = bunga/keuntungan, batang = modal/pokok). Juga dalam konteks taruhan (ujung ni taruh* vs *batang taruh).
- LĔPŌ & BILIK: *Ujung n umah adalah sisi belakang, sedangkan *ralik n umah adalah sisi depan tempat *lĕpō dan *bilik ralik berada.
- KĔKEBEREN: Cerita yang memiliki *ralik (awal) dan *ujung (akhir).