-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Maut
Fikaramandio edited this page Aug 5, 2026
·
1 revision
Salabisasi: ma-ut
Kelas kata: Nomina
Makna: Sejenis ikan besar berduri (dalam bahasa Aceh disebut seungkò). Banyak ditemukan di rawa-rawa.
Fungsi Utama: Menyebut nama salah satu spesies ikan air tawar berukuran besar dan berduri yang hidup di rawa-rawa.
Catatan:
- Ikan ini disebut seungkò dalam bahasa Aceh, menunjukkan persebaran nama lokal yang berbeda untuk spesies yang sama di wilayah Aceh dan Gayo.
- Habitatnya di rawa-rawa menunjukkan bahwa ikan ini merupakan bagian dari ekosistem perairan tawar yang lambat atau tergenang di Tanah Gayo.
Salabisasi: ma-ut
Kelas kata: Nomina
Makna: Maut; kematian.
Fungsi Utama: Merujuk pada kematian sebagai suatu peristiwa atau konsep, sering kali dengan nuansa takdir atau malaikat pencabut nyawa.
Contoh Penggunaan:
- Nge mauté maté ipan kule. : Ia telah menemui ajalnya [kematian yang ditakdirkan untuknya], dimakan harimau.
- Nge sawah nikel-mauté isòné. : Kematian telah menjemputnya di sana [kemungkinan dari malakulmaut, malaikat maut].
Catatan:
- Kata serapan dari bahasa Arab: مَوْت (mawt) → maut.
- Frasa nikel-mauté pada contoh kedua kemungkinan besar berasal dari bahasa Arab مَلَكُ الْمَوْتِ (malakul mawt), yang berarti 'malaikat maut' atau malaikat pencabut nyawa (Malaikat Izrail). Ini menunjukkan pengaruh kosmologi Islam dalam pemahaman masyarakat Gayo tentang kematian.
- Penggunaan kata ini berbeda dengan maté (mati). Maut lebih merujuk pada kematian sebagai konsep takdir atau ajal, sementara maté adalah verba atau adjektiva untuk keadaan tidak bernyawa. Contoh pertama, nge mauté maté, secara harfiah berarti "kematiannya telah mati", sebuah ungkapan idiomatik untuk "ia telah menemui ajalnya".