-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Krawang
Salabisasi: kra-wang
Kelas kata: Nomina (kata benda); Verba (kata kerja, pada bentuk turunan).
Makna: Bukaan atau lubang pada pola anyaman atau pada logam yang diukir; kerajinan dengan pola tembus pandang (à jour) pada anyaman tikar dan logam.
Fungsi Utama: Berfungsi sebagai subjek atau objek yang merujuk pada teknik atau pola kerajinan tembus pandang, atau sebagai predikat (dalam bentuk turunan) yang menyatakan tindakan membuat atau memberikan pola tembus pandang pada suatu benda.
Contoh Penggunaan:
- Alas bĕrkrawang, tapé bĕrkrawang: tas, tikar yang dianyam dengan pola tembus pandang, dengan bukaan pada pola anyamannya.
- lĕlayang ni cĕmara bĕkrawang, dalung bĕrkrawang: perhiasan perak atau kuningan dari cĕmara bĕkrawang, nampan penyaji dari kuningan yang dipotong dengan pola tembus pandang.
- Mĕkrawang = bĕrkrawang.
- Ikrawangi tapé a, nti sĕlalu ibōhkō ayué: anyamlah tas tikar itu dengan bukaan (kerjakan dengan pola tembus pandang), jangan menganyamnya begitu saja secara sederhana (tanpa hiasan apa pun).
Catatan:
- Konteks Budaya: Teknik krawang (tembus pandang) menunjukkan tingkat keahlian, ketelitian, dan estetika yang tinggi dalam kerajinan anyaman dan logam masyarakat Gayo. Anjuran untuk tidak membuat anyaman yang "sederhana tanpa hiasan" (nti sĕlalu ibōhkō ayué) mencerminkan nilai seni yang dihargai dalam pembuatan benda-benda fungsional seperti tas tikar (tapé), di mana keindahan visual dianggap sama pentingnya dengan fungsi praktis.
- Perbandingan: Berbeda dengan ampang, bengkuang, atau ciké yang merujuk pada jenis tikar utuh atau bahan baku dasarnya, krawang merujuk secara spesifik pada teknik atau pola (lubang/tembus pandang) yang diterapkan pada benda-benda tersebut (seperti pada tapé bĕrkrawang). Ini melengkapi ekosistem kosakata kerajinan anyaman Gayo yang telah dibahas sebelumnya, menunjukkan bahwa masyarakat Gayo memiliki terminologi yang sangat rinci untuk membedakan antara bahan, jenis, dan teknik hiasan.
- Dalam konteks seni, kerajinan, dan arsitektur, à jour (dibaca: a zhur) adalah istilah yang berasal dari bahasa Prancis yang secara harfiah berarti "terbuka terhadap siang/cahaya".
Dalam bahasa Indonesia, istilah ini paling tepat diterjemahkan sebagai tembus pandang, berlubang-lubang, atau kerawang (openwork dalam bahasa Inggris).
Berikut adalah penjelasan lebih rincinya:
-
Dalam Konteks Kerajinan: Teknik à jour adalah metode di mana bagian latar belakang dari suatu bahan (seperti anyaman, logam, kayu, atau batu) dibuang, dipotong, atau dilubangi sepenuhnya. Yang tersisa hanyalah bagian-bagian yang membentuk pola atau desain tertentu, sehingga menghasilkan karya yang bisa ditembus oleh cahaya dan pandangan.
- Contoh pada anyaman: Seperti tapé bĕrkrawang (tas tikar) yang dianyam dengan pola berlubang yang disengaja sebagai hiasan.
- Contoh pada logam: Seperti dalung bĕrkrawang (nampan kuningan/perak) yang dipahat atau dipotong hingga membentuk motif bunga atau geometris yang tembus pandang.
-
Perbedaan dengan Ukiran Biasa: Jika ukiran biasa (relief) masih memiliki latar belakang yang solid dan hanya menonjolkan bagian depannya, ukiran atau anyaman à jour benar-benar menghilangkan latar belakangnya hingga tembus ke sisi sebaliknya.
Singkatnya, à jour berarti teknik membuat pola tembus pandang atau berlubang-lubang yang estetis pada suatu benda kerajinan.