-
Notifications
You must be signed in to change notification settings - Fork 0
Keras
Salabisasi: kĕ-ras
Kelas kata: Adjektiva
Makna: Keras; hebat; dahsyat; lantang (bunyi). Lawan kata: lĕmbut atau pora.
Fungsi Utama: Menggambarkan intensitas yang tinggi, baik itu pada fenomena alam (angin), kekuatan fisik, volume suara, maupun keganasan penyakit.
Contoh Penggunaan:
- Kuyu kras. : Angin keras; angin ribut.
- Kuyu si kĕras 'ni. : Angin yang keras ini; merujuk pada wabah kolera atau pes.
- Pĕnyakit kĕras. : Penyakit berat; penyakit ganas.
- Kĕras pĕdih ling ni lèla. : Sangat dahsyat bunyi lilla [meriam] itu [ketika ditembakkan].
Catatan:
- Kata serapan dari bahasa Arab melalui bahasa Melayu: keras. Kata Arab asalnya kemungkinan adalah قَاسٍ (qāsin) atau berkaitan dengan akar kata yang bermakna 'keras' atau 'kaku', meskipun kata keras sendiri sudah lazim dalam bahasa Melayu.
- Bentuk pendek: kras.
- Kata ini memiliki cakupan semantik yang luas, mirip dengan padanannya dalam bahasa Indonesia. Mulai dari angin yang kencang, suara yang lantang, hingga penyakit yang mematikan.
- Lawan kata:
- Lĕmbut: lembut, lunak, lemah (untuk tekstur, intensitas, dan kondisi fisik).
- Pora: ringan, sedikit, pelan (untuk intensitas atau jumlah yang rendah).
- Bandingkan dengan tĕger yang juga berarti 'keras' tetapi lebih merujuk pada kekakuan, keteguhan, atau kekuatan struktural, sementara kĕras lebih pada intensitas atau kekuatan ekspresif (suara, angin, penyakit). Untuk kekerasan makanan, bandingkan dengan tĕrkòl. Untuk tekstur lunak, lihat lĕmbut dan lĕmpuk.
Kelima kata ini berkaitan dengan konsep 'keras' dan 'lunak', namun memiliki konteks, nuansa, dan lawan kata yang berbeda-beda. Berikut adalah perbandingannya:
- Berkaitan dengan Tekstur atau Intensitas: Kelimanya adalah adjektiva yang menggambarkan kualitas fisik (tekstur, kekuatan) atau intensitas (kekuatan, volume).
- Berpasangan Secara Oposisi: Masing-masing memiliki lawan kata yang jelas, menciptakan spektrum makna dari keras ke lunak, kuat ke lemah.
| Aspek | tĕrkol | tĕger | lĕmbut | lĕmpuk | kĕras (kras) |
|---|---|---|---|---|---|
| Makna Dasar | Keras, tidak mau lunak (saat dimasak). | Keras, kaku, kuat, teguh. | Lembut, lunak, lemah, layu. | Empuk, lunak (matang sempurna saat dimasak). | Keras, hebat, dahsyat, lantang. |
| Konteks Utama | Kuliner: buah atau umbi yang direbus. | Fisik manusia, tekstur benda, watak. | Tekstur, intensitas (angin, panas), fisik (lemas). | Kuliner: umbi dan buah yang direbus/dikukus. | Intensitas (angin, suara, penyakit). |
| Lawan Kata | lĕmpuk | lĕmbut | tĕger atau kĕras | tĕrkol | lĕmbut atau pora |
| Spektrum Makna | Spesifik: tekstur masakan yang gagal lunak. | Luas: kekuatan struktural dan keteguhan. | Luas: tekstur lunak, intensitas rendah, kondisi lemas. | Spesifik: tekstur masakan yang berhasil lunak. | Luas: intensitas tinggi, volume keras, keganasan. |
| Contoh Kunci | (Buah rebus) tidak mau empuk. | Jĕma tĕger (orang kuat); krō tĕger (nasi keras). | Nge lĕmbut kuyu (angin melemah); wah kayu nge lĕmbut (buah sudah lunak/masak). | Nge lĕmpuk (sudah empuk matang). | Kuyu kras (angin keras); kĕras pĕdih ling ni lèla (bunyi meriam dahsyat). |
| Nuansa Tambahan | Hasil yang tidak diinginkan (gagal empuk). | Kekuatan positif (fisik) atau negatif (keras kepala). | Dapat bermakna positif (lembut, masak) atau negatif (lemas). | Hasil yang diinginkan (matang sempurna). | Intensitas yang bisa positif (kuat) atau negatif (penyakit ganas). |
Kelima kata ini membentuk jaringan makna yang saling terkait:
-
Tĕrkol dan lĕmpuk adalah pasangan oposisi spesifik dalam konteks kuliner, khususnya hasil rebusan:
- Tĕrkol: keras, tidak mau empuk (hasil yang tidak diinginkan).
- Lĕmpuk: empuk, lunak, matang sempurna (hasil yang diinginkan).
-
Tĕger dan lĕmbut adalah pasangan oposisi umum untuk tekstur dan kekuatan:
- Tĕger: keras, kaku, kuat, baik untuk benda, fisik, maupun watak.
- Lĕmbut: lunak, lemah, lemas, baik untuk tekstur, intensitas, maupun kondisi fisik.
-
Kĕras dan lĕmbut/pora adalah pasangan oposisi umum untuk intensitas:
- Kĕras: keras, hebat, dahsyat (angin, suara, penyakit).
- Lĕmbut: lembut, melemah (angin, panas).
- Pora: ringan, pelan, sedikit (hujan, pukulan, bicara).
Hubungan Silang:
- Tĕger dan kĕras sama-sama berarti 'keras', tetapi tĕger lebih ke 'kaku/teguh' (struktural), sedangkan kĕras lebih ke 'hebat/dahsyat' (intensitas ekspresif).
- Lĕmbut dan lĕmpuk sama-sama berarti 'lunak', tetapi lĕmbut bersifat umum (tekstur, intensitas, fisik), sedangkan lĕmpuk spesifik untuk hasil masakan yang matang sempurna.
- Lĕmbut dan pora sama-sama bisa berarti 'lemah' atau 'pelan', tetapi lĕmbut menekankan pada perubahan keadaan (dari keras menjadi lembut), sedangkan pora menekankan pada kuantitas atau intensitas yang rendah dari awalnya.