-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Latah
Fikaramandio edited this page Jul 3, 2026
·
1 revision
Salabisasi: la-tah.
Kelas kata: Adjektiva (Kata Sifat), Nomina (Kata Benda - untuk merujuk pada kondisi/penyakit).
Makna:
- (Medis/Psikologis) Menderita gangguan saraf (latah), suatu kondisi di mana pada momen tertentu (terutama saat terkejut atau kaget), seseorang secara tidak sadar mengulang dan meniru segala sesuatu yang didengar dan dilihatnya (kondisi ini menurut teks kebanyakan terjadi pada perempuan).
- (Metaforis/Perilaku) Gelisah, tidak tenang, impulsif, atau bertindak/berbicara tanpa filter.
Fungsi Utama: Digunakan secara literal untuk mendeskripsikan kondisi neuropsikologis spesifik (gangguan startle-matching/ekolalia dan ekopraksia). Secara metaforis, kata ini diperluas untuk mendeskripsikan perilaku impulsif dalam berbicara, atau kegelisahan fisik pada hewan ternak (seperti kerbau) yang tidak bisa diam di satu tempat.
Contoh Penggunaan:
- Latah pĕdih prié, ia mengucapkan segala sesuatu yang terlintas di mulutnya (berbicara secara impulsif/tanpa filter).
- kōrō latah mĕmangan, gere mĕra tĕpat, seekor kerbau yang makan dengan gelisah, sebentar di sini, sebentar di sana, dan tidak mau diam di satu tempat.
Bentuk Turunan dan Varian Dialek:
- jĕjel: Varian dialek Gayo Lues untuk menyebut perilaku kerbau yang gelisah dan berpindah-pindah tempat saat makan.
Catatan:
- Konteks Medis dan Budaya (Gangguan Saraf Latah): Entri ini mendokumentasikan kondisi "latah" yang sangat spesifik dan umum dikenal di Nusantara. Kondisi ini kebanyakan terjadi pada perempuan, yang mencerminkan observasi sosio-medis masyarakat Gayo pada masa itu. Pemicu utama dari kondisi ini adalah kejutan/keterkejutan, di mana penderita secara refleks meniru ucapan dan tindakan orang di sekitarnya.
-
Ekspansi Semantik dan Metafora (Sangat Fascinan): Kata *latah mengalami perluasan makna yang sangat logis dari domain medis ke domain perilaku manusia dan ekologi hewan:
- Domain Medis (Echolalia/Echopraxia): Meniru ucapan dan tindakan secara refleks saat kaget.
- Domain Verbal (Impulsivitas): *Latah pĕdih prié. Mulut penderita "bekerja" seperti orang latah; ia tidak bisa menahan ucapannya dan mengeluarkan segala pikiran yang terlintas secara impulsif, seolah-olah "meniru" atau merespons setiap stimulus di kepalanya tanpa filter.
- Domain Fisik/Ekologis (Kegelisahan Hewan): *kōrō latah mĕmangan. Kerbau ini berperilaku "latah" dalam arti tidak bisa diam (restlessness). Ia terus bergerak dari satu tempat ke tempat lain saat makan, mencerminkan kegelisahan fisik yang merupakan salah satu manifestasi dari kondisi latah (ekopraksia/keinginan untuk terus bergerak).
- Variasi Dialek (Gayo Lues: jĕjel): Teks mencatat bahwa perilaku kerbau yang "berpindah-pindah tempat saat makan" ini dalam dialek Gayo Lues disebut *jĕjel. Ini adalah padanan dialektal yang spesifik untuk perilaku kegelisahan fisik pada hewan, sementara Gayo umum menggunakan metafora *latah untuk mendeskripsikan hal yang sama.
-
Perbandingan dengan Entri Sebelumnya:
- PĔCIK & PÈT-PÒT: Jika pĕcik dan pèt-pòt adalah kata refleksi (onomatopoeia) untuk suara dan gerakan fisik, *latah adalah konsep neuropsikologis yang diadaptasi menjadi metafora untuk perilaku dan karakter.