-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Budi
Salabisasi: bu-di
Kelas kata: Nomina (kata benda) – Serapan dari Bahasa Melayu
Makna:
- Akhlak; perilaku; tingkah laku; watak.
- (Dalam frasa majemuk): Karakter moral; etika personal; kesopanan dalam bertindak.
Fungsi Utama:
- Menyebutkan kualitas moral atau etis seseorang, hampir selalu dalam konstruksi frasa majemuk dengan pĕkĕrti atau pĕngerti.
- Membentuk predikat negatif untuk menilai perilaku seseorang yang tidak sesuai dengan norma kesopanan.
Contoh Penggunaan:
-
Gere mubudi-pĕkĕrti atau (mubudi-pĕngĕrti) jĕma òya: Orang itu tidak berperilaku baik; tidak sopan/tidak beretika.
-
mĕnyuen budi: Menanam budi; berbuat baik kepada orang lain agar mereka bersikap baik kembali (lihat entri suen).
Catatan:
-
Asal Usul & Integrasi Leksikal:
-
Sumber secara eksplisit mencatat budi sebagai kata serapan dari bahasa Melayu. Dalam bahasa Gayo, kata ini tidak umum digunakan secara independen, melainkan hampir selalu muncul dalam frasa majemuk budi-pĕkĕrti atau budi-pĕngerti.
-
Pĕkĕrti dan pĕngerti sendiri merupakan serapan atau kognat dari bahasa Jawa/Melayu (pekerti = perilaku, pengerti = pengertian/akhlak), menunjukkan lapisan kosakata etis yang diadopsi melalui kontak budaya regional.
-
-
Pola Frasa Majemuk & Negasi:
- Struktur budi-pĕkĕrti / budi-pĕngerti merupakan compound ethical term yang berfungsi sebagai satu unit semantis untuk menilai karakter moral.
- Pola negasi gere mu-... (dari gere = tidak + prefiks mu- = memiliki) pada gere mubudi-pĕkĕrti adalah konstruksi khas Gayo untuk menyatakan ketiadaan sifat: "tidak memiliki budi-pekerti".
-
Relasi Leksikal dengan Entri Lain:
-
mĕnyuen budi (dari entri suen): Metafora agrikultur untuk interaksi sosial—"menanam" kebaikan agar "dipanen" dalam bentuk relasi positif. Ini menunjukkan integrasi nilai etis ke dalam kosakata praktis Gayo.
-
Konteks Budaya & Evaluasi Sosial:
-
Frasa gere mubudi-pĕkĕrti bukan sekadar deskripsi perilaku, melainkan penilaian moral publik yang memiliki bobot sosial signifikan. Menyatakan seseorang "tidak berbudi-pekerti" dalam masyarakat Gayo tradisional dapat memengaruhi status, kepercayaan, dan relasi sosialnya.
-
Penggunaan kata serapan Melayu untuk konsep etika mencerminkan pengaruh sistem nilai regional (Melayu-Islam) dalam pembentukan moralitas lokal Gayo, tanpa menghilangkan struktur gramatikal Gayo (mis. pola negasi gere mu-...).
-