-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Trime
Fikaramandio edited this page Jul 30, 2026
·
1 revision
Salabisasi: tri-me
Kelas kata: Verba (kata kerja).
Makna:
- Menerima (menerima barang, tamu, atau sesuatu yang diserahkan).
- Menerima atau menyetujui (lamaran, keputusan, atau pernyataan).
- Menerima dengan lapang dada atau pasrah pada keadaan (menyerah pada keputusan bersama).
Fungsi Utama: Digunakan sebagai kata kerja yang sangat fleksibel dalam berbagai konteks sosial, mulai dari transaksi barang, penerimaan tamu, persetujuan lamaran pernikahan, hingga resolusi konflik adat. Kata ini mencerminkan nilai penerimaan, kerelaan, dan kepatuhan terhadap keputusan kolektif dalam masyarakat Gayo.
Contoh Penggunaan:
Menerima Barang:
- Aku nrimeé sine barang 'ni : saya baru saja menerima barang-barang ini.
- gere itrimeé : dia tidak menerimanya.
Menerima Pernyataan atau Keputusan:
- gere kutrime prié : saya tidak puas/menerima apa yang telah dia katakan.
- Gere mutrime printe manė ku paké a : mereka tidak menerima (tidak pasrah pada) apa yang kita katakan kemarin.
Menerima Tamu:
- nrime jamu : menerima tamu.
- Gere tĕrtrime aku jamu bĕta dĕléé : saya tidak mampu menerima begitu banyak tamu.
Persetujuan dan Resolusi Konflik:
- Kite trime(n) mi blō ni pòlan a : mari kita terima lamaran Polan [untuk putri kita].
- Nge bĕrsitrimen pri ku sō ku ini (kedua belah pihak telah menerima (pasrah pada) perkara ini, telah berdamai.
Ungkapan Sosial:
- kurang trime : tidak tahu berterima kasih [atas kebaikan yang telah diberikan].
Catatan:
-
Variasi Penggunaan: Kata ini sangat produktif secara morfologis dan menghasilkan berbagai bentuk dengan nuansa makna yang berbeda:
- (mĕ)nrime: bentuk aktif transitif (menerima).
- itrimeé: bentuk pasif dengan objek (diterimanya).
- kutrime: bentuk aktif orang pertama (saya menerima).
- tĕrtrime: bentuk potensial (mampu menerima).
- bĕrsitrimen: bentuk resiprokal (saling menerima/pasrah bersama-sama).
- mutrime: bentuk aktif intransitif (menerima dengan pasrah).
-
Konteks Budaya:
- Resolusi Konflik Adat: Frasa nge bĕrsitrimen pri ku sō ku ini (kedua belah pihak telah berdamai/menerima putusan) sangat penting dalam sistem hukum adat Gayo. Ini menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa (pri) dianggap selesai ketika semua pihak telah "menerima" (trime) keputusan dengan lapang dada, bukan sekadar dipaksakan. Konsep bĕrsitrimen (saling menerima) adalah fondasi dari rekonsiliasi sosial.
- Etika Keramahan: Konsep nrime jamu (menerima tamu) dan gere tĕrtrime aku jamu bĕta dĕléé (tidak mampu menerima terlalu banyak tamu) menunjukkan adanya batasan sosial dan kapasitas dalam keramahan. Menerima tamu adalah kewajiban, tetapi ada pengakuan realistis terhadap keterbatasan.
- Pernikahan dan Persetujuan Keluarga: Frasa trime mi blō ni pòlan (menerima lamaran Polan) menunjukkan bahwa pernikahan dalam budaya Gayo bukan sekadar keputusan individu, melainkan keputusan kolektif keluarga. Kata trime di sini bermakna "menyetujui" atau "merelakan".
- Etika Bersyukur: Ungkapan kurang trime (tidak tahu berterima kasih) adalah penilaian moral yang kuat dalam masyarakat komunal. Seseorang yang tidak menunjukkan rasa terima kasih atas kebaikan yang diterima dianggap melanggar norma sosial.