-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Klam
Salabisasi: klam
Kelas kata: Nomina (kata benda)
Makna: Malam, petang; waktu malam hari (dari sekitar pukul 7 malam hingga pukul 5 pagi).
Fungsi Utama: Menunjuk pada periode waktu antara matahari terbenam hingga menjelang fajar, khususnya dalam sistem penandaan waktu masyarakat Gayo yang menghitung malam dari pukul 7 malam sampai 5 pagi. Berfungsi sebagai keterangan waktu atau sebagai nomina yang dapat dikombinasikan dengan penunjuk waktu lainnya.
Bentuk Turunan dan Variasi:
- klam sine: malam yang sudah lewat, tadi malam, semalam
- klam manè: malam sebelum kemarin, dua malam yang lalu
- klam ini: malam ini, petang ini
- klam kasé: malam yang akan datang, nanti malam
- klam lang: besok malam, malam hari berikutnya
- klam a / kĕklam a: malam itu, malam yang mengikuti hari yang sedang diceritakan atau disebutkan (dalam narasi)
- klam lamlé: "malam obor yang menyala", yaitu malam sebelum tanggal 27 bulan Pasa (Ramĕlan / رمضان)
- kĕklama: bentuk terikat verbal (pada malam hari)
- ngĕlami: verba (bermalam, terjadi pada malam hari, datang terlambat di malam hari)
Contoh Penggunaan:
-
Keklama aku nomé, pòrak lō aku bĕrbuet
Pada malam hari aku tidur, pada siang hari aku bekerja. -
Aku kuyut blōh sĕrèngku kĕklam
Aku takut kalau harus keluar seorang diri pada malam hari. -
Nge ngĕlami ulen bĕsilō
Bulan kini datang terlambat terbit (pada malam hari). -
Klam sine
Tadi malam, semalam. -
Klam manè
Malam sebelum kemarin, dua malam yang lalu. -
Klam ini
Malam ini. -
Klam kasé
Nanti malam. -
Klam lang
Besok malam. -
Klam a / kĕklam a
Malam itu (dalam konteks narasi, malam yang mengikuti hari yang sedang diceritakan). -
Klam lamlé
Malam lamlé, yaitu malam sebelum tanggal 27 bulan Pasa (Ramĕlan / رمضان).
Catatan:
-
Sistem waktu masyarakat Gayo: Dalam sistem waktu tradisional Gayo, klam secara spesifik merujuk pada periode dari sekitar pukul 7 malam hingga pukul 5 pagi. Ini menunjukkan bahwa masyarakat Gayo memiliki pembagian waktu yang terukur dan spesifik, bukan sekadar "setelah matahari terbenam."
-
Konteks budaya - Klam lamlé (Malam Obor): Istilah klam lamlé secara harfiah berarti "malam obor yang menyala" (dari kata lamlé = menyala/bercahaya). Ini merujuk pada malam-malam terakhir bulan Ramadhan (khususnya malam sebelum tanggal 27 Pasa/Ramadan), yang dalam tradisi Islam diyakini sebagai malam Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Penyebutan "obor" mencerminkan praktik tradisional masyarakat Gayo yang menyalakan obor atau pelita pada malam-malam tersebut untuk penerangan jalan bagi masyarakat yang akan membayar zakat fitrah, sebagaimana tradisi di banyak masyarakat Muslim Nusantara. Kata Ramĕlan berasal dari bahasa Arab Ramadan (رمضان) dan Pasa berasal dari bahasa Arab Siyam/Puasa (صيام/صوم).
-
Pembentukan kata keterangan waktu yang sistematis: Bahasa Gayo memiliki sistem yang sangat teratur untuk membentuk keterangan waktu malam dengan menggabungkan klam dengan berbagai penunjuk:
- sine (yang sudah lewat) → klam sine (tadi malam)
- manè (sebelumnya lagi) → klam manè (dua malam lalu)
- ini (ini) → klam ini (malam ini)
- kasé (akan datang) → klam kasé (nanti malam)
- lang (berikutnya) → klam lang (besok malam)
- a (itu, dalam narasi) → klam a (malam itu)
Sistem ini menunjukkan kekayaan dan ketepatan bahasa Gayo dalam mengekspresikan konsep waktu.
-
Kaitan dengan entri SINE: Pada entri sebelumnya (SINE), disebutkan frasa klam sine yang berarti "tadi malam, semalam." Di sini terlihat bahwa sine sebagai adverbia "yang baru lewat/tadi" dapat dikombinasikan dengan klam untuk membentuk keterangan waktu yang lebih spesifik.