-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Kambing
Fikaramandio edited this page Jul 4, 2026
·
1 revision
Pengucapan 'Kambing' dalam bahasa Gayo, akan terdengar seperti 'Kaming' dengan bunyi huruf /b/ yang samar
Salabisasi: kam-bing.
Kelas kata: Nomina (Kata Benda).
Makna:
- Kambing (secara umum), atau secara spesifik merujuk pada kambing jantan.
- (Dalam frasa Kambing ranut / landuk / landòk) Kambing jantan yang tidak dikebiri dan berbulu panjang.
- (Dalam frasa Kambing nlewen) Kambing jantan yang liar dan galak.
- (Dalam frasa Kambing nluahen) Kambing jantan yang disembelih untuk memenuhi nazar/kaul.
Fungsi Utama: Digunakan sebagai kata benda umum untuk menyebut hewan ternak ruminansia (kambing), serta sebagai dasar taksonomi lokal untuk mengklasifikasikan kambing jantan berdasarkan kondisi fisik (status kebiri), temperamen (liar/galak), dan tujuan ritual (sembelihan nazar).
Contoh Penggunaan:
- Kambing ranut (atau *Kambing landuk / *landòk di Gayo Lues), kambing jantan yang tidak dikebiri dan berbulu panjang (kambing jantan untuk disembelih biasanya dikebiri terlebih dahulu).
- Kambing nlewen, kambing jantan yang liar dan "jahat"/galak.
- iglihé kambing nluahen niet, ia menyembelih seekor kambing jantan untuk memenuhi sebuah nazar/kaul.
Catatan:
-
Konteks Etnozoologi dan Manajemen Peternakan: Masyarakat Gayo memiliki klasifikasi yang sangat presisi untuk kambing jantan berdasarkan status reproduksi dan perilakunya.
- *Kambing ranut / landuk / landòk: Merujuk pada kambing jantan yang utuh (tidak dikebiri) dan memiliki bulu yang panjang. kambing jantan yang akan disembelih untuk daging pada praktiknya dikebiri terlebih dahulu. Ini menunjukkan pemahaman peternakan yang maju, di mana kebiri dilakukan untuk mengubah temperamen dan kualitas daging hewan konsumsi.
- *Kambing nlewen: Merujuk pada kambing jantan yang tidak dikebiri dan menjadi sangat liar, galak, serta sulit dikendalikan. Ini adalah manifestasi perilaku alami dari kambing jantan yang utuh.