-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Ruluh
Fikaramandio edited this page Aug 11, 2026
·
1 revision
Salabisasi : ru-luh
Kelas kata : Verba (kata kerja) dan Adjektiva (kata sifat)
Makna : Rontok; gugur; jatuh (untuk buah, daun, rambut, dan sebagainya) — baik karena alami, matang, atau karena proses pergantian (seperti bulu burung yang rontok/berganti).
Fungsi Utama : Menyatakan keadaan atau proses jatuh/rontoknya buah, daun, rambut, atau bulu, baik secara alami maupun sebagai bagian dari siklus pertumbuhan.
Contoh Penggunaan :
- Durén nge ruluh bĕsilō musimé — "Sekarang sudah musim durian berguguran (jatuh)."
- Mĕruluhi — "Berganti bulu/rontok bulu (untuk burung)."
Catatan :
- Kata ruluh merupakan serapan dari bahasa Melayu (luruh), yang berarti 'rontok' atau 'gugur'.
- Kata ini memiliki makna yang sama dengan rĕras, yaitu 'jatuh/rontok dalam jumlah banyak'..
- Perbedaan utama dengan rĕras:
- Ruluh adalah serapan Melayu, sedangkan rĕras adalah kata asli Gayo.
- Penggunaan ruluh lebih umum untuk menyatakan rontoknya buah, daun, atau rambut.
- Bentuk turunan:
- Mĕruluhi — (verba) 'merontokkan bulu' atau 'berganti bulu' (khusus untuk burung/unggas); dalam bahasa Indonesia disebut 'rui' atau 'mabung'.
- Kata ini juga digunakan untuk menyatakan musim berguguran buah-buahan seperti durian, yang penting dalam siklus pertanian dan panen di Gayo.
Perbandingan:
| Kata | Asal | Makna | Penggunaan Khusus |
|---|---|---|---|
| Ruluh | Serapan Melayu (luruh) | Rontok/gugur (buah, daun, rambut) | Umum; mĕruluhi = berganti bulu (burung) |
| Rĕras | Kata asli Gayo | Rontok/gugur; (kiasan) patah semangat | Juga nama pohon yang buahnya dimakan burung |