-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Gedung
Fikaramandio edited this page Jun 24, 2026
·
1 revision
Salabisasi: gĕ-dung
Kelas kata: Nomina (Kata Benda), Verba (Kata Kerja - pada bentuk turunan).
Makna:
- Gudang, toko besar (makna ini hanya dikenal dari cerita-cerita lisan/tradisi).
- Permainan dakon atau congklak.
Fungsi Utama: Digunakan sebagai kata benda untuk merujuk pada bangunan penyimpanan barang (dalam konteks cerita lama) atau nama permainan tradisional congklak. Sebagai kata kerja (dalam bentuk begedung), bermakna bermain congklak.
Contoh Penggunaan:
- Gĕdung awin, gĕdung suep, gĕdung tandang, gĕdung tajuk, gĕdung tĕtèk, dan gĕdung tĕtup, menunjukkan berbagai cara atau variasi dalam memainkan permainan congklak.
- Begedung, bermain permainan congklak tersebut.
- Pĕgedungen, papan permainan untuk permainan ini, terbuat dari kayu atau batu, namun biasanya cukup dengan membuat lubang-lubang yang diperlukan di tanah.
- Papan permainan memiliki 2 x 6 lubang kecil dan 2 x 1 lubang yang lebih besar.
- Lubang yang lebih besar disebut ulu.
- Dari enam lubang kecil tersebut, kedua lubang paling ujung masing-masing disebut kĕrlang dan uki, atau pantat atau kĕmudi (dalam dialek Gayo Lues), sedangkan lubang-lubang yang berada di antaranya disebut luang lah.
- Permainan ini dimainkan dengan menggunakan batu-batu kecil, atu atau wah ni gĕdung.
Catatan:
-
Variasi dan Bentuk Turunan:
- begedung (verba): bermain permainan congklak.
- pĕgedungen (nomina): papan permainan congklak.
- Variasi cara bermain: gĕdung awin, gĕdung suep, gĕdung tandang, gĕdung tajuk, gĕdung tĕtèk, dan gĕdung tĕtup.
- Konteks Budaya dan Permainan Tradisional: Permainan gĕdung (congklak/dakon) memiliki terminologi yang sangat spesifik dan terstruktur dalam masyarakat Gayo. Papan permainan (pĕgedungen) memiliki anatomi tersendiri: lubang besar di ujung disebut ulu, lubang paling ujung dari enam lubang kecil disebut kĕrlang dan uki (atau pantat / kĕmudi di Gayo Lues), dan lubang di antaranya disebut luang lah. Alat yang digunakan adalah batu kecil (atu atau wah ni gĕdung). Keberagaman cara bermain (seperti gĕdung awin, gĕdung tĕtèk, dll.) menunjukkan kekayaan variasi aturan main dalam budaya lokal.
- Konteks Kepercayaan Lokal (Fisiognomi): Kata gĕdung juga digunakan dalam terminologi pembacaan pusaran rambut hewan (pĕpuseren gĕdung), yang menandakan pusaran yang menguntungkan atau membawa keberuntungan bagi pemilik hewan tersebut.