-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Malam
Salabisasi : ma-lam
Kelas kata : Nomina (kata benda) — serapan dari bahasa Melayu/Indonesia
Makna : Malam; waktu malam hari (serapan dari bahasa Melayu, hanya digunakan dalam beberapa ungkapan tertentu dalam bahasa Gayo).
Fungsi Utama : Menyatakan waktu malam hari, terutama dalam ungkapan-ungkapan khusus yang menunjukkan waktu tengah malam atau malam menjelang hari tertentu dalam penanggalan.
Contoh Penggunaan :
- Tĕngah malam — "Tengah malam" (waktu di tengah-tengah malam; pukul sekitar 12 malam).
- Malam Jĕmat — "Malam Jumat" (yaitu malam hari Kamis, karena menurut perhitungan waktu tradisional, hari Jumat dimulai pada malam sebelumnya; demikian pula untuk hari-hari lainnya).
- Malam Sĕptu — "Malam Sabtu" (malam hari Jumat).
- Malam Alĕhat — "Malam Ahad" atau "Malam Minggu" (tergantung konteks penanggalan setempat).
- Malam bĕriné (GL) jege use — (Frasa dalam dialek Gayo Lues; makna spesifik tidak dijelaskan dalam materi, namun merujuk pada waktu malam tertentu).
Catatan :
- Kata malam dalam bahasa Gayo merupakan serapan dari bahasa Melayu dan penggunaannya terbatas hanya pada beberapa ungkapan tertentu, terutama yang berkaitan dengan:
- Waktu tengah malam — tĕngah malam
- Penamaan malam sebelum hari tertentu — malam Jĕmat, malam Sĕptu, malam Alĕhat, dan sebagainya.
- Dalam sistem penanggalan tradisional Gayo/Melayu, pergantian hari dimulai pada malam sebelumnya, ini mengikuti penandaan hari dalam penanggalan hijriah, penanggalan hijriah merujuk pada peredaran bulan, sehingga pergantian hari dimulai sejak matahari terbenam. Sedangkan penanggalan Masehi, pergantian hari dimulai sejak jam 12.00 (00.00) tepat tengah malam.
- Kata ini digunakan bersama dengan kata klam (kata asli Gayo untuk 'malam'), tetapi dengan fungsi yang lebih spesifik. Untuk menyebut 'malam' secara umum, orang Gayo menggunakan klam, sedangkan malam hanya muncul dalam ungkapan-ungkapan tertentu seperti yang disebutkan di atas.
Perbandingan dengan entri sebelumnya (klam):
| Aspek | Klam | Malam |
|---|---|---|
| Asal | Kata asli Gayo | Serapan dari bahasa Melayu |
| Makna Umum | Malam (periode waktu malam hari) | Malam (hanya dalam ungkapan tertentu) |
| Penggunaan | Digunakan secara luas untuk semua konteks malam | Terbatas pada ungkapan tĕngah malam dan malam + nama hari |
| Contoh | Klam ini (malam ini), klam lang (besok malam) | Tĕngah malam (tengah malam), malam Jĕmat (malam Jumat) |
| Bentuk Turunan | Keklama, kĕklam, ngĕlami | Tidak memiliki bentuk turunan |
Perbandingan dengan kata lain dalam sesi ini:
| Kata | Makna | Hubungan dengan malam |
|---|---|---|
| Klam | Malam (kata asli Gayo) | Sinonim, tetapi malam terbatas penggunaannya; klam lebih umum |
| Tĕngah malam | Tengah malam | Frasa dengan malam; merujuk pada waktu tengah malam |
| Malam Jĕmat | Malam Jumat (malam Kamis) | Frasa dengan malam; menunjukkan pergantian hari dalam penanggalan tradisional |
Nilai Budaya: Penggunaan kata malam sebagai serapan Melayu dalam bahasa Gayo mencerminkan pengaruh bahasa Melayu sebagai bahasa perantara dan bahasa agama (Islam) di Nusantara. Penamaan malam Jĕmat, malam Sĕptu, dan sebagainya menunjukkan sistem penanggalan Islam-Melayu yang telah diadopsi dalam budaya Gayo, di mana hari dihitung mulai dari malam sebelumnya — sebuah konsep yang juga berlaku dalam penanggalan Islam (misalnya malam Jumat adalah malam yang mendahului hari Jumat).